Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bojonegoro Ikuti Upgrade Humas Series #1, Perkuat Kompetensi Penulisan Berita Efektif

PIMPINAN

Staf Divisi Humas Bawaslu Kabupaten Bojonegoro saat mengikuti zoom meeting Upgrade Humas Series #1

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Bawaslu Kabupaten Bojonegoro melalui jajaran Divisi Humas mengikuti kegiatan Upgrade Humas Series #1: “Penulisan Berita Efektif” yang diselenggarakan Bawaslu Republik Indonesia, Senin (14/9/2026). Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan diikuti jajaran humas Bawaslu dari seluruh Indonesia.

Kegiatan menghadirkan Vidi Vici Batlone, Producer and News Presenter Kompas TV, sebagai narasumber. Pelatihan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut penguatan kapasitas kehumasan, khususnya dalam meningkatkan kemampuan jajaran Bawaslu dalam menyusun pemberitaan yang efektif, informatif, dan memiliki nilai bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Tenaga Ahli Bawaslu RI, Apriyanti Marwah, menyampaikan apresiasi dan salam hormat kepada seluruh jajaran sekretariat Bawaslu kabupaten/kota yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan, kegiatan Upgrade Humas Series merupakan tindak lanjut dari agenda evaluasi publikasi dan pemberitaan yang sebelumnya dilaksanakan di Surabaya.

“Semangat untuk sahabat humas se-Indonesia. Terima kasih dan salam hormat mewakili Ibu Kordiv kepada seluruh jajaran Kasek dan staf kabupaten/kota,” ujar Apriyanti.

Menurutnya, penguatan kapasitas humas memiliki landasan yang jelas dalam tata kelola kehumasan Bawaslu. Salah satunya melalui Peraturan Bawaslu Nomor 14 Tahun 2024 tentang Tata Kelola Kehumasan, yang kemudian diperkuat dengan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2025 mengenai pentingnya publikasi pada masa nontahapan.

Publikasi pada masa nontahapan, lanjut Apriyanti, memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi demokrasi masyarakat sekaligus memperkuat pemahaman publik mengenai peran dan fungsi Bawaslu dalam mendorong pengawasan partisipatif.

“Semoga ilmu baru dari narasumber nanti dapat sama-sama bisa kita aplikasikan,” katanya.

Apriyanti menekankan bahwa tugas humas Bawaslu tidak berhenti pada aktivitas membuat dan menerbitkan berita. Jajaran humas memiliki tanggung jawab untuk mengelola informasi kelembagaan agar memiliki nilai dan manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, terdapat tiga prinsip yang perlu menjadi perhatian dalam mengelola informasi kelembagaan. Pertama, jajaran humas harus mampu menemukan substansi dari setiap kegiatan yang akan diberitakan.

“Bukan sekadar kegiatan. Temukan substansi,” tegasnya.

Setiap pemberitaan perlu menjawab unsur dasar jurnalistik, yakni 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how). Dengan demikian, informasi yang disampaikan tidak hanya menceritakan bahwa sebuah kegiatan telah dilaksanakan, tetapi juga menjelaskan konteks, tujuan, serta manfaat kegiatan tersebut.

Prinsip kedua adalah menyampaikan informasi secara akurat. Ketepatan data, nama, waktu, tempat, substansi, maupun pernyataan narasumber menjadi bagian yang harus diperhatikan sebelum informasi dipublikasikan.

Sementara prinsip ketiga adalah melakukan publikasi secara terukur dan terus melakukan perbaikan. Menurut Apriyanti, pekerjaan humas tidak selesai ketika berita sudah dipublikasikan. Setelah informasi tayang, perlu dilakukan evaluasi terhadap respons masyarakat.

“Setelah publikasi tayang, kita lihat respons publik. Apakah berita mendapat atensi, interaksi, tidak sama sekali. Ini harus kita cek,” jelasnya.

Ia menambahkan, evaluasi tersebut penting untuk mengetahui sejauh mana informasi yang disampaikan benar-benar sampai kepada masyarakat. Dengan demikian, publikasi tidak berhenti pada kegiatan membuat konten, mengunggah, kemudian selesai.

“Tidak hanya sekadar mempublikasikan, posting dan selesai. Tapi seberapa jauh informasi yang kita berikan sampai kepada publik,” ujarnya.

Sementara itu, Regi dari Humas Bawaslu RI menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut atas hasil evaluasi publikasi dan pemberitaan yang telah dilakukan sebelumnya di Surabaya.

Menurutnya, materi yang diberikan dalam Upgrade Humas Series #1 diarahkan pada peningkatan kemampuan praktis jajaran humas, khususnya dalam menghasilkan pemberitaan yang efektif.

“Agenda kita adalah untuk tindak lanjut apa yang sudah disampaikan di Surabaya, berkaitan evaluasi pemberitaan. Untuk saat ini Humas Series 1, penulisan berita yang efektif,” ujar Regi.

Pada sesi tersebut, Vidi Vici Batlone dari Kompas TV memberikan materi mengenai penulisan berita efektif berdasarkan pengalaman dan praktik di dunia jurnalistik televisi. Kehadiran praktisi media diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi jajaran humas Bawaslu dalam mengemas informasi kelembagaan agar lebih menarik, mudah dipahami, sekaligus tetap memenuhi prinsip-prinsip jurnalistik.

Bagi Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk terus meningkatkan kapasitas jajaran humas dalam mengelola informasi kelembagaan. Penulisan berita yang baik diharapkan tidak hanya mampu mendokumentasikan aktivitas Bawaslu, tetapi juga menjadikan setiap informasi yang dipublikasikan memiliki nilai edukasi dan manfaat bagi masyarakat.

Penguatan kapasitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya Bawaslu Kabupaten Bojonegoro untuk terus menghadirkan informasi yang akurat, relevan, dan mudah dipahami publik, termasuk dalam masa nontahapan Pemilu.

Penulis dan Foto: Victor

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro