Bawaslu Bojonegoro Percepat Langkah di 2026. Rapat Internal Bahas Akselerasi Program dan Tindaklanjut Penguatan Kelembagaan
|
Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Bawaslu Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Internal Akselerasi Program Tahun 2026 dan Tindak Lanjut Penguatan Kelembagaan, Senin (12/1/2026), bertempat di Media Center Bawaslu Bojonegoro. Rapat ini menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah antara pimpinan dan sekretariat dalam menyiapkan program kerja yang adaptif, terencana, dan berorientasi pada penguatan kelembagaan.
Rapat dihadiri oleh Ketua dan Anggota, Kasubbag PPPS, Staf CPNS, serta Staf PPPK Bawaslu Kabupaten Bojonegoro. Suasana rapat berlangsung dinamis, terbuka, dan penuh diskusi, mencerminkan semangat bersama untuk melakukan akselerasi kinerja sejak awal tahun.
Mengawali rapat, Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., menegaskan pentingnya tindaklanjut konkret atas hasil pleno pimpinan. Ia menekankan bahwa hasil pleno tidak berhenti pada tataran konsep, namun harus segera diturunkan menjadi langkah operasional secara kolektif.
"Penguatan kelembagaan di tahun 2026 kita fokuskan pada replikasi praktik baik, kewajibannya akuntabilitas keuangan, modernisasi birokrasi untuk eksternal, serta pengolahan data,” tambahnya.
Terkait perencanaan program, Handoko menyampaikan bahwa setiap divisi diminta menyusun program kerja 2026 dengan RBM (Result Based Manajemen), mulai dari outcome, output, intervensi logis, asumsi/resiko. Format tersebut diharapkan mampu menyederhanakan perencanaan tanpa mengurangi substansi, dan selalu dapat diukur.
Sementara itu, Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan, H. Moch. Zaenuri, S.T., menekankan bahwa pelaksanaan kegiatan tidak harus menunggu RAB secara formal. Menurutnya, regulasi yang ada sudah memberi ruang bagi pelaksanaan kegiatan baik yang bersifat budgeter maupun non-budgeter.
"Kita tidak perlu menunggu RAB. Dalam Perbawaslu Nomor 3 Tahun 2022 sudah jelas ruang kegiatannya. Itu bisa menjadi target utama kegiatan yang kita susun,” jelas Zaenuri.
Ia juga mengusulkan pola kerja yang lebih disiplin dengan koordinasi rutin setiap hari senin dan evaluasi setiap hari jum’at, sebagai upaya menjaga ritme kerja dan progres program.
Pandangan serupa disampaikan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data & Informasi, Weni Andriani, S.Pd.
"Sederhananya, setiap divisi bisa menyusun kegiatan, dikumpulkan, lalu dibuatkan timeline. Dengan begitu, setiap minggu ada kegiatan yang berjalan,” ungkapnya.
Dalam evaluasi kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakaat dan Hubungan Masyarakat, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., memberikan catatan agar materi yang disampaikan di sekolah-sekolah dapat lebih disederhanakan dan komunikatif.
"Materinya memang agak berat, tapi saya yakin pimpinan punya improvisasi agar pesan bisa diterima. Staf juga jangan hanya mendampingi, tapi ikut berperan aktif, misalnya dengan memandu di sesi ice breaking,” sarannya.
Ia juga menekankan agar sisa jadwal sosialisasi dapat dipastikan kembali kesediaannya, serta pelatihan dan diklat difokuskan sesuai kebutuhan.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Handoko kembali menegaskan pola kerja yang akan diterapkan.
"Kita lakukan perencanaan setiap hari senin dan evaluasi setiap hari jum’at. Dengan begitu, semua bergerak dalam irama yang sama,” tegasnya.
Sebagai kesimpulan, rapat ini menjadi ruang pembelajaran dan upgrading bagi seluruh jajaran sekretariat Bawaslu Bojonegoro. Dengan memaksimalkan sumber daya yang ada, baik internal maupun eksternal, Bawaslu Bojonegoro optimistis dapat mempercepat akselerasi program tahun 2026 sekaligus memperkuat kelembagaan secara berkelanjutan.
"Percayalah, ini semua adalah bagian dari proses penguatan kapasitas kita bersama,” menjadi pesan penutup Ketua Bawaslu Bojonegoro yang menguatkan semangat kolektif dalam rapat tersebut.
Penulis dan Foto: Rifa dan Victor
Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro