Peringati Hari Kearsipan Nasional ke-55, Kordiv SDMO dan Diklat Bawaslu Bojonegoro Tekankan Pentingnya Arsip untuk Masa Depan Bangsa
|
Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Arsip sering kali dipandang sebagai kumpulan dokumen yang hanya berfungsi sebagai penyimpan informasi masa lalu. Padahal, di balik setiap dokumen yang tersimpan rapi, terdapat jejak perjalanan, sumber pengetahuan, alat pertanggungjawaban, sekaligus pijakan penting dalam menentukan arah masa depan. Semangat itulah yang diangkat dalam peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-55 yang diperingati pada 18 Mei 2026.
Mengusung tema “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045”, peringatan tahun ini menjadi pengingat bahwa pengelolaan arsip yang baik bukan sekadar kebutuhan administratif, melainkan bagian penting dari pembangunan bangsa yang berkelanjutan.
Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, H. Moch. Zaenuri, S.T., menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Kearsipan Nasional ke-55 kepada seluruh insan kearsipan di Indonesia yang selama ini berperan menjaga dan merawat memori kolektif bangsa.
“Selamat memperingati Hari Kearsipan Nasional ke-55. Terima kasih kepada seluruh insan kearsipan yang telah bekerja dengan penuh dedikasi dalam menjaga, mengelola, dan melestarikan arsip sebagai sumber informasi, sumber pembelajaran, sekaligus warisan berharga bagi generasi mendatang,” ujar Zaenuri.
Menurutnya, perkembangan teknologi dan transformasi digital yang berlangsung begitu cepat saat ini semakin menegaskan pentingnya tata kelola arsip yang profesional, modern, dan adaptif. Arsip tidak lagi hanya berbentuk dokumen fisik yang tersimpan di lemari atau ruang penyimpanan, tetapi juga berkembang dalam bentuk digital yang membutuhkan sistem pengelolaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa arsip memiliki nilai strategis dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan efektif. Melalui pengelolaan arsip yang baik, setiap proses kerja dapat terdokumentasi secara jelas sehingga memudahkan pengambilan keputusan, evaluasi program, serta pertanggungjawaban kepada publik.
“Arsip adalah bukti kerja dan rekam jejak sebuah lembaga. Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi referensi dan pembelajaran di masa depan. Karena itu, pengelolaan arsip tidak boleh dipandang sebagai pekerjaan administratif semata, melainkan sebagai bagian penting dari pembangunan organisasi yang profesional dan terpercaya,” jelasnya.
Di lingkungan Bawaslu, lanjut Zaenuri, arsip memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kelembagaan. Berbagai dokumen terkait pengawasan pemilu dan pemilihan, administrasi kelembagaan, laporan kegiatan, hingga produk hukum harus dikelola dengan baik agar dapat menjadi sumber informasi yang akurat dan mudah diakses ketika dibutuhkan.
Menurutnya, tema “Empowering the Future” mengandung pesan bahwa arsip bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang masa depan. Arsip yang dikelola dengan baik akan menjadi sumber data dan pengetahuan yang dapat digunakan untuk merumuskan kebijakan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendukung pembangunan nasional.
“Ketika arsip dikelola secara profesional, maka kita sedang membangun fondasi pengetahuan yang kuat bagi generasi berikutnya. Dari arsip, kita belajar dari pengalaman, memahami sejarah, dan menyusun langkah yang lebih baik untuk masa depan,” katanya.
Zaenuri juga menilai bahwa penguatan budaya arsip perlu menjadi perhatian bersama, tidak hanya di lingkungan pemerintahan tetapi juga di berbagai sektor kehidupan. Kesadaran untuk mendokumentasikan dan menjaga informasi secara baik akan membantu menciptakan tata kelola yang lebih tertib, efektif, dan berorientasi jangka panjang.
Lebih lanjut, ia mengaitkan pentingnya kearsipan dengan cita-cita besar Indonesia Emas 2045. Menurutnya, visi Indonesia sebagai negara maju pada usia satu abad kemerdekaan membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, termasuk pengelolaan arsip yang mampu menyediakan data, informasi, dan pengetahuan secara berkelanjutan.
“Indonesia Emas 2045 tidak hanya dibangun melalui pembangunan fisik dan sumber daya manusia, tetapi juga melalui pengelolaan informasi yang baik. Arsip menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan bahwa setiap proses pembangunan memiliki rekam jejak yang jelas dan dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat,” ungkapnya.
Peringatan Hari Kearsipan Nasional ke-55 menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran seluruh elemen masyarakat akan pentingnya arsip dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di tengah era digital yang serba cepat, pengelolaan arsip yang profesional menjadi kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.
Mengakhiri pesannya, Zaenuri mengajak seluruh jajaran Bawaslu dan masyarakat untuk semakin peduli terhadap pengelolaan arsip sebagai bagian dari upaya membangun masa depan yang lebih baik.
“Semoga Hari Kearsipan Nasional ke-55 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kita dalam mewujudkan tata kelola arsip yang modern, akuntabel, dan berkelanjutan. Karena arsip bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan jembatan pengetahuan yang memberdayakan masa depan menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Penulis dan Foto: Victor
Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro