Lompat ke isi utama

Berita

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro Harapkan Sinergi Antar Lembaga dalam Mengawal Demokrasi yang Berkualitas

djoko

Asda Pemkab Bojonegoro, Djoko Lukito berikan sambutan dalam giat Penguatan Kelembagaan mewakili Bupati Bojonegoro

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan Penguatan Kelembagaan dan Modernisasi Birokrasi Bawaslu Kabupaten/Kota dalam Merawat Demokrasi yang digelar di Eastern Hotel Bojonegoro. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bojonegoro diwakili oleh Asisten Sekretaris Daerah (Setda) Bojonegoro, Bapak Djoko Lukito, yang hadir untuk menyampaikan sambutan sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kualitas demokrasi di daerah.

Dalam sambutannya, Djoko Lukito menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Bojonegoro dan Wakil Bupati, yang sedianya berencana hadir langsung, namun berhalangan karena adanya agenda pemerintahan lain yang tidak dapat ditinggalkan. Meskipun demikian, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyatakan dukungannya penuh terhadap seluruh upaya penguatan kelembagaan Bawaslu, terutama dalam menghadapi tantangan Pemilu dan Pilkada mendatang.

“BapakBupati dan Ibu Wakil Bupati sebenarnya ingin hadir di tengah-tengah kita, namun karena ada kegiatan lain yang bersamaan, beliau menugaskan saya untuk mewakili. Kami memahami bahwa tugas Bawaslu tidaklah ringan. Sejak tahap awal penyelenggaraan Pemilu, dibutuhkan kekuatan dan komitmen yang besar dalam mengawal aturan agar demokrasi berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Djoko Lukito dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Djoko menegaskan bahwa peran Bawaslu sangat penting sebagai gawang pengaman demokrasi, yang memastikan setiap proses penyelenggaraan Pemilu berjalan sesuai aturan dan prinsip keadilan. Ia menilai, keberhasilan demokrasi tidak hanya diukur dari terselenggaranya Pemilu, tetapi juga dari sejauh mana lembaga penyelenggara mampu menjaga integritas dan kualitas proses tersebut.

“Bawaslu adalah gawang pengaman demokrasi. Namun tentu, penyelenggaraan Pemilu tidak bisa hanya dilakukan oleh Bawaslu sendiri. Diperlukan sinergi yang kuat antara Bawaslu, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta partai politik agar setiap tahapan Pemilu dapat berjalan dengan baik dan damai,” tuturnya.

Ia juga menegaskan pentingnya partisipasi aktif partai politik dalam menjaga marwah demokrasi. Partai politik, menurutnya, tidak hanya berperan sebagai peserta Pemilu, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk mendewasakan masyarakat dalam berpolitik secara sehat dan beretika.

“Partai politik punya kewajiban untuk mendewasakan masyarakat, karena konsekuensinya besar bagi masa depan bangsa. Kita harus bisa membuat masyarakat kita melek politik agar dapat menjadi pemilih yang cerdas,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Djoko Lukito menyampaikan harapan agar seluruh elemen penyelenggara Pemilu, mulai dari Bawaslu, KPU, hingga pemerintah daerah, terus memperkuat kerja sama dan komunikasi yang harmonis. Sinergi tersebut, katanya, merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas dan kesuksesan pelaksanaan Pemilu ke depan.

“Harapan kami, sinergi antara pemerintah daerah, Bawaslu, dan KPU terus diperkuat. Semua harus menjadi garda terdepan dalam mensukseskan penyelenggaraan Pemilu. Tidak hanya dalam pengawasan, tetapi juga dalam memberikan edukasi politik kepada masyarakat dan partai politik agar mereka memahami hak serta kewajiban dalam menjalankan demokrasi di negeri ini,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan Pemilu bukan semata diukur dari tingginya angka partisipasi pemilih, tetapi juga dari kualitas proses dan hasil Pemilu itu sendiri. Kualitas demokrasi akan semakin baik apabila seluruh pihak berperan aktif dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, transparansi, dan profesionalitas.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, lanjut Djoko, berkomitmen untuk terus memberikan dukungan kepada lembaga penyelenggara Pemilu. Dukungan tersebut tidak hanya dalam bentuk fasilitasi teknis, tetapi juga dalam menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat agar proses demokrasi dapat berjalan aman, damai, dan berintegritas.

“Bojonegoro harus menjadi contoh daerah yang demokratis. Pemerintah siap bersinergi dengan Bawaslu, KPU, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Pemilu yang tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, tetapi juga berkualitas secara substansi,” ujarnya.

Kegiatan Penguatan Kelembagaan dan Modernisasi Birokrasi Bawaslu Kabupaten/Kota ini menjadi ruang penting untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan demokrasi. Selain menjadi ajang pertukaran gagasan dan refleksi kelembagaan, kegiatan ini juga mempertegas komitmen bersama dalam memperkuat tata kelola pengawasan Pemilu yang profesional, transparan, dan modern.

Dengan semangat kebersamaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap sinergi antar lembaga dapat terus ditingkatkan agar demokrasi di tingkat lokal benar-benar mampu menjadi pondasi kuat bagi demokrasi nasional yang berkeadilan dan berintegritas.

Penulis dan Foto: Victor dan Alfan

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro