Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Kompetensi, Tingkatkan Kinerja, dan Berikan Kontribusi: Pesan Muhammad Muchid untuk Jajaran Bawaslu Bojonegoro pada Apel Pagi

muchid

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., saat menjadi pembina apel pagi di halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Senin (24/8/2026). Ia menyampaikan amanat kepada seluruh jajaran untuk terus belajar, meningkatkan kinerja, menjaga citra lembaga, serta menunjukkan kontribusi nyata dalam menjalankan tugas di masa non-tahapan.

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Senin pagi di halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Jalan Pahlawan Nomor 7, berlangsung apel pagi yang diikuti seluruh jajaran staf sekretariat. Apel menjadi bagian dari rutinitas kelembagaan sekaligus ruang untuk menyatukan semangat, memperkuat kedisiplinan, dan mengingatkan kembali tanggung jawab setiap jajaran dalam menjalankan tugas pengawasan pemilu.

Apel dipimpin Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., selaku pembina apel. Hadir pula Kepala Subbagian Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Septian Eko Santoso, S.H., bersama seluruh staf sekretariat Bawaslu Kabupaten Bojonegoro.

Dalam amanatnya, Muhammad Muchid mengajak seluruh jajaran menjadikan momentum menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai pengingat untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menjalankan tugas sebagai bagian dari lembaga pengawas pemilu.

“Alhamdulillah kita masih diberi kesehatan. Hari ini bertepatan dengan 11 Rabiul Awal, menyongsong peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Mari kita teladani sifat Nabi Muhammad, terutama akhlak yang baik,” ujarnya.

Menurutnya, nilai-nilai keteladanan tersebut penting untuk diterapkan dalam lingkungan kerja. Setiap jajaran Bawaslu, kata Muchid, memiliki peran dalam membangun citra lembaga di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa meskipun saat ini berada dalam masa non-tahapan, kerja-kerja pengawasan dan kelembagaan tetap berjalan. Karena itu, seluruh jajaran perlu mampu menunjukkan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Selama ini di masa non-tahapan, kita sudah melakukan banyak kerja-kerja. Tetapi masyarakat masih mencibir, apa kerja yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Bojonegoro di masa non-tahapan. Mari kita jaga, kita tunjukkan kerja-kerja terbaik kita,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kinerja Bawaslu tidak hanya diukur dari pelaksanaan tahapan pemilu. Pencegahan, pendidikan pengawasan, pengelolaan kelembagaan, pelayanan informasi, hingga berbagai aktivitas pengawasan di luar tahapan merupakan bagian dari kerja yang harus terus dilakukan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Muchid juga menegaskan bahwa setiap pegawai merupakan bagian dari wajah Bawaslu Kabupaten Bojonegoro. Karena itu, profesionalitas dan kesungguhan dalam menjalankan tugas menjadi hal yang tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat.

“Kita semua adalah wajah dari Bawaslu Kabupaten Bojonegoro. Lakukan pekerjaan sesuai tupoksi masing-masing. Tampakkan kinerja kita. Harus percaya diri. Harus bisa,” katanya.

Ia kemudian mengajak seluruh jajaran untuk membangun pola pikir positif dan tidak mudah merasa tidak mampu menghadapi pekerjaan. Menurutnya, keberhasilan dalam menjalankan tugas diawali dari keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri.

“Ubah mindset yang beranggapan bahwa diri kita tidak mampu. Harus diubah menjadi, ‘saya bisa, saya pasti bisa’. Insyaallah hasilnya pasti bisa karena sudah ditanamkan mindset untuk bisa,” lanjutnya.

Selain menekankan pentingnya kepercayaan diri, Muchid mendorong seluruh jajaran untuk tidak berhenti belajar. Baginya, kualitas seseorang tidak semata-mata dilihat dari penampilan, tetapi dari nilai dan kemampuan yang dimiliki serta manfaat yang dapat diberikan kepada lingkungan.

“Jangan berhenti untuk belajar. Kita dinilai bagus oleh orang lain bukan karena fisik dan tampang, tetapi karena diri kita memiliki nilai. Usahakan diri kita itu memiliki nilai,” tuturnya.

Pesan tersebut juga ditujukan kepada seluruh unsur sekretariat, termasuk pramubhakti dan petugas keamanan. Ia mendorong agar setiap personel memiliki inisiatif dalam melaksanakan pekerjaan tanpa harus selalu menunggu instruksi.

“Untuk teman-teman pramubhakti dan keamanan juga silakan lakukan kerja-kerja tanpa disuruh. Begitu pula untuk staf teknis,” katanya.

Lebih jauh, ia mengingatkan pentingnya berbagi pengetahuan di lingkungan kerja. Ilmu yang diperoleh melalui pengalaman maupun proses pembelajaran, menurutnya, akan semakin bermanfaat apabila dapat ditularkan kepada rekan kerja.

“Ilmu harus diamalkan dan ditularkan kepada teman yang lain. Ilmu tanpa ditularkan tiada artinya, tetapi bila ditularkan akan menjadi amal jariyah buat teman-teman semua,” ujarnya.

Menutup amanatnya, Muhammad Muchid menyampaikan pesan yang menjadi penegasan atas seluruh dorongan yang disampaikan kepada jajaran Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, yaitu bekerja dengan keyakinan, meningkatkan kapasitas melalui ilmu, kemudian membuktikannya melalui tindakan nyata.

“Yakinkan dengan iman, usahakan dengan ilmu, sampaikan dengan amal. Yakin Usaha Sampai. Yakusa!” pungkasnya.

Apel pagi tersebut berlangsung dengan tertib dan menjadi momentum bagi seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Bojonegoro untuk kembali memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas, menjaga integritas, serta menghadirkan kinerja kelembagaan yang dapat dirasakan dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Penulis dan Foto: Victor dan Bayu

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro