Lompat ke isi utama

Berita

Gandeng Gen Z, Bawaslu Bojonegoro Dorong Pengawasan Partisipatif di SMAN 3 Bojonegoro

WENI

Weni Andriani, S.Pd (tengah) saat bersama siswa-siswi SMA Negeri 3 Bojonegoro

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Suasana Gedung BSC SMAN 3 Bojonegoro pada rabu pagi tampak lebih hidup dari biasanya. Ratusan siswa yang merupakan pemilih pemula berkumpul untuk mengikuti Sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang digelar oleh Bawaslu Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu untuk menanamkan pemahaman kepemiluan sejak dini sekaligus merangkul generasi muda khususnya Gen Z agar lebih peduli dan terlibat aktif dalam menjaga proses demokrasi.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi, Weni Andriani, S.Pd., hadir berikan pengetahuan tentang pengawasan partisipatif pemilih pemula. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan dekat dengan dunia pelajar, Weni berhasil menarik perhatian para siswa sejak awal sesi.

Dalam paparannya, Weni menjelaskan bahwa program sosialisasi ke sekolah-sekolah merupakan agenda strategis Bawaslu Bojonegoro untuk merangkul generasi muda agar lebih melek demokrasi.

“Bawaslu Bojonegoro menggandeng Gen Z yang notabennya sebagai pemilih pemula dengan memperkenalkan seputar kepemiluan, tugas-tugas pengawasan Bawaslu, serta apa peran yang dapat diambil oleh para pemilih pemula dalam perhelatan pesta demokrasi,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, para siswa diajak memahami berbagai bentuk pelanggaran pemilu, peran masyarakat dalam menciptakan pemilu yang bersih, serta pentingnya kemampuan memilah informasi di era digital. Weni turut menekankan bahwa pelajar memiliki karakteristik yang sangat cocok untuk menjadi pengawas partisipatif.

“Sebagai pelajar, tentunya sikap kritis dan rasa ingin tahu yang tinggi sangat cocok dijadikan dasar dan modal untuk menjadi pengawas partisipatif.” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Weni juga menyoroti besarnya potensi Gen Z dalam ekosistem pengawasan pemilu. Generasi ini dianggap memiliki kelebihan dalam hal literasi digital, kecepatan mengakses informasi, serta keberanian untuk menyuarakan kebenaran.

“Dengan kemampuan dan akses terhadap teknologi, kami sangat yakin Gen Z memiliki potensi besar menjadi agen perubahan dalam mendorong terciptanya pemilu yang jurdil,” pungkasnya.

Selama sesi berlangsung, para siswa tampak antusias, aktif bertanya, dan berdiskusi mengenai berbagai isu kepemiluan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti hoaks, politik uang, serta bagaimana cara melaporkan pelanggaran. Dari respons tersebut, tampak jelas bahwa generasi muda di SMAN 3 Bojonegoro memiliki minat tinggi untuk berperan dalam proses demokrasi.

Melalui sosialisasi seperti ini, Bawaslu Bojonegoro berharap lahir generasi pemilih yang cerdas, kritis, dan berintegritas. Selain itu, program ini juga menjadi langkah nyata dalam menciptakan budaya pengawasan yang kuat di masyarakat, terutama di kalangan pemuda yang kelak menjadi penentu arah masa depan Indonesia.

Dengan keterlibatan aktif Gen Z, Bawaslu Bojonegoro optimis bahwa pelaksanaan pemilu mendatang dapat berlangsung lebih jujur, adil, dan demokratis. Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menginspirasi para siswa untuk mengambil peran langsung dalam menjaga marwah demokrasi di tanah air.

Penulis dan Foto: Hana dan Rifa

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro