Lompat ke isi utama

Berita

Tenaga Ahli DPR RI Muhammad Sirottudin Dorong Sinergi dan Penguatan Kapasitas Bawaslu dalam Mengawal Demokrasi

sirot

M.Sirottudin Tenaga Ahli DPR RI saat beri paparan melalui daring

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id – Dalam upaya memperkuat kelembagaan pengawasan Pemilu di daerah, Tenaga Ahli DPR RI, Muhammad Sirottudin, hadir secara daring dan memberikan pandangan penting dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan dan Modernisasi Birokrasi Bawaslu Kabupaten/Kota dalam Merawat Demokrasi yang diselenggarakan di Eastern Hotel Bojonegoro.

Kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin, S.IP, M.Si., jajaran Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Bawaslu Kabupaten/Kota, serta perwakilan dari berbagai instansi ini menjadi momentum strategis untuk mempertegas komitmen dalam membangun sistem pengawasan Pemilu yang kuat, adaptif, dan berintegritas di seluruh wilayah Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Bojonegoro.

Dalam penyampaiannya, Muhammad Sirottudin menuturkan bahwa saat ini Tenaga Ahli DPR RI bersama Komisi II tengah melakukan serangkaian pembahasan dan rapat intensif untuk menyusun revisi Undang-Undang tentang Pemilu. Proses revisi tersebut, menurutnya, merupakan bagian penting dari upaya penyempurnaan sistem demokrasi agar pelaksanaan Pemilu ke depan menjadi lebih baik dan responsif terhadap dinamika masyarakat serta tantangan zaman.

“Kami para tenaga ahli terus melakukan pembahasan terkait revisi undang-undang Pemilu. Pembahasan itu mencakup sejarah dan dinamika pengawasan, perubahan dalam sektor penyelenggara Pemilu, upaya pencegahan sesuai wilayah kerja, serta penanganan pelanggaran berdasarkan kewenangan yang dimiliki,” jelas Muhammad Sirottudin.

Dalam kesempatan yang sama, Sirottudin menekankan bahwa penguatan kapasitas pengawasan tidak dapat berjalan efektif tanpa adanya koordinasi lintas lembaga dan sinergi yang kuat antar pihak terkait. Ia menilai, sinergi harus dimulai dari tingkat daerah sebagai basis utama penguatan kelembagaan pengawasan Pemilu.

“Kami berharap Bawaslu dapat lebih banyak melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, mulai dari pemerintah daerah, lembaga penegak hukum, hingga masyarakat sipil. Sinergi itu perlu kita mulai dari Bojonegoro, sebagai bagian dari upaya membangun sistem pengawasan Pemilu yang kokoh dari akar rumput,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi yang erat antara Bawaslu dan pemangku kepentingan lainnya akan memperkuat kepercayaan publik terhadap proses demokrasi. Dengan demikian, setiap potensi pelanggaran dapat dicegah sejak dini, dan kualitas penyelenggaraan Pemilu dapat semakin meningkat.

Muhammad Sirottudin juga menekankan pentingnya membangun semangat kebersamaan dalam memperkuat lembaga pengawasan Pemilu. Ia mengingatkan bahwa setiap elemen di Bawaslu, baik di tingkat pusat maupun daerah, memiliki peran yang saling melengkapi dan tidak seharusnya saling menyalahkan dalam menghadapi tantangan pengawasan.

“Kita tidak boleh kehilangan semangat dan tidak saling menghakimi satu sama lain. Yang perlu kita lakukan adalah memperkuat lembaga kita bersama, agar ke depan Bawaslu semakin tangguh dalam menjalankan fungsi pengawasan Pemilu,” tuturnya.

Kegiatan yang diselenggarakan di Bojonegoro ini menjadi salah satu contoh nyata komitmen Bawaslu daerah dalam mendukung agenda nasional penguatan kelembagaan dan modernisasi birokrasi. Kabupaten Bojonegoro dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi model sinergi daerah, dengan dukungan pemerintah kabupaten, lembaga penegak hukum, serta partisipasi aktif masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Bojonegoro bersama Bawaslu Provinsi Jawa Timur bertekad untuk terus memperkuat peran pengawas Pemilu dalam menjaga integritas demokrasi di tingkat lokal. Penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi digital, serta kolaborasi antar lembaga menjadi pilar penting untuk mewujudkan pengawasan yang lebih efektif, transparan, dan partisipatif.

Mengakhiri sambutannya, Muhammad Sirottudin menyampaikan harapan agar seluruh jajaran Bawaslu di daerah tetap menjaga semangat dan komitmen dalam menjalankan amanah konstitusi. Ia optimistis bahwa dengan penguatan kelembagaan dan modernisasi birokrasi yang tengah digencarkan, Bawaslu akan semakin siap menghadapi tahapan Pemilu dan Pilkada mendatang.

“Kita harus menatap Pemilu ke depan dengan semangat optimisme. Dengan sinergi, koordinasi, dan penguatan kelembagaan yang terus kita bangun, saya yakin Bawaslu akan mampu menjaga demokrasi kita agar tetap berjalan dengan adil dan berintegritas,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda Bawaslu Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat peran kelembagaan di daerah. Melalui forum seperti ini, Bojonegoro menunjukkan perannya sebagai daerah yang proaktif dan berkomitmen tinggi dalam menjaga nilai-nilai demokrasi serta memastikan pengawasan Pemilu yang berkualitas.

Penulis dan Foto: Victor dan Hana

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro