Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Demokrasi Kampus, Bawaslu Bojonegoro Dorong Literasi Kepemiluan Mahasiswa IAI Attanwir

zaenuri

Kordiv SDMO & Diklat, H. Moch Zaenuri, S.T, (tengah) saat foto bersama dengan Mahasiswa IAI Attanwir

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro terus berkomitmen memperkuat literasi demokrasi dan kepemiluan di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kehadiran Bawaslu Kabupaten Bojonegoro dalam kegiatan Seminar Demokrasi yang diselenggarakan oleh Dewan Mahasiswa (Dema) Institut Agama Islam (IAI) Attanwir Bojonegoro, sebagai bagian dari rangkaian Kongres Pemilihan Raya Dewan Mahasiswa, yang berlangsung di Aula IAI Attanwir Bojonegoro

Kegiatan seminar ini diikuti oleh sekitar 50 mahasiswa yang terdiri atas pengurus Dewan Mahasiswa serta perwakilan mahasiswa dari berbagai program studi. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, ditandai dengan diskusi aktif dan pertanyaan kritis seputar dinamika demokrasi serta tantangan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Bojonegoro menghadirkan Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat, H. Moch. Zaenuri, ST, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, H. Moch Zaenuri menyampaikan materi tentang konsep dasar demokrasi, sistem kepemiluan, serta peran strategis mahasiswa dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan partisipatif.

H. Moch Zaenuri menegaskan bahwa lingkungan kampus memiliki posisi yang sangat penting sebagai ruang awal pembelajaran demokrasi. Kampus tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga wadah pembentukan karakter, sikap kritis, dan kesadaran berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kampus merupakan sarana awal untuk menanamkan pemahaman demokrasi, membangun sikap kritis, serta menumbuhkan kesadaran berpartisipasi dalam setiap proses kepemiluan. Mahasiswa memiliki peran besar sebagai agen perubahan sekaligus mitra pengawasan demokrasi,” ujar Zaenuri dalam pemaparannya.

Lebih lanjut, ia juga mengajak mahasiswa untuk tidak apatis terhadap isu-isu kepemiluan dan demokrasi. Menurutnya, partisipasi aktif mahasiswa, baik melalui edukasi, diskusi, maupun keterlibatan langsung dalam pengawasan partisipatif, menjadi kunci penting dalam mencegah pelanggaran Pemilu dan Pemilihan.

Melalui kegiatan seminar demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Bojonegoro berharap terbangun sinergi yang berkelanjutan dengan kalangan perguruan tinggi. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi mitra strategis Bawaslu dalam meningkatkan literasi demokrasi di tengah masyarakat, mendorong partisipasi yang berkualitas, serta bersama-sama menjaga integritas demokrasi di Kabupaten Bojonegoro pada masa mendatang.

Penulis dan Foto: Tim

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro