Lompat ke isi utama

Berita

Internalisasi Nilai Kartini, Bawaslu Bojonegoro Teguhkan Integritas Melalui Apel Pagi

weni

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data & Informasi, Weni Andriani, S.Pd., bertindak sebagai pembina apel. Tekankan peneladanan nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini.

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Bawaslu Kabupaten Bojonegoro menggelar apel pagi pada Senin, 27 April 2026, di halaman kantor Bawaslu Bojonegoro, Jalan Pahlawan Nomor 7. Apel yang berlangsung tertib dan khidmat ini diikuti oleh seluruh jajaran staf sekretariat. Bertindak sebagai pembina apel, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data & Informasi, Weni Andriani, S.Pd., menyampaikan amanat yang menekankan pentingnya kedisiplinan, peningkatan kinerja, serta peneladanan nilai-nilai perjuangan R.A. Kartini.

Mengawali amanatnya, Weni memberikan apresiasi atas kedisiplinan jajaran sekretariat yang hadir tepat waktu. Ia menegaskan bahwa disiplin merupakan fondasi utama dalam membangun kinerja kelembagaan yang profesional dan berintegritas.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran teman-teman kesekretariatan yang sudah tepat waktu. Disiplin ini harus kita jaga bersama, karena dari sinilah kinerja yang baik itu dibangun,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk senantiasa bersyukur atas nikmat kesehatan yang diberikan oleh Allah SWT, sehingga dapat menjalankan tugas dengan optimal.

“Alhamdulillah, kita masih diberikan kesehatan, bisa bangun pagi dan bekerja. Ini patut kita syukuri dengan cara meningkatkan kualitas kerja kita,” tuturnya.

Memasuki akhir bulan April, Weni mengingatkan pentingnya evaluasi dan refleksi terhadap capaian kerja yang telah dilalui selama hampir satu bulan. Ia mendorong seluruh staf untuk menjadikan momen ini sebagai pijakan dalam meningkatkan kinerja menjelang bulan berikutnya.

“Hari ini sudah tanggal 27 April, artinya hampir satu bulan kita bekerja. Sebentar lagi kita memasuki bulan Mei. Mari kita tingkatkan kinerja kita, perbaiki yang kurang, dan optimalkan yang sudah baik,” tegasnya.

Dalam suasana peringatan Hari Kartini, Weni memberikan penekanan khusus pada pentingnya meneladani nilai-nilai perjuangan Kartini secara substantif, tidak sekadar seremonial. Ia menyoroti beberapa nilai utama, yakni pendidikan, keberanian dalam kebenaran, emansipasi, dan kesetaraan.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya dimaknai sebagai capaian gelar akademik, melainkan sebagai proses pembentukan karakter, pola pikir, dan integritas.

“Kartini mengajarkan bahwa pendidikan bukan hanya soal gelar sarjana. Pendidikan adalah tentang bagaimana kita berpikir, bersikap, dan berani menentukan mana yang benar dan mana yang tidak,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberanian untuk menyuarakan kebenaran menjadi prinsip penting yang harus dipegang oleh setiap insan pengawas.

“Kita harus berani dan benar. Berani menyampaikan kebenaran, dan benar dalam setiap tindakan. Jangan sampai kita tahu yang benar, tetapi tidak berani menyampaikannya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Weni juga menekankan pentingnya memahami makna emansipasi dan kesetaraan secara tepat. Ia menyampaikan bahwa perjuangan Kartini telah membuka ruang bagi perempuan untuk memperoleh hak dan kesempatan yang sama, terutama dalam pendidikan dan peran sosial.

“Emansipasi bukan sekadar kesetaraan hak, tetapi juga kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi. Perempuan dan laki-laki memiliki ruang yang setara untuk berkarya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kesetaraan yang dimaksud adalah keadilan dalam memberikan kesempatan, bukan menyamakan segala hal tanpa mempertimbangkan konteks dan kapasitas.

“Kesetaraan adalah tentang keadilan. Memberikan ruang yang sama tanpa diskriminasi, sehingga tercipta lingkungan kerja yang profesional dan saling menghargai,” imbuhnya.

Selain menekankan nilai-nilai Kartini, Weni juga memberikan penguatan terkait filosofi kerja dan kehidupan, bahwa setiap keberhasilan tidak terlepas dari proses dan perjuangan yang tidak mudah. Ia mengingatkan bahwa di balik setiap kenikmatan, terdapat usaha dan kesungguhan yang harus dilalui.

“Dalam kehidupan ini, tidak ada hasil yang instan. Dibalik semua kenikmatan, pasti ada proses, ada kerja keras, dan ada kesungguhan. Jangan takut dengan kesulitan, karena dari situlah kita belajar dan tumbuh,” tuturnya.

Ia mengaitkan hal tersebut dengan prinsip bahwa setiap kesulitan akan diiringi dengan kemudahan, sehingga setiap tantangan harus dihadapi dengan keteguhan dan optimisme.

“Kalau hari ini kita merasa lelah, itu bagian dari proses. Kalau ada tantangan, itu bagian dari pembelajaran. Yang penting kita tetap konsisten, tidak mudah menyerah, dan terus memperbaiki diri,” lanjutnya.

Mengakhiri amanatnya, Weni mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan semangat ’Habis Gelap Terbitlah Terang’ sebagai motivasi dalam menjalankan tugas dan menghadapi berbagai dinamika pekerjaan.

“Filosofi ini mengajarkan bahwa setiap kesulitan pasti akan ada jalan keluar. Selama kita bekerja dengan integritas dan semangat, insyaallah akan ada hasil yang baik,” pungkasnya.

Melalui apel pagi ini, Bawaslu Bojonegoro tidak hanya memperkuat kedisiplinan internal, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus meneladani nilai-nilai perjuangan Kartini, memperkuat integritas, serta meningkatkan kinerja dalam memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Penulis dan Foto: Victor dan Bayu

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro