Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Jatim Luncurkan Buku Strategi Pencegahan, Bawaslu Bojonegoro Apresiasi Penguatan Program Pengawasan

muchid

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat & Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Bojonegoro hadir secara daring dalam kegiatan Peluncuran Buku berjudul: “Kebijakan Strategis dan Program Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se Jawa Timur"

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (P2H) Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., mengikuti secara daring kegiatan peluncuran buku berjudul “Kebijakan Strategis dan Program Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota se Jawa Timur” yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur melalui Zoom Meeting, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Bawaslu RI, Dr. Rahmat Bagja, S.H., LL.M., Anggota Bawaslu RI Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Lolly Suhenty, S.Sos.I., M.H., serta Anggota Bawaslu RI Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Totok Hariyono, S.H.. Hadir pula jajaran Bawaslu Provinsi Jawa Timur serta Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi se-Indonesia dan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.

Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat, Eka Rahmawati, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa buku tersebut merupakan inisiatif pertama yang disusun berdasarkan evaluasi program pencegahan dan partisipasi masyarakat tahun 2025.

“Buku ini merupakan ikhtiar bersama yang disusun melalui proses panjang berbasis evaluasi program. Harapannya dapat menjadi pedoman bagi teman-teman Koordinator Divisi P2H di Jawa Timur dalam melakukan evaluasi sekaligus merumuskan arah kebijakan pencegahan ke depan,” ujarnya.

Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono, S.H. mengapresiasi langkah Bawaslu Jawa Timur yang mendokumentasikan strategi pencegahan dalam bentuk buku. Menurutnya, jika gagasan yang tertuang dalam buku tersebut diimplementasikan dengan baik, program pencegahan Bawaslu akan semakin kuat.

“Bawaslu harus hadir dan kehadirannya harus terlihat oleh masyarakat. Dengan begitu masyarakat benar-benar merasakan keberadaan Bawaslu dalam menjaga demokrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Lolly Suhenty, S.Sos.I., M.H. menilai penerbitan buku tersebut merupakan praktik baik dalam memperkuat literasi kepemiluan dan pencegahan pelanggaran.

“Menulis buku bukan perkara mudah. Ini adalah proses panjang yang patut diapresiasi. Namun yang terpenting adalah bagaimana perencanaan yang tertuang di dalamnya dapat diimplementasikan dengan baik,” jelasnya.

Dalam sambutannya sekaligus meluncurkan buku, Ketua Bawaslu RI Dr. Rahmat Bagja, S.H., LL.M. memberikan apresiasi kepada Bawaslu Jawa Timur dan Bawaslu kabupaten/kota yang telah berkolaborasi dalam penyusunan buku tersebut.

“Kolaborasi ini memperkokoh demokrasi substansial melalui pengawasan pemilu yang berintegritas. Sinergi dengan masyarakat sipil dan media juga menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber, yakni pegiat demokrasi sekaligus mantan Ketua Bawaslu Jawa Barat Abdullah Dahlan, S.TP. serta pengamat politik Jeirry Sumampouw, yang menekankan pentingnya perencanaan strategis serta kolaborasi dalam menjalankan program pengawasan pemilu.

Menanggapi peluncuran buku tersebut, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat & Hubungan Masyarakat  Bawaslu Kabupaten Bojonegoro Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos. menyampaikan apresiasi atas kolaborasi Bawaslu Provinsi Jawa Timur bersama Bawaslu kabupaten/kota se-Jawa Timur.

“Buku ini menjadi referensi penting bagi jajaran Bawaslu, khususnya dalam memperkuat program pencegahan dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu,” pungkasnya.

Menurut Muchid, kehadiran buku tersebut diharapkan dapat menjadi pedoman strategis bagi jajaran Bawaslu di daerah dalam menyusun program yang lebih efektif, terukur, serta mampu menjawab tantangan pengawasan pemilu di masa mendatang.

Penulis dan Foto: Fitri dan Victor

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro