Jaga Kepercayaan Publik, Muchid Tekankan Disiplin dan Kinerja Nyata dalam Apel Pagi
|
Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Semangat disiplin dan produktivitas kembali ditegaskan dalam Apel Rutin Senin Pagi yang digelar Bawaslu Kabupaten Bojonegoro di halaman kantor setempat, Senin pagi. Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan komitmen seluruh jajaran untuk terus menjaga kinerja kelembagaan sekaligus mempertahankan kepercayaan publik terhadap Bawaslu.
Bertindak sebagai pembina apel, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos. Apel turut dihadiri Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan H. Moch Zaenuri, S.T., Kepala Subbagian Penanganan Pelanggaran & Penyelesaian Sengketa Septian Eko Santoso, S.H., serta diikuti seluruh staf sekretariat Bawaslu Kabupaten Bojonegoro.
Dalam amanatnya, Muchid mengajak seluruh jajaran untuk tetap menjaga semangat kerja di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan penerapan pola kerja yang mengombinasikan kehadiran kantor dengan work from home (WFH). Menurutnya, perubahan pola kerja tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan maupun tanggung jawab yang diemban oleh setiap pegawai.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini pekerjaan-pekerjaan kelembagaan Bawaslu tetap berjalan dan membutuhkan perhatian serta penyelesaian yang maksimal. Karena itu, setiap tugas yang diberikan harus dapat dituntaskan dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
"Walaupun saat ini terdapat kebijakan efisiensi dan sebagian aktivitas pekerjaan dilakukan melalui pola WFH, saya mengajak seluruh jajaran untuk tetap menjaga ritme kerja dan profesionalitas. Masyarakat tidak melihat bagaimana cara kita bekerja, tetapi akan melihat hasil kerja yang kita tunjukkan. Karena itu, setiap tugas yang menjadi tanggung jawab kita harus diselesaikan secara maksimal, tepat waktu, dan memiliki manfaat yang nyata. Dengan demikian, Bawaslu dapat terus menunjukkan bahwa lembaga ini tetap produktif, aktif bekerja, dan mampu mempertanggungjawabkan seluruh pelaksanaan tugasnya kepada publik," tegas Muchid.
Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya menjaga citra dan marwah lembaga. Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap Bawaslu dibangun melalui konsistensi kerja, profesionalitas, serta kemampuan lembaga dalam menunjukkan hasil kerja yang nyata.
Muchid menilai bahwa masyarakat berhak mengetahui berbagai aktivitas dan kinerja yang dilakukan Bawaslu. Oleh karena itu, seluruh jajaran diminta untuk tidak memberikan ruang bagi munculnya penilaian negatif yang dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu tersebut.
“Jangan sampai masyarakat menilai Bawaslu sebagai lembaga yang tidak bekerja. Apa yang kita kerjakan selama ini dapat dilihat oleh publik melalui berbagai kanal informasi yang dimiliki Bawaslu Kabupaten Bojonegoro,” tegasnya.
Menurutnya, berbagai kegiatan pengawasan, pencegahan, penguatan kelembagaan, hingga aktivitas internal yang dilakukan Bawaslu selama ini telah dipublikasikan secara berkala melalui website resmi dan akun media sosial Bawaslu Kabupaten Bojonegoro. Publikasi tersebut menjadi salah satu bentuk akuntabilitas lembaga kepada masyarakat.
Selain produktivitas kerja, Muchid juga menyoroti pentingnya kedisiplinan sebagai fondasi utama dalam menjaga profesionalitas organisasi. Ia mengingatkan bahwa ketidakdisiplinan sekecil apa pun dapat berdampak pada penilaian masyarakat terhadap kinerja lembaga secara keseluruhan.
“Kita harus menjaga disiplin dalam setiap pekerjaan. Jangan sampai karena ketidakdisiplinan, masyarakat menjadi tidak yakin terhadap kinerja Bawaslu. Disiplin bukan hanya soal kehadiran, tetapi juga tentang tanggung jawab menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan tepat waktu,” ujarnya.
Ia pun mengajak seluruh jajaran untuk terus menjaga nama baik lembaga melalui sikap, perilaku, dan etos kerja yang mencerminkan nilai-nilai profesionalitas, integritas, dan tanggung jawab sebagai penyelenggara pengawasan pemilu.
Pada kesempatan yang sama, Muchid juga menyampaikan pesan kepada tujuh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu Kabupaten Bojonegoro yang pada hari ini mengikuti kegiatan Orientasi PPPK Bawaslu se-Jawa Timur Tahun 2026 secara daring. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan tersebut secara serius hingga selesai sebagai bekal dalam menjalankan tugas di lingkungan Bawaslu.
“Orientasi ini merupakan kesempatan yang baik untuk menambah wawasan, pemahaman kelembagaan, dan kapasitas sebagai aparatur. Ikuti dengan tertib, disiplin, dan sampai selesai agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan,” pungkasnya.
Penulis dan Foto: Victor dan Farrel
Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro