Apel Pagi: Ketua Tekankan Good Governance di Bawaslu Bojonegoro
|
Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Mengawali aktivitas kerja pada pekan terakhir bulan Juli, Bawaslu Kabupaten Bojonegoro kembali menggelar apel pagi di halaman kantor, Senin (27/7/2026). Apel yang diikuti seluruh jajaran sekretariat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., sebagai pembina apel.
Melalui amanatnya, Handoko mengajak seluruh jajaran untuk kembali meneguhkan komitmen membangun tata kelola kelembagaan (good governance) yang berangkat dari budaya kerja, bukan sekadar aturan administratif.
Menurutnya, kekuatan sebuah organisasi bertumpu pada kualitas sumber daya manusianya. Disiplin dan tanggung jawab, efektivitas kerja yang terukur, serta koordinasi dan kolaborasi yang solid merupakan fondasi utama untuk mewujudkan kinerja yang berkualitas, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik. Nilai-nilai tersebut menjadi kunci dalam membangun organisasi yang profesional sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Bawaslu.
"Good governance harus dimulai dari diri kita sendiri. Disiplin dan tanggung jawab adalah pondasinya. Disiplin bukan hanya tentang datang tepat waktu, tetapi juga tentang integritas dalam menjalankan amanah yang dipercayakan kepada kita," tegas Handoko.
Ia menilai budaya disiplin yang dibangun selama ini perlu terus dijaga dan ditingkatkan. Sebab, integritas dalam bekerja akan melahirkan kepercayaan, baik di lingkungan internal maupun di hadapan masyarakat sebagai penerima layanan kelembagaan.
Selain menekankan pentingnya integritas, Handoko juga memberikan apresiasi terhadap kinerja seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Bojonegoro. Ia menilai berbagai tugas dan tanggung jawab kelembagaan selama ini telah berjalan dengan baik. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa setiap pekerjaan harus tetap dilaksanakan secara efektif, memiliki ukuran keberhasilan yang jelas, dan menghasilkan keluaran yang nyata.
"Kerja kita selama ini sudah sangat efektif. Yang harus terus dijaga adalah bagaimana setiap pekerjaan memiliki target yang terukur, hasil yang jelas, dan memberikan manfaat bagi organisasi," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Handoko turut mengingatkan pentingnya membangun iklim kerja yang sehat melalui koordinasi dan kolaborasi. Menurutnya, keberhasilan lembaga bukan lahir dari kemampuan individu, melainkan dari kesediaan seluruh unsur organisasi untuk saling melengkapi dan bekerja sebagai satu tim.
Ia mengibaratkan Bawaslu sebagai sebuah tim yang kuat, bukan bergantung pada sosok "Superman" yang bekerja sendiri, melainkan seperti Avengers, di mana setiap pegawai memiliki peran, kelebihan, dan tanggung jawab yang saling melengkapi demi mencapai tujuan bersama. Menurutnya, organisasi yang profesional tidak membutuhkan pahlawan tunggal, tetapi membutuhkan super team yang solid, saling percaya, dan mampu bergerak dalam satu irama.
"Organisasi ini tidak dibangun di atas ketergantungan pada satu orang. Kita membangun super team, bukan Superman. Setiap pegawai memiliki kontribusi strategis sesuai kompetensinya. Ketika seluruh potensi tersebut disinergikan melalui koordinasi dan kolaborasi yang baik, organisasi akan menjadi lebih kuat, adaptif, dan mampu mencapai kinerja yang optimal," jelas Handoko.
Ia secara khusus mengajak seluruh pegawai meninggalkan sikap ego sektoral maupun rasa iri antar rekan kerja. Baginya, lingkungan kerja yang harmonis hanya dapat diwujudkan apabila setiap orang saling mendukung, berbagi peran, serta memiliki tujuan yang sama dalam memajukan organisasi.
"Jangan ada iri-irian. Mari bangun kerja sama yang baik. Koordinasi dan kolaborasi adalah kekuatan organisasi. Ketika kita mampu bekerja sebagai satu tim, pekerjaan sebesar apa pun akan lebih mudah diselesaikan," pesannya.
Amanat tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas sebuah lembaga tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga dari budaya kerja yang tumbuh di dalamnya. Disiplin yang berlandaskan integritas, efektivitas yang terukur, serta kolaborasi yang saling menguatkan menjadi modal penting bagi Bawaslu Kabupaten Bojonegoro untuk terus menghadirkan tata kelola kelembagaan yang profesional, akuntabel, dan adaptif dalam menjalankan fungsi pengawasan demokrasi.
Melalui semangat membangun super team, seluruh jajaran diharapkan terus memperkuat sinergi internal sehingga setiap tantangan kelembagaan dapat dihadapi secara bersama, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang semakin berkualitas.
Penulis dan Foto: Victor dan Alfan
Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro