Lompat ke isi utama

Berita

Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas Ajak Jajaran Jaga Integritas di Masa Non-Tahapan: Sampaikan Duka Mendalam untuk Korban Bencana Sumatera

muchid

Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos, saat sampaikan amanat pada Apel Pagi yang diikuti jajaran sekretariat Bawaslu Bojonegoro

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Bawaslu Kabupaten Bojonegoro kembali menyelenggarakan apel pagi pada Senin (8/12) yang dipimpin oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos. Apel yang berlangsung di halaman kantor Bawaslu Kabupaten Bojonegoro tersebut diikuti oleh seluruh jajaran sekretariat dan menjadi ruang penguatan komitmen kelembagaan dalam menjaga kualitas kerja pada masa non-tahapan pemilu.

Dalam amanatnya, Muhammad Muchid menyampaikan duka mendalam atas musibah bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah Pulau Sumatera. Ia mengajak seluruh peserta apel untuk turut mendoakan para korban serta keluarga yang terdampak.
“Kita menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di  Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Semoga diberikan kekuatan dan pemulihan yang segera,” ujarnya.

Muhammad Muchid turut menyampaikan agenda penting yang akan dilaksanakan pada hari tersebut, yakni Rapat Pleno Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan IV di KPU Kabupaten Bojonegoro. Ia menegaskan bahwa kehadiran Bawaslu dalam pleno merupakan bagian dari tanggung jawab pengawasan yang terus berlanjut.
“Hari ini, senin 8 Desember 2025 kita akan mengikuti pleno PDPB Triwulan IV di KPU. Bawaslu akan menyampaikan catatan hasil pengawasan yang telah kita himpun, sebagai bentuk tanggungjawab dalam memastikan data pemilih tetap akurat dan mutakhir,” jelasnya.

Dalam amanat lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh jajaran untuk menjaga disiplin serta etika bekerja, terlebih pada masa non-tahapan ketika kinerja Bawaslu justru menjadi perhatian publik.
“Masa non-tahapan bukan masa berhenti bekerja. Justru disinilah publik melihat bagaimana kita menjaga integritas dan etos kerja. Disiplin, etika, dan tanggungjawab harus tetap menjadi pegangan dan selalu kita jaga,” tegasnya.

Muhammad Muchid juga menyinggung kembali Surat Edaran Bawaslu RI mengenai ”Bawaslu Membelajarkan”, sebuah pedoman untuk menumbuhkan budaya belajar di lingkungan Bawaslu. Ia menekankan bahwa seluruh jajaran perlu memaknai surat edaran tersebut sebagai dorongan untuk meningkatkan kompetensi.
“Surat Edaran Bawaslu Membelajarkan menjadi pengingat bahwa kita harus terus belajar. Kita dituntut untuk meningkatkan literasi, pemahaman regulasi, dan kemampuan teknis guna menunjang tugas-tugas pengawasan,” katanya.

Menutup amanat apel, Muhammad Muchid mengajak jajaran sekretariat untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai bentuk pembelajaran, baik formal maupun mandiri.
“SDM adalah aset utama. Saya berharap kita semua terus meningkatkan kemampuan diri. Jangan berhenti belajar.” pesannya.

Penulis dan Foto: Victor Al

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro