Bawaslu Bojonegoro Terima Mahasiswa Magang Universitas Bojonegoro, Dorong Pembelajaran Kepemiluan dan Demokrasi
|
Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id – Senin (5/1), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro resmi menerima mahasiswa magang dari Fakultas Hukum Universitas Bojonegoro (Unigoro). Program magang ini menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Bojonegoro dalam membuka ruang pembelajaran praktis kepemiluan dan demokrasi bagi kalangan akademisi, khususnya mahasiswa.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., menyampaikan bahwa Bawaslu dengan terbuka menerima mahasiswa Unigoro untuk melaksanakan magang selama satu bulan. Meski diakui keterbatasan sarana dan ruang kerja, pihaknya memastikan bahwa mahasiswa tetap akan mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan yang relevan dengan keilmuan mereka.
“Kami menerima teman-teman semua untuk magang di Bawaslu Kabupaten Bojonegoro. Waktunya memang sebulan, dan meskipun tempat kami belum terlalu representatif, jangan khawatir, karena dari sisi keilmuan masih banyak yang bisa digali,” ujarnya.
Sebagai bagian dari proses pembelajaran, peserta magang akan diberikan tantangan (challenge) berupa penulisan artikel yang mengangkat tema kepemiluan dan demokrasi. Hal ini bertujuan untuk melatih kemampuan analisis, literasi demokrasi, serta keterampilan komunikasi publik mahasiswa.
Dr. Handoko juga menuturkan pada masa non-tahapan Pemilu aktivitas magang akan lebih difokuskan pada pekerjaan administrasi, diskusi kepemiluan, serta keikutsertaan dalam berbagai kegiatan daring yang diselenggarakan Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi, maupun Bawaslu Kabupaten/Kota. Menurutnya, magang ini menjadi ruang belajar nyata dengan pendekatan learning by doing.
“Kami menerima teman-teman untuk belajar. Learning by doing, belajar sambil berjalan,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan Universitas Bojonegoro, M. Abdim Munib selaku Dosen Fakultas Hukum menyampaikan apresiasi atas penerimaan yang diberikan oleh Bawaslu Bojonegoro. Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas perkembangan kelembagaan Bawaslu yang kini telah menjadi satuan kerja mandiri, baik secara kelembagaan maupun keuangan.
“Alhamdulillah, Bawaslu sudah menjadi satker mandiri. Kami mengucapkan terima kasih atas penerimaan yang dilakukan pimpinan Bawaslu Bojonegoro. Semoga kebaikan ini mendapat balasan dari Allah SWT,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan magang terdapat kekurangan dari mahasiswa, serta mempersilakan Bawaslu untuk menegur apabila terdapat kesalahan. Terkait pengaturan ruang dan waktu, Munip menekankan fleksibilitas selama tidak mengurangi semangat mahasiswa dalam menimba ilmu.
“Ruang dan waktu monggo disesuaikan, sesuai kebijakan Bawaslu. Yang penting sesuai substansi dari tujuan magang bisa tercapai. Bawaslu adalah lembaga pemerintah secara permanen, banyak pelajaran yang bisa diambil dari para senior sebagai penjaga dan pengawal demokrasi,” tambahnya.
Ia juga mendorong mahasiswa magang untuk ikut berperan dalam membantu branding positif Bawaslu melalui pengelolaan media sosial dan pengisian ruang publik dengan konten edukatif. Menurutnya, mahasiswa perlu belajar tidak hanya secara teori, tetapi juga praktik langsung dalam menyosialisasikan peran dan fungsi Bawaslu kepada masyarakat.
Dengan adanya program magang ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara Bawaslu Kabupaten Bojonegoro dan Universitas Bojonegoro dalam memperkuat literasi demokrasi serta mencetak generasi muda yang peduli terhadap pengawasan Pemilu.
Penulis dan Foto: Victor dan Alfan
Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro