Lompat ke isi utama

Berita

Masa depan Demokrasi, Bukti dari SMKN 4 Bojonegoro

Handoko

 

Ketua Bawaslu Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., saat berikan paparan materi demokrasi di SMK Negeri 4 Bojonegoro

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro terus berkomitmen memperkuat literasi demokrasi dan kepemiluan sejak dini. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Sekolah Kepemiluan dan Demokrasi yang dilaksanakan di SMK Negeri 4 Bojonegoro, dengan menyasar generasi muda sebagai pemilih pemula dan agen perubahan demokrasi di masa depan.

Kegiatan ini disambut antusias oleh jajaran sekolah dan para siswa. Aula sekolah tampak dipenuhi peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian. Sosialisasi ini menjadi ruang dialog antara penyelenggara pemilu dan generasi Z, agar nilai-nilai demokrasi tidak hanya dipahami diruang kelas, tetapi juga kontekstual dan aplikatif.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., hadir langsung dan memberikan paparan utama bertajuk “Gen Z sebagai Masa Depan Demokrasi Indonesia”. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa generasi Z memiliki peran yang sangat strategis dalam menjaga kualitas demokrasi ke depan.

"Adik-adik semua adalah wajah demokrasi Indonesia di masa depan. Kalian bukan hanya pemilih, tetapi juga penjaga nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan integritas dalam demokrasi,” ujar Handoko di hadapan para siswa.

Ia menjelaskan bahwa demokrasi tidak berhenti pada proses pemilihan saja, tetapi juga mencakup sikap kritis, partisipatif, serta keberanian untuk menolak praktik-praktik yang mencederai demokrasi, seperti politik uang dan penyebaran hoaks.

“Bawaslu hadir tidak hanya untuk mengawasi, tetapi juga memastikan demokrasi berjalan secara subtansial. mari kita berkomitmen, idealisme yg saat ini di pegang generasi Z, akan di pertahankan, memahami hak dan kewajibannya, serta berani menjadi pelopor demokrasi yang bersih dan bermartabat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri 4 Bojonegoro, Abdul Fatah, dalam sambutan dan arahannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bawaslu Kabupaten Bojonegoro atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran langsung penyelenggara pemilu di lingkungan sekolah memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi peserta didik.

“Sangat apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bawaslu Bojonegoro yang telah mau hadir, memberikan, dan mengenalkan tentang demokrasi serta kepemiluan kepada anak-anak kami,” ungkap Abdul Fatah.

Ia menambahkan bahwa selama ini materi tentang demokrasi memang sudah diajarkan di sekolah melalui mata pelajaran, namun akan terasa berbeda dan lebih bermakna ketika disampaikan langsung oleh lembaga penyelenggara pemilu.

“Selama ini mata pelajaran kita di PPKN memasukan unsur Demokrasi, namun tentu tidak seperti bila dari penyelenggara sendiri yang memberikan pengetahuan. Kegiatan seperti ini juga tidak diberikan ke semua sekolah, hanya beberapa yang mendapat kesempatan,” tuturnya.

Karena itu, Abdul Fatah mengingatkan para siswa agar benar-benar memanfaatkan kesempatan berharga tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Jadi patut disyukuri dan harus diperhatikan. Jangan sampai kesempatan emas seperti ini disia-siakan,” tegasnya.

Melalui kegiatan Sosialisasi Sekolah Kepemiluan dan Demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Bojonegoro berharap dapat menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya demokrasi yang berintegritas. Generasi Z diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara demokratis, sehingga mampu menjadi pilar kuat bagi masa depan demokrasi Indonesia.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata sinergi antara Bawaslu dan dunia pendidikan dalam mencetak generasi muda yang sadar hak politik, berani bersikap, dan berkomitmen menjaga demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.

Penulis dan Foto: Fikri
Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro