Audiensi Strategis Bawaslu Bojonegoro dan Kodim 0813: Perkuat Sinergi, Kolaborasi, dan Literasi Demokrasi
|
Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Upaya menjaga kualitas demokrasi terus diperkuat oleh Bawaslu Kabupaten Bojonegoro melalui sinergi lintas sektor. Hal itu tergambar dalam audiensi bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0813 Bojonegoro yang berlangsung pada Rabu (22/4/2026) di Makodim 0813 Bojonegoro.
Kedatangan jajaran Bawaslu Bojonegoro yang dipimpin Ketua, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., disambut hangat oleh Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, S.T., didampingi Perwira Seksi Personel, Kapten Hariyanto. Suasana pertemuan berlangsung akrab, namun tetap sarat dengan pembahasan strategis terkait penguatan demokrasi, khususnya dalam aspek pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB).
Mengawali dialog, Handoko menyampaikan bahwa hubungan antara Bawaslu dan Kodim 0813 Bojonegoro bukanlah hal baru. Sinergi yang telah terjalin, menurutnya, menjadi fondasi penting dalam mendukung keberhasilan pengawasan pemilu, termasuk pada Pilkada 2024 yang lalu.
“Kami sudah sering berkolaborasi dengan Kodim 0813 Bojonegoro, dan pada pelaksanaan Pilkada 2024 sinergi tersebut berjalan sangat baik. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung koordinasi yang baru saja dilakukan bersama jajaran personel Kodim terkait pemutakhiran data pemilih, khususnya menyangkut data prajurit yang telah purna tugas maupun yang baru bergabung. Menurutnya, akurasi data menjadi kunci utama dalam memastikan hak pilih warga negara terpenuhi secara tepat.
“Di luar tahapan pemilu, kami ingin kolaborasi ini tetap terjaga melalui kegiatan-kegiatan positif, terutama dalam penguatan literasi demokrasi dan konsolidasi demokrasi,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, S.T., menyampaikan bahwa dirinya memiliki kedekatan emosional dengan Bojonegoro sebagai daerah asalnya. Setelah lama berdinas di luar daerah, ia mengaku bersyukur dapat kembali dan berkontribusi di tanah kelahirannya.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Kodim 0813 Bojonegoro untuk mendukung penuh tugas-tugas Bawaslu, khususnya dalam hal penyediaan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Data itu sangat penting. Kami siap mendukung, termasuk data prajurit yang sudah pensiun maupun yang baru masuk. Semua itu menjadi bagian penting dalam pemutakhiran data pemilih berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa sebagai bagian dari aparat kewilayahan, TNI memiliki tanggung jawab untuk menjaga stabilitas daerah serta mendukung jalannya pemerintahan, termasuk dalam proses demokrasi.
“Negara kita adalah negara demokrasi. Bawaslu merupakan ujung tombak dalam menjaga demokrasi tersebut, dan kami siap untuk terus mendukung,” imbuhnya.
Di sisi lain, isu money politics turut menjadi pembahasan dalam audiensi tersebut. Handoko menilai bahwa praktik tersebut tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Faktor kemiskinan menjadi salah satu pemicu terjadinya money politics,” ujarnya.
Dandim menyampaikan pandangan yang optimistis. Menurutnya, tingkat kesadaran masyarakat dalam berdemokrasi saat ini terus meningkat.
“Kami melihat pemilih sekarang sudah semakin cerdas,” katanya.
Senada dengan itu, Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Diklat Bawaslu Bojonegoro, H. Moch Zaenuri, S.T., menambahkan bahwa di tengah berbagai tantangan tersebut, Bawaslu terus berupaya memperkuat pengawasan serta meningkatkan literasi demokrasi di masyarakat.
“Bawaslu kerap terkena imbas persepsi negatif akibat maraknya isu money politics. Padahal kami terus bekerja melakukan pengawasan sekaligus edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.
Audiensi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi kelembagaan antara Bawaslu Kabupaten Bojonegoro dan Kodim 0813 Bojonegoro, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan dan berkualitas.
Penulis dan Foto: Victor dan Alfan
Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro