Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Akurasi Data Pemilih, Bawaslu Bojonegoro Koordinasi PDPB dengan BPJS Ketenagakerjaan

PIMPINAN

Pimpinan Bawaslu Kabupaten Bojonegoro didampingi staf melaksanakan koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Dalam upaya memastikan akurasi data pemilih berkelanjutan, Bawaslu Kabupaten Bojonegoro melakukan koordinasi permohonan data terkait Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro, Selasa (21/04/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro ini dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., bersama jajaran pimpinan, yakni Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Lia Andriyani, S.Sos., serta Koordinator Divisi PP Datin Weni Andriani, S.Pd. Turut mendampingi staf Bawaslu dari divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas.

Kedatangan Bawaslu Kabupaten Bojonegoro di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro disambut dengan hangat oleh Kepala Kantor Cabang Denny Herliyanto, Kepala Bidang Kepesertaan Anang, serta Kepala Bidang Pelayanan Ari.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Bojonegoro, Handoko, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Ia mengungkapkan bahwa hubungan kelembagaan antara Bawaslu dan BPJS Ketenagakerjaan telah terjalin dengan baik, termasuk dalam perlindungan bagi jajaran adhoc pada penyelenggaraan Pilkada sebelumnya.

“Terima kasih atas sambutan dan penerimaannya. Ini merupakan kali ketiga kami berkunjung. Pada Pilkada kemarin, seluruh jajaran adhoc kami hingga pengawas TPS telah ter-cover BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Handoko.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kedatangan Bawaslu Bojonegoro kali ini bertujuan untuk melakukan koordinasi terkait permintaan data peserta BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Bojonegoro yang telah meninggal dunia.

“Permohonan data ini merupakan bagian dari tugas kami dalam Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Kami ingin memastikan bahwa nama-nama yang sudah meninggal dunia tidak lagi tercantum sebagai pemilih, sehingga kualitas data pemilih semakin akurat,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas, Muhammad Muchid, menambahkan bahwa koordinasi ini juga menjadi bagian dari upaya Bawaslu membangun sinergi dengan berbagai stakeholder.

“Tujuan kami selain silaturahmi, juga memastikan data masyarakat Bojonegoro yang terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, khususnya yang sudah meninggal dunia, dapat kami sampaikan kepada KPU sebagai bahan perbaikan data pemilih menuju Pemilu 2029,” jelas Muchid.

Ia juga menegaskan bahwa Bawaslu Bojonegoro tidak hanya berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, tetapi juga dengan berbagai instansi lain guna memastikan data pemilih benar-benar valid dan tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bojonegoro, Denny Herliyanto, menjelaskan bahwa pihaknya memiliki data peserta yang meninggal dunia, namun tidak seluruhnya terlaporkan secara optimal.

“Memang ada peserta yang meninggal dunia tetapi belum dilaporkan oleh ahli waris, baik karena ketidaktahuan maupun kekhawatiran terkait bantuan sosial. Data yang kami akui adalah yang telah terdaftar dan dilaporkan,” terang Denny.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan, Ari, menyampaikan bahwa BPJS Ketenagakerjaan siap mendukung kebutuhan data yang diperlukan Bawaslu Bojonegoro, khususnya terkait data peserta dengan jaminan kematian.

“Kami dapat menyediakan data by name, by NIK, dan alamat, khususnya bagi peserta yang terdaftar di Bojonegoro. Data ini dapat digunakan untuk mendukung penonaktifan pemilih yang sudah tidak memenuhi syarat,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Bojonegoro menegaskan bahwa fokus wilayah kerja Bawaslu berada di lingkup Kabupaten Bojonegoro, sehingga data yang dibutuhkan juga spesifik pada wilayah tersebut.

Di akhir pertemuan, Handoko menyampaikan apresiasi atas keterbukaan dan dukungan BPJS Ketenagakerjaan dalam mendukung tugas pengawasan Pemilu.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat baik serta informasi dan pengetahuan yang bermanfaat dalam pertemuan ini. Semoga sinergi ini terus terjalin untuk mewujudkan data pemilih yang akurat dan berkualitas,” pungkasnya.

Melalui koordinasi ini, Bawaslu Kabupaten Bojonegoro berharap proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan dapat berjalan lebih optimal, sehingga mampu mewujudkan pemilu yang tertib, akurat, dan berintegritas di masa mendatang.

Penulis dan Foto: Victor dan Alfan

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro