Lompat ke isi utama

Berita

Muhammad Muchid Jadi Pembina Apel, Ajak Jajaran Teladani Kepemimpinan Rasulullah SAW

Apel Pagi

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., saat bertindak sebagai pembina apel pagi.

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Suasana apel pagi di halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Bojonegoro berlangsung khidmat dan penuh makna. Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., bertindak sebagai pembina apel yang diikuti oleh seluruh staf sekretariat, serta dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M.

Dalam amanatnya, Muhammad Muchid mengawali dengan mengajak seluruh jajaran untuk merefleksikan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, sebuah peristiwa monumental dalam sejarah Islam yang sarat dengan nilai keteladanan, kepemimpinan, dan penguatan spiritual.

“Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan fisik Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, lalu naik ke Sidratul Muntaha, tetapi juga perjalanan nilai, keteguhan iman, dan kepemimpinan yang patut kita renungkan bersama,” ungkap Muchid di hadapan peserta apel.

Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan pemimpin sejati yang tidak hanya memimpin dengan perintah, tetapi dengan keteladanan, kebijaksanaan, dan akhlak yang luhur. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sangat relevan untuk diterapkan dalam konteks kepemimpinan di lembaga penyelenggara pemilu, khususnya Bawaslu.

“Dalam setiap organisasi, sekecil apa pun lingkupnya, pasti ada pemimpin. Kepemimpinan selalu berkaitan dengan kebijakan, sikap, dan cara mengambil keputusan. Maka, kepemimpinan di Bawaslu harus berlandaskan nilai integritas, keadilan, dan tanggung jawab,” tegasnya.

Muhammad Muchid juga menekankan bahwa kepemimpinan tidak selalu identik dengan jabatan struktural semata. Setiap individu, baik komisioner maupun staf, pada hakikatnya adalah pemimpin, minimal bagi dirinya sendiri dan untuk tugas yang diemban.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Bojonegoro untuk meneladani Rasulullah SAW melalui upaya terus-menerus dalam meng-upgrade diri. Menurutnya, Bawaslu bukan hanya tempat bekerja, tetapi juga ruang untuk belajar dan membentuk karakter.

“Percuma kita memiliki ilmu yang tinggi, pengalaman yang luas, tetapi tidak diimbangi dengan attitude yang baik. Ilmu dan sikap harus berjalan seimbang. Inilah esensi keteladanan yang diajarkan Rasulullah SAW,” ujar Muchid dengan penuh penekanan.

Ia berharap, melalui momentum peringatan Isra Mi’raj ini, seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Bojonegoro dapat memperkuat komitmen untuk bekerja secara profesional, berintegritas, dan menjunjung tinggi etika dalam setiap pelaksanaan tugas pengawasan pemilu.

Apel pagi tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai religius dan moral memiliki peran penting dalam membentuk kualitas kepemimpinan dan kinerja lembaga. Dengan meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW, Bawaslu diharapkan mampu terus menjaga marwah demokrasi dan kepercayaan publik dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu.

Penulis dan Foto: Victor dan Eko

Editor: Humas Bawaslu Bojoonegoro