Dari Apel Pagi hingga Agenda Besar: Bawaslu Bojonegoro Perkuat Ritme Kerja dan Kekompakan
|
Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Senin pagi di halaman Kantor Bawaslu Kabupaten Bojonegoro kembali menjadi ruang untuk menyatukan langkah. Di tengah agenda kelembagaan yang semakin padat sepanjang Agustus, seluruh jajaran sekretariat berkumpul dalam Apel Pagi, Senin (10/8/2026), sebagai penanda dimulainya kembali aktivitas kerja dalam sepekan ke depan.
Apel dipimpin oleh H. Moch Zaenuri, S.T., Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat (SDMO & Diklat) Bawaslu Kabupaten Bojonegoro. Turut hadir Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., serta Kepala Subbagian Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (PPPS) Septian Eko Santoso, S.H., serta seluruh jajaran sekretariat, mulai dari PNS, PPPK hingga Tenaga Pendukung, yang mengikuti apel dengan tertib.
Dalam amanatnya, Moch Zaenuri mengingatkan bahwa setiap Senin memiliki arti penting dalam menjaga ritme kerja organisasi. Pekan baru perlu dimulai dengan evaluasi, sementara pekerjaan yang telah dilakukan pada pekan sebelumnya menjadi pijakan untuk menentukan langkah berikutnya.
“Seperti biasa, hari Senin adalah untuk mengawali kerja dalam sepekan ke depan dan untuk mengevaluasi apa yang sudah dikerjakan seminggu lalu,” ujarnya.
Memasuki bulan Agustus, ritme kerja Bawaslu Kabupaten Bojonegoro disebut semakin padat. Sejumlah agenda telah menanti dan membutuhkan kesiapan seluruh jajaran, baik dalam proses perencanaan, pelaksanaan maupun penyelesaiannya.
Salah satu pekerjaan yang tengah dipersiapkan adalah produksi podcast Bawaslu Kabupaten Bojonegoro. Tidak berhenti pada tahap produksi, podcast tersebut terlebih dahulu membutuhkan pengonsepan yang matang agar pesan kelembagaan dapat dikemas secara menarik dan mudah diterima masyarakat.
Ruang komunikasi publik juga akan diperkuat melalui produksi video Bawaslu Membelajarkan Volume 2. Program ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu dalam menghadirkan edukasi yang dikemas melalui medium audio visual, sehingga informasi dan pengetahuan kepemiluan dapat menjangkau masyarakat dengan cara yang lebih komunikatif.
“Di bulan Agustus ini kita padat dengan kegiatan-kegiatan. Mulai dari penyusunan dan pengonsepan podcast, pembuatan video Bawaslu Membelajarkan Volume 2,” kata Moch Zaenuri.
Tidak hanya berkutat pada pekerjaan substantif, Agustus juga menjadi bulan yang memiliki sejumlah momentum penting bagi kelembagaan dan kebangsaan.
Pada 15 Agustus, Bawaslu Kabupaten/Kota akan memperingati hari ulang tahunnya. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali melihat perjalanan kelembagaan pengawas pemilu sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kepada masyarakat.
Semangat Agustus kemudian berlanjut pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk menyemarakkan momentum tersebut, Bawaslu Kabupaten Bojonegoro juga akan menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan jajaran internal.
Di sisi lain, Moch Zaenuri mengingatkan bahwa ritme kerja kelembagaan tidak hanya ditopang oleh pelaksanaan tugas di lapangan, tetapi juga oleh ketertiban dalam pekerjaan administratif. Salah satu hal yang perlu segera dituntaskan adalah pengisian instrumen beban kerja masing-masing pegawai.
Ia meminta agar setiap pegawai mengisi instrumen tersebut secara objektif, berdasarkan pekerjaan yang benar-benar dilaksanakan. Data yang disampaikan diharapkan mampu menggambarkan beban dan tanggung jawab pegawai secara faktual, bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif.
“Untuk pengisian instrumen beban kerja masing-masing pegawai agar segera diisi sesuai dengan kondisi fakta,” tegasnya.
Dengan pencatatan yang sesuai kondisi riil, instrumen beban kerja diharapkan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat distribusi pekerjaan, mengidentifikasi kebutuhan organisasi, sekaligus mendukung pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif.
Penulis dan Foto: Victor
Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro