Lompat ke isi utama

Berita

Rapat Sekata Bawaslu Bojonegoro, Momentum Konsolidasi Internal dan Penguatan Kinerja

PIMPINAN

Rapat Sekata (Senin Koordinasi & Tata Kelola) dipimpin oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., bersama anggota Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., Lia Andriyani, S.Sos., serta Weni Andriani, S.Pd., yang diikuti jajaran kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Bojonegoro

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Pascasuasana Idulfitri yang masih terasa hangat dimanfaatkan jajaran Bawaslu Kabupaten Bojonegoro untuk memperkuat konsolidasi internal melalui Rapat Senin Koordinasi dan Tata Kelola (Sekata) yang digelar di Media Center, Senin (06/04/2026). Rapat ini menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah, mengevaluasi kinerja, serta meneguhkan arah lembaga di usia ke-18.

Rapat dipimpin oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., bersama anggota Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., Lia Andriyani, S.Sos., serta Weni Andriani, S.Pd. Turut hadir Kasubbag PPPS Septian Eko Santoso, S.H., jajaran staf, dan mahasiswa magang dari UNUGIRI Bojonegoro.

Mengawali rapat, Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro menyampaikan sambutan dengan nuansa reflektif. Ia mengaitkan momen pascalebaran dengan peringatan HUT Bawaslu ke-18 sebagai titik penting dalam perjalanan kelembagaan.

“Kita baru saja melewati Idulfitri, momentum saling memaafkan dan memperbaiki diri. Di saat yang sama, Bawaslu juga memasuki usia ke-18, usia kedewasaan. Ini harus kita maknai sebagai dorongan untuk bekerja lebih serius, lebih terarah,” ujar Handoko.

Ia juga menyambut mahasiswa magang yang hadir dan menekankan pentingnya pemahaman yang tepat tentang peran Bawaslu.

“Di sini kalian akan melihat bahwa Bawaslu bukan sekadar lembaga formal, tetapi bagian penting dari penjaga kualitas demokrasi. Silakan belajar dan berkontribusi sesuai bidangnya,” tambahnya.

Dalam sesi evaluasi, Handoko memaparkan capaian pleno yang telah dilaksanakan sebagai indikator dinamika kerja lembaga.

“Sudah 12 kali pleno kita laksanakan dengan 54 putusan. Ini menunjukkan kerja kita berjalan, tetapi masih ada beberapa yang harus kita selesaikan, terutama terkait IKU,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin administrasi sebagai bagian dari akuntabilitas.

“Setiap kegiatan harus tercatat dalam pleno. Ini bukan hanya formalitas, tetapi bagian dari pertanggungjawaban kita,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyinggung hasil audiensi dengan Bupati Bojonegoro sebagai langkah penguatan konsolidasi eksternal.

“Audiensi kemarin membuka ruang sinergi yang baik. Kita sudah sampaikan rencana edukasi demokrasi di tingkat desa bersama Dinas PMD. Ini harus kita tindak lanjuti secara konkret,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum & Penyelesaian Sengketa Lia Andriyani, S.Sos. menyampaikan penguatan program Diskusi Hukum Selasa (DHS) sebagai ruang peningkatan kapasitas.

“Bawaslu kabupaten/kota se-Jawa Timur akan dilibatkan sebagai narasumber dalam giat DHS, agar ada pertukaran pengalaman yang lebih aplikatif,” jelas Lia.

Di sisi lain, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data & Informasi Weni Andriani, S.Pd. memaparkan program-program yang telah berjalan dan menjadi bagian dari penguatan internal.

“Program ‘Kamis Manis’ sudah berjalan dan kita dipercaya menjadi narasumber pertama. Selain itu, ‘Cangkruan Humas Datin’ juga rutin dilaksanakan sebagai ruang diskusi yang lebih santai,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengelolaan informasi akan terus ditingkatkan agar lebih sistematis dan responsif.

Dari Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos. menyampaikan evaluasi dengan terbuka.

“Kita akui ada beberapa kekurangan di triwulan pertama pelaksanaan uji petik PDPB. Ini harus menjadi pembelajaran agar ke depan kita lebih disiplin dan meningkatkan koordinasi,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya peran seluruh jajaran dalam mendukung publikasi kelembagaan.

“Publikasi bukan hanya tugas humas. Semua harus terlibat, minimal dengan mendukung setiap konten yang dipublikasikan,” ujarnya.

Menutup rapat, Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M.,  kembali menegaskan pentingnya soliditas internal sebagai kunci keberhasilan lembaga.

“Sekata ini adalah ruang kita untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen. Kalau kita solid di dalam, maka kita akan lebih siap menghadapi tantangan di luar,” pungkasnya.

Melalui rapat ini, Bawaslu Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola dan kinerja kelembagaan, sebagai bagian dari upaya menjaga demokrasi yang semakin berkualitas dan berintegritas di Kabupaten Bojonegoro.

Penulis dan Foto: Hana dan Alfan

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro