Konsolidasi Pelaksanaan Pengembangan Pusat Pengawasan Partisipatif Tahun 2021
|
Gresik, bojonegoro.bawaslu.go.id – Berkaitan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan dan hubungan antar lembaga Bawaslu di tingkat Kabupaten/Kota, Bawaslu Bojonegoro mengikuti konsolidasi pelaksanaan pengembangan pusat pengawasan partisipatif tahun 2021, Senin (22/02/2021).
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Bawaslu Jatim, Muhammad Amin, Anggota Bawaslu Jawa Timur Totok Hariono dan Eka Rahmawati dan Aang Kunaifi serta dihadiri oleh Kordiv Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga Bawaslu Kabupaten/ Kota se-Jawa Timur dan perwakilan beberapa lembaga dan organisasi yang berkompeten dalam pemilu se-Jawa Timur. Selain itu hadir juga sebagai Narasumber yaitu Dr. Muhammad Zamroni, SH, M.Hum, Dekan Fakultas Hukum Universitas Ma’arif Hasyim Latif Sidoarjo dan Dr. Abdul Chalik, MA, Dosen UINSA Surabaya.
Terkait kegiatan tersebut Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jatim, Aang Kunaifi menyampaikan bahwa kegiatan yang diselenggatakan oleh Bawaslu Jawa Timur tersebut bertempat di Hotel Aston Inn Gresik sebagai bentuk untuk mempersiapkan Pemilu yang akan datang pada tahun 2024, yaitu Pemilihan Presiden, Legislatif dan Pilkada.
Selain itu seperti yang disampaikan oleh Moh. Amin bahwa setelah berakhirnya Pilkada, tahun ini akan memaksimalkan pengembangan pengawasan partisipatif dengan melakukan pendidikan dan pelatihan kepemiluan untuk masyarakat seperti halnya SKPP.
“Masyarakat harus terlibat dalam usaha mensukseskan pemilu dan pilkada tersebut. Sejak tahun 2018 Bawaslu melakukan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif guna ikut melibatkan masyarakat dalam pengawasan pemilu dan pilkada dengan memberikan pengetahuan dan ketrampilan dalam hal kepemiluan dan pengawasan pemilu”, ungkapnya.
Selanjutnya ia menjelaskan bahwa pemilu dan pilkada itu merupakan hajatan bersama dan tanggung jawab bersama tidak hanya tenggung jawab penyelenggara saja. Ia juga mengingatkan setelah pelaksanaan Pilkada ini agar dipikirkan matang-matang jika menemui atau bersilaturahmi kepada pemenang dalam Pilkada atau memberi ucapan selamat kepada pemenang Pilkada. Bisa jadi yang ditafsirkan Bawaslu dianggap tidak netral.
Hadir dari Bawaslu Bojonegoro Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga, Moch. Zaenuri.
