Bangun Kesadaran Demokrasi Sejak Dini, Bawaslu Bojonegoro Gelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif di SMKN 1 Bojonegoro
|
Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Kamis (27/11), ratusan siswa-siswi SMKN 1 Bojonegoro mengikuti Kegiatan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis Bawaslu dalam membangun kesadaran berdemokrasi sejak dini khususnya bagi generasi muda.
Dalam kegiatan ini Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., dan Kordiv Hukum & Penyelesaian Sengketa Bawaslu Bojonegoro Lia Andriani, S.Sos., hadir memberikan edukasi menyeluruh tentang pentingnya peran pemilih pemula dalam mewujudkan Pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala SMKN 1 Bojonegoro, Roedie Agus Setiyono, S.Pd., M.MPd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bawaslu Bojonegoro karena telah memilih sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan sosialisasi. Ia menegaskan bahwa sosialisasi ini sangat membantu pihak sekolah dalam memberikan pemahaman dasar mengenai demokrasi kepada siswa-siswi. Beliau juga berpesan kepada seluruh siswa agar mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh.
“Materi yang disampaikan hari ini penting untuk kalian sebagai pemilih pemula. Dengarkan baik-baik, pahami, dan manfaatkan untuk membentuk kesadaran kalian sebagai warga negara,” ujarnya.
Sesi berikutnya adalah sambutan dari Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos. Ia membuka paparannya dengan memperkenalkan Bawaslu serta susunan anggotanya di tingkat Kabupaten Bojonegoro. Muchid menyampaikan bahwa salah satu tujuan utama Bawaslu hadir di SMKN 1 Bojonegoro adalah untuk meningkatkan kesadaran politik serta partisipasi pemilih pemula dalam proses demokrasi.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa siswa bukan hanya berhak memilih, tetapi juga dapat terlibat dalam pengawasan partisipatif.
“Ketika kalian melihat atau menemukan dugaan pelanggaran dalam Pemilu atau Pemilihan, kalian berhak melaporkan. Ini bentuk kontribusi nyata dalam menjaga demokrasi,” jelasnya.
Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Lia Andriyani, S.Sos. Ia membuka materi dengan penjelasan tentang penyelenggara Pemilu dan struktur jajaran Bawaslu. Lia juga memaparkan dasar hukum, fungsi, serta peran penting Bawaslu dalam setiap tahapan pengawasan Pemilu.
Dalam sesi pemaparannya, ia memberikan penjelasan mengenai siapa saja warga negara yang berhak memilih serta pentingnya menjaga hak pilih dari berbagai bentuk pelanggaran. Para siswa mengikuti sesi ini dengan antusias, terlihat dari banyaknya yang mencatat poin-poin penting yang disampaikan.
Setelah materi selesai, sesi tanya jawab dibuka. Sebanyak enam siswi mengajukan pertanyaan seputar mekanisme pengawasan, proses pemutakhiran data pemilih, hingga teknis pelaporan dugaan pelanggaran. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, menunjukkan besarnya minat para siswa terhadap isu demokrasi dan kepemiluan.
Menjelang akhir kegiatan, Bawaslu Bojonegoro mengajak seluruh siswa untuk melakukan pengecekan Daftar Pemilih Tetap (DPT) melalui laman resmi KPU di cekdptonline. Hasilnya cukup mengejutkan, banyak siswa yang ternyata belum terdaftar dalam DPT online, meski sudah menginjak usia 17 tahun.
Menindaklanjuti hal tersebut, Bawaslu kemudian mengarahkan siswa untuk mengisi formulir pada tautan https://bit.ly/AwasiHakPilih. Data yang masuk akan direkap oleh Bawaslu Bojonegoro dan disampaikan kepada KPU sebagai bahan perbaikan agar hak pilih pemilih pemula dapat terjamin serta tidak terabaikan pada Pemilu mendatang.
Kegiatan sosialisasi ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga proses demokrasi di Indonesia. Melalui edukasi yang tepat dan ruang partisipasi yang dibuka lebar, diharapkan pemilih pemula di Bojonegoro semakin memahami hak serta tanggung jawabnya.
Penulis dan Foto: Winda dan victor
Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro