Lompat ke isi utama

Berita

Seruan Pagi Ketua Bawaslu Bojonegoro: Percaya Diri, Terus Belajar, dan Berjiwa Pancasila Merdeka

PIMPINAN

Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., saat bertindak sebagai Pembina Apel. Ia mengajak seluruh peserta apel memaknai hari Senin bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan momentum awal untuk menyalakan energi positif dalam bekerja.

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Senin, 9 Februari 2026, seluruh jajaran sekretariat Bawaslu Kabupaten Bojonegoro berbaris rapi di halaman kantor. Apel Senin pagi ini menjadi penanda dimulainya aktivitas kerja dengan semangat kebersamaan serta kesiapan menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., bertindak sebagai pembina apel. Dengan nada tegas namun sarat motivasi, ia mengajak seluruh peserta apel memaknai hari Senin bukan sekadar rutinitas mingguan, melainkan momentum awal untuk menyalakan energi positif dalam bekerja.

“Senin itu S-nya Semangat. Kalau Senin kita sudah semangat, maka hari-hari berikutnya akan mengikuti,” ujar Handoko, disambut perhatian penuh dari seluruh peserta apel.

Dalam amanatnya, Handoko menekankan pentingnya membangun rasa percaya diri, khususnya dalam proses belajar dan pengembangan kapasitas diri. Ia mengingatkan bahwa rasa malu sering kali menjadi penghambat utama bagi seseorang untuk berkembang.

“Jangan pernah malu untuk belajar. Tidak ada yang langsung hebat. Semua belajar dari nol. Yang penting berani mencoba dan mau terus belajar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Handoko menguraikan bahwa kepercayaan diri tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pengenalan dan penguatan diri secara berkelanjutan. Ia mengajak seluruh jajaran untuk mengenali potensi diri, dengan memahami kekuatan dan kelemahan masing-masing, lalu memaksimalkan kelebihan yang dimiliki sebagai modal utama dalam bekerja.

Selain itu, ia mendorong seluruh peserta apel untuk berani mencoba dan tidak takut melangkah menghadapi hal-hal baru. Menurutnya, kepercayaan diri justru tumbuh ketika seseorang berani keluar dari zona nyaman dan menghadapi tantangan dengan sikap terbuka.

Dalam menghadapi berbagai dinamika pekerjaan, Handoko juga menekankan pentingnya berpikir positif. Sikap ini dinilai mampu menjaga ketenangan dalam menghadapi kesulitan atau rintangan, sekaligus menjadi sarana evaluasi diri untuk terus memperbaiki kualitas kerja.

Tak kalah penting, Handoko mengingatkan agar seluruh jajaran menghargai proses. Ia menegaskan bahwa prestasi bukanlah hasil yang instan, melainkan buah dari kerja keras, konsistensi, dan ketekunan yang dijalani secara berkelanjutan.

“Teruslah berusaha dan jangan mudah menyerah. Semua ada prosesnya,” pesannya.

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk fokus pada kemampuan, bukan semata-mata terpaku pada kekurangan. Dengan terus mengembangkan potensi diri, setiap individu diharapkan mampu tumbuh menjadi versi terbaik dari dirinya.

Sejalan dengan penguatan kapasitas personal, Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro turut menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada seluruh jajaran. Ia menegaskan bahwa setiap insan Bawaslu harus memiliki jiwa Pancasila Merdeka, yang tercermin dalam sikap, pola pikir, serta perilaku kerja sehari-hari.

“Jiwa Pancasila Merdeka itu terlihat dari cara kita saling menghargai, bergotong royong, berani bertanggung jawab, dan bekerja dengan integritas,” ujarnya menegaskan.

Apel Senin pagi tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan nilai kelembagaan. Tidak hanya sebagai rutinitas formal, apel dimaknai sebagai sarana membangun semangat kolektif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat soliditas internal di lingkungan Bawaslu Kabupaten Bojonegoro.

Penulis dan Foto: Victor

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro