Perkuat Kesadaran Demokrasi Generasi Muda, Bawaslu Bojonegoro dan KPU Edukasi Pemilih Pemula di SMA MBS Al Amin
|
Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Membekali generasi muda dengan pemahaman kepemiluan menjadi langkah penting dalam membangun demokrasi yang berkualitas. Melalui pendidikan pemilih, para pelajar diharapkan tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara, tetapi juga mampu menentukan pilihan secara mandiri, cerdas, dan bertanggung jawab.
Hal tersebut menjadi perhatian dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Pemula yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro di SMA MBS Al Amin Bojonegoro. Kegiatan ini menghadirkan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., C.Med., sebagai narasumber.
Ketua KPU Kabupaten Bojonegoro, Robby Adi Perwira, menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yang telah memberikan ruang dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, pemilih pemula merupakan kelompok strategis yang memiliki peran penting dalam menentukan kualitas demokrasi pada masa mendatang.
Robby menegaskan bahwa menggunakan hak pilih bukan sekadar datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan memberikan suara. Lebih dari itu, partisipasi dalam Pemilu dan Pemilihan merupakan bentuk keterlibatan warga negara dalam menentukan arah pemerintahan serta masa depan bangsa.
“Pemilih pemula perlu memahami proses demokrasi, mengenali peserta Pemilu dan Pemilihan, serta mampu menggunakan hak pilih secara mandiri dan bertanggung jawab,” ungkap Robby.
Ia berharap kegiatan sosialisasi tersebut dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman baru bagi para siswa. Dengan demikian, ketika tiba waktunya menggunakan hak pilih, mereka telah memiliki bekal untuk menjadi pemilih yang berintegritas dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai kepentingan.
Kepala SMA MBS Al Amin Bojonegoro, Siswanto, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada KPU dan Bawaslu Kabupaten Bojonegoro yang telah memilih SMA MBS Al Amin sebagai tempat penyelenggaraan pendidikan pemilih pemula.
Menurut Siswanto, para pelajar merupakan bagian dari generasi muda yang kelak memiliki tanggung jawab dalam menentukan masa depan bangsa. Karena itu, pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, khususnya dalam menggunakan hak pilih, perlu ditanamkan sejak dini.
“Kami berharap seluruh siswa mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, dan memanfaatkan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan mengenai kepemiluan. Harapannya, mereka dapat menjadi pemilih pemula yang cerdas, berintegritas, dan bertanggung jawab,” tutur Siswanto.
Dalam kesempatan tersebut, Muchid menyampaikan materi mengenai pendidikan pemilih pemula dengan menekankan pentingnya memahami hak pilih, mengenali proses Pemilu dan Pemilihan, serta menentukan pilihan berdasarkan informasi yang benar. Ia menjelaskan bahwa pemilih pemula tidak hanya berasal dari kalangan pelajar, tetapi juga warga negara yang baru pertama kali memenuhi persyaratan untuk menggunakan hak pilihnya.
Muchid mengajak para siswa agar lebih kritis dalam menerima informasi, terutama yang beredar melalui media sosial. Menurutnya, kemampuan memilah informasi menjadi salah satu bekal penting agar generasi muda tidak mudah terpengaruh hoaks, intimidasi, maupun praktik politik uang.
“Pilihan harus didasarkan pada penilaian dan informasi yang benar, bukan karena tekanan atau pemberian tertentu. Pemilih harus mampu menentukan pilihannya secara bebas, mandiri, dan bertanggung jawab,” tegas Muchid.
Ia juga mengingatkan pentingnya memahami asas Pemilu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (LUBER JURDIL). Melalui pemahaman tersebut, para siswa diharapkan tidak hanya menjadi pemilih yang menggunakan hak suaranya, tetapi juga memiliki kepedulian untuk ikut mengawal proses demokrasi.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membangun kesadaran politik generasi muda sejak bangku sekolah. Bawaslu Kabupaten Bojonegoro berharap pendidikan pemilih tidak berhenti pada pemahaman tentang tata cara memilih, tetapi juga mampu menumbuhkan keberanian untuk menolak praktik yang mencederai demokrasi serta mendorong lahirnya pemilih yang kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Penulis dan Foto: Fikri dan Bayu
Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro