Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kabupaten Bojonegoro Gelar Rapat Persiapan Pengawasan Pleno PDPB Triwulan ke- IV bersama KPU

muchid

Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos, saat sampaikan hasil pengawasan di lapangan

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Senin, 24 November 2025, Bawaslu dan KPU Bojonegoro duduk bersama untuk membahas persiapan Pleno Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan ke IV. Rapat ini sekaligus menjadi ruang evaluasi bersama atas rangkaian pengawasan, uji petik, dan pencocokan data pemilih yang telah dilakukan sepanjang periode berjalan.

Rapat dihadiri oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Bojonegoro, Kepala Sekretariat, BPP, Kasubbag, Staf Sekretariat Bawaslu, dan peserta magang dari SMKN Sekar, turut mengundang Ketua KPU Bojonegoro Robby Adi Perwira dan Anggota Lilik Mustafidah.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., membuka rapat dengan penegasan bahwa koordinasi erat dengan KPU merupakan kunci suksesnya pelaksanaan pleno PDPB.

“Hari ini kami menyampaikan teknis serta hasil pengawasan selama Triwulan IV. Harapannya, temuan ini dapat menjadi dasar koordinasi antara Bawaslu dan KPU agar kegiatan PDPB dapat terlaksana dengan baik atas nama penyelenggara pemilu,” jelasnya.

Dengan semakin dekatnya pelaksanaan pleno PDPB oleh KPU, pertemuan ini menjadi momen penting untuk menyinkronkan data dan memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., menyampaikan rangkaian hasil pengawasan lapangan yang telah dilakukan sejak Triwulan II. Ia menjelaskan bahwa Bawaslu Bojonegoro telah melakukan uji petik di berbagai desa, kecamatan, dan lembaga pendidikan.

Uji petik dilakukan bekerja sama dengan berbagai pihak, terutama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil karena menyangkut validitas data kependudukan. Selain itu, koordinasi juga dijalin dengan Polres, Kodim, pemerintah kecamatan dan desa, serta Dinas Pendidikan dan Kemenag untuk memperoleh data pemilih pemula dari sekolah dan pesantren.

Sasaran utama pengawasan ini adalah pemilih pemula usia 17 tahun atau warga yang belum 17 tahun tetapi sudah menikah. Seluruh staf Bawaslu terlibat dalam uji petik guna memastikan kelengkapan data menuju Pemilu 2029.

Terkait Pencocokan Terbatas (coktas), Bawaslu Kabupaten Bojonegoro melaporkan bahwa kegiatan tersebut difokuskan pada pemilih berusia di atas 100 tahun. Namun, pelaksanaannya harus menyesuaikan dengan jadwal KPU yang kerap berubah, sehingga berpengaruh pada efektivitas pengawasan.

“Kedepan, kami berharap koordinasi penjadwalan bisa lebih baik agar pelaksanaan pengawasan lebih efisien,” ujar Muchid.

Ia menambahkan bahwa uji petik lanjutan akan dilaksanakan pada bulan November, khususnya di SMA/SMK/MA dan pesantren, untuk memastikan setiap siswa yang telah genap berusia 17 tahun terdata sebagai pemilih. Selain uji petik, Bawaslu juga akan melakukan sosialisasi terhadap pemilih pemula melalui kegiatan OSIS atau agenda sekolah lainnya, serta menjajaki kerja sama dengan sekolah melalui MoU.

Ketua KPU Bojonegoro, Robby Adi Perwira, menegaskan bahwa koordinasi antara KPU dan Bawaslu sangat penting untuk memastikan pemutakhiran data pemilih berjalan akurat.

“Koordinasi ini sangat penting demi PDPB yang semakin baik. Dalam pelaksanaan coktas pun kami berharap dapat berjalan selaras dengan Bawaslu,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota KPU Divisi Perencanaan, Data dan Informasi, Lilik Mustafidah, menjelaskan bahwa KPU akan melaksanakan coktas pada 26–28 November 2025. Meski memiliki rentang waktu tiga hari, coktas direncanakan berlangsung selama dua hari dan menyasar pemilih invalid, pemilih TMS meninggal dunia, serta pemilih luar negeri melalui metode sampling.

Lilik juga mengingatkan bahwa data Triwulan IV tidak sepenuhnya data baru karena sebagian merupakan data Triwulan III yang diturunkan kembali. Untuk itu, ia meminta agar setiap data yang akan dibawa pada pleno dilengkapi bukti pendukung seperti akta kematian, surat pindah domisili, dan dokumen pendukung lainnya.

Rapat kali ini menegaskan kembali pentingnya sinergi antara Bawaslu dan KPU dalam menjaga kualitas data pemilih. Berbagai temuan lapangan, hasil uji petik, serta rencana kegiatan ke depan menjadi modal utama untuk memastikan pleno PDPB Triwulan IV dapat berjalan lancar dan menghasilkan data yang valid.

Dengan koordinasi yang semakin erat, Bawaslu Bojonegoro dan KPU Bojonegoro optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pemutakhiran data pemilih menuju Pemilu 2029.

Penulis dan Foto: Victor A.L dan Desandra

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro