Lompat ke isi utama

Berita

Dari Ruang Media Center, Bawaslu Bojonegoro Bangun Semangat Kreatifitas Digital untuk Penguatan Citra Lembaga

muchid

Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Bojonegoro saat membersamai kegiatan "Creative Campaigning: Membangun Citra Lembaga Lewat Estetika Multimedia” di Media Center Bawaslu Kabupaten Bojonegoro

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Di tengah perkembangan media sosial yang bergerak cepat, Bawaslu Kabupaten Bojonegoro menggelar kegiatan bertajuk “Creative Campaigning: Membangun Citra Lembaga Lewat Estetika Multimedia”, Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus pembelajaran bahwa kerja pengawasan pemilu tidak cukup hanya dilaksanakan dengan baik, tetapi juga harus mampu disampaikan kepada masyarakat melalui komunikasi publik yang menarik, kreatif, dan mudah dipahami.

Kegiatan dihadiri Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Diklat H. Moch Zaenuri, S.T., Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Weni Andriani, S.Pd., Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Lia Andriyani, S.Sos., serta Kepala Subbagian Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Septian Eko Santoso, S.H. dan diikuti oleh staf teknis dan staf pendukung Bawaslu Kabupaten Bojonegoro.

Mengawali kegiatan, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos. menyampaikan rasa syukur karena seluruh jajaran masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk terus belajar meningkatkan kapasitas diri. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan digital saat ini menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari oleh setiap lembaga publik.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut memang dipersiapkan dalam waktu yang singkat. Namun di balik itu, terdapat pesan penting bahwa seluruh jajaran harus selalu siap menghadapi dinamika pekerjaan yang terus berubah.

“Kadang pekerjaan datang secara mendadak. Begitu juga kebutuhan publikasi. Maka kita semua harus siap. Tidak bisa lagi berpikir bahwa dokumentasi hanya tugas humas. Semua harus ikut terlibat,” ujar Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos.

Dalam penyampaiannya, ia beberapa kali menekankan bahwa humas memiliki posisi penting sebagai wajah terdepan lembaga. Menurutnya, masyarakat hari ini lebih banyak mengenal sebuah institusi dari apa yang tampil di media sosial dan ruang digital.

Karena itu, lanjutnya, kualitas publikasi sangat memengaruhi cara publik memandang kerja pengawasan yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Bojonegoro.

“Kerja pengawasan yang bagus akan kurang terasa jika tidak dipublikasikan dengan baik. Publik perlu melihat bahwa Bawaslu Bojonegoro benar-benar hadir dan bekerja di tengah masyarakat,” tuturnya.

Ia kemudian mengajak seluruh jajaran untuk mulai memiliki kepekaan dalam mengambil foto dan video saat melakukan pengawasan di lapangan. Menurutnya, kemampuan mencari angle yang tepat, menangkap momen, hingga menyusun visual yang menarik merupakan bagian penting dari komunikasi kelembagaan modern.

“Sekarang zamannya visual. Orang bisa lebih cepat memahami satu video pendek daripada membaca panjang lebar. Maka kemampuan membuat konten sederhana menjadi kebutuhan bersama,” katanya.

Dalam materinya bertajuk “Seni Visual Pengawasan: Membangun Reputasi Emas Bawaslu Bojonegoro”, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos. menjelaskan bahwa humas bukan sekadar petugas dokumentasi ataupun admin media sosial. Humas, menurutnya, merupakan ruh publikasi lembaga sekaligus corong utama dalam menyampaikan kerja-kerja pengawasan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa kualitas visual yang baik dapat memperkuat citra dan marwah lembaga. Sebaliknya, dokumentasi yang kurang baik dapat memengaruhi persepsi publik terhadap profesionalitas institusi.

Angle foto itu menentukan cerita. Cara kita mengambil gambar akan menentukan bagaimana masyarakat melihat kegiatan dan melihat lembaga kita. Karena itu dokumentasi tidak boleh asal,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, para pegawai juga dikenalkan dengan dasar editing video sederhana menggunakan aplikasi berbasis telepon pintar seperti CapCut. Mulai dari memotong video, menyusun klip, menambahkan teks, hingga membuat video singkat yang komunikatif untuk kebutuhan publikasi media sosial.

Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos. juga menyinggung pentingnya membangun budaya digital di lingkungan lembaga. Salah satunya melalui gerakan sederhana “Wajib Like, Comment, dan Share” sebagai bentuk dukungan terhadap publikasi kelembagaan.

“Kadang dukungan kecil seperti like dan share itu berdampak besar untuk memperluas jangkauan informasi lembaga. Kalau bukan kita yang mendukung publikasi sendiri, lalu siapa lagi,” pungkasnya.

Memasuki sesi berikutnya, Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M. menyampaikan materi bertajuk “Fotografi: Melukis dengan Cahaya”. Dengan gaya penyampaian yang santai namun mendalam, ia mengajak peserta memahami fotografi bukan sekadar aktivitas memotret, melainkan seni menangkap pesan dan emosi.

“Sesuatu yang tidak mampu diucapkan dengan kata-kata, justru bisa disampaikan melalui karya nyata. Foto yang baik bisa berbicara lebih kuat daripada tulisan panjang,” ujar Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M.

Ia kemudian menjelaskan empat pilar dasar fotografi yang harus dipahami, yakni pencahayaan, efek gerak, fokus dan ruang tajam, serta komposisi. Menurutnya, pemahaman dasar tersebut penting agar hasil dokumentasi tidak hanya informatif, tetapi juga memiliki nilai estetika.

Dalam pemaparannya, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M. juga membahas berbagai teknik videografi dasar menggunakan smartphone. Mulai dari penempatan kamera berdasarkan sudut pengambilan gambar, teknik camera movement, ukuran shot, hingga cara memodifikasi objek saat proses shooting.

“Kalau berbicara di depan kamera jangan tegang. Anggap saja sedang berbicara dengan masyarakat secara langsung. Tersenyum, percaya diri, dan tunjukkan energi positif,” pesan Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi membuat seluruh pegawai harus mampu belajar secara mandiri dan terus meningkatkan keterampilan digital.

“Sekarang semua bisa dipelajari lewat smartphone. Tinggal ada kemauan atau tidak. Jangan sampai kita tertinggal karena merasa tidak bisa teknologi,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M. juga memberikan penugasan langsung kepada seluruh pegawai untuk mulai memproduksi video singkat mengenai divisi masing-masing sebagai bentuk latihan sekaligus penguatan publikasi kelembagaan.

Melalui tugas tersebut, setiap divisi diminta membuat konten sederhana yang menjelaskan tugas, fungsi, maupun aktivitas pengawasan yang dilakukan di lingkungan Bawaslu Kabupaten Bojonegoro.

“Kita harus mulai membiasakan diri membuat konten sendiri. Minimal masyarakat tahu apa yang dikerjakan setiap divisi di Bawaslu. Jangan sampai kita bekerja banyak, tetapi publik tidak mengetahui kerja itu,” tegasnya.

Menurutnya, video singkat menjadi salah satu media komunikasi yang efektif karena lebih mudah diterima masyarakat, khususnya generasi muda yang akrab dengan media sosial.

“Konten sederhana tidak masalah, yang penting informatif, komunikatif, dan dibuat dengan sungguh-sungguh. Dari hal kecil seperti itu, citra lembaga bisa terbentuk,” tutupnya.

Melalui kegiatan “Creative Campaigning: Membangun Citra Lembaga Lewat Estetika Multimedia”, Bawaslu Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi publik yang adaptif, kreatif, dan humanis. Di era digital hari ini, menjaga demokrasi bukan hanya tentang mengawasi, tetapi juga tentang bagaimana menghadirkan kerja pengawasan agar dapat dilihat, dipahami, dan dipercaya masyarakat.

Penulis dan Foto: Victor dan Hana

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro