Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bojonegoro Terima Mahasiswa Magang UNUGIRI, Dorong Akselerasi Digital Ke Ruang Demokrasi

PIMPINAN

Ketua Bawaslu Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., Kordiv PP & Datin, Weni Andriani, S.Pd., Kordiv Hukum & PS, Lia Andriyani, S.Sos., menerima mahasiswa magang dari Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui penerimaan mahasiswa magang dari Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro. Kegiatan serah terima mahasiswa magang tersebut dilaksanakan pada Senin (13/04/2026) di Aula Media Center Kantor Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, berlangsung dalam suasana hangat, komunikatif, dan penuh semangat kolaborasi.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Weni Andriani, S.Pd., Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Lia Andriyani, S.Sos., serta jajaran Staf Divisi SDM, Organisasi & Diklat, dan Staf Humas. Sementara dari pihak UNUGIRI, hadir Dosen Pembimbing Lapangan, Nirma Ceisa Santi, S.Kom., M.Kom., serta Tenaga Kependidikan Fakultas Sains dan Teknologi, Norma Widy Agustika.

Dalam sambutannya, Dosen Pembimbing Lapangan, Nirma Ceisa Santi, menyampaikan permohonan maaf sekaligus harapan kepada pihak Bawaslu atas keterlambatan pengantaran mahasiswa magang secara langsung.

“Kami mohon izin titip teman-teman mahasiswa, dan kami mohon maaf karena kemarin kami ada kegiatan di kampus, sehingga baru bisa mengantarkan secara langsung pada hari ini,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, menjelaskan bahwa secara simbolis mahasiswa magang telah diterima sejak Senin, 6 April 2026, dan telah melakukan pengenalan lembaga dan perkenalan dengan jajaran Bawaslu.

“Kami sebenarnya sudah menerima secara simbolis minggu lalu, dan teman-teman juga sudah berkenalan dengan kami. Di Bawaslu ini, kita sampaikan bahwa lembaga kita sedang mengeliatkan inovasi yang bersifat eksternal sekaligus manajerial. Kami menanyakan fokus keilmuan mereka yang berada di bidang sistem informasi, sehingga diharapkan apa yang didapatkan di bangku kuliah bisa selaras dengan praktik di sini,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa meskipun Bawaslu identik dengan kegiatan kepemiluan, namun di luar tahapan pemilu juga terdapat banyak aktivitas kelembagaan yang dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa.

“Kita memang running besar saat tahapan pemilu, tetapi di luar itu juga banyak kegiatan. Kami minta teman-teman magang untuk bisa mengeksplorasi semua yang ada di Bawaslu. Setiap mahasiswa magang di sini harus memiliki pemikiran tentang literasi demokrasi dan kepemiluan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar mahasiswa magang dapat berkontribusi dalam penguatan birokrasi, khususnya pada aspek penataan arsip dan layanan informasi publik.

“Kami menaruh harapan pada penguatan birokrasi, baik internal seperti pengelolaan arsip, maupun eksternal seperti layanan informasi publik dan pelaporan dugaan pelanggaran secara digital. Teman-teman bisa ikut belajar bagaimana pengelolaan arsip digital di Bawaslu Bojonegoro serta memahami tata cara pelaporan ke Bawaslu, sekaligus ikut merancang projectnya” imbuhnya.

Suasana dialog semakin interaktif ketika salah satu staf SDM Bawaslu menanyakan mekanisme laporan mahasiswa selama menjalani magang.

“Untuk absensi dari kampus, apakah ada format khusus? Dan terkait jam magangnya bagaimana? Mengikuti jam kerja Bawaslu atau ada ketentuan khusus dari kampus” tanya Rifa, staf SDM.

Menjawab hal tersebut, Nirma Ceisa Santi menjelaskan bahwa pihak kampus telah menyiapkan sistem pelaporan harian bagi mahasiswa magang.

“Ada format pelaporan harian dari kampus. Untuk jam magang, kami mengikuti ketentuan yang berlaku di Bawaslu Kabupaten Bojonegoro,” jelasnya.

Dalam arahannya kepada mahasiswa, Nirma Ceisa Santi selaku Dosen Pembimbing Lapangan juga berpesan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan cepat serta memanfaatkan teknologi secara bijak.

“Saya berharap teman-teman tidak perlu beradaptasi terlalu lama. Silakan manfaatkan teknologi yang ada secara bijak. Jangan hanya menikmati kemudahan teknologi, tetapi gunakan untuk memberikan kontribusi nyata. Kita PKL di Bawaslu, jadi silakan eksplorasi sebanyak mungkin dan berikan sumbangsih terbaik,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar mahasiswa dapat mencapai output pembelajaran yang optimal serta memohon bimbingan dari jajaran Bawaslu selama proses magang berlangsung.

“Saya mohon arahan dan petunjuk dari Bapak/Ibu di sini. Apabila nantinya teman-teman magang merepotkan, kami mohon maaf dan mohon bimbingannya agar mereka bisa memberikan kontribusi terbaik,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Bawaslu Bojonegoro kembali menegaskan bahwa latar belakang keilmuan Sistem Informasi memiliki potensi besar untuk mendukung kinerja kelembagaan.

“Jurusan sistem informasi itu lebih ke eksakta. Jika dikaitkan dengan Bawaslu, maka akan banyak bersinggungan dengan aspek manajerial yang membutuhkan dukungan teknologi digital,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi, Weni Andriani, turut memberikan arahan terkait fokus kontribusi mahasiswa, khususnya dalam bidang digitalisasi informasi.

“Terkait digitalisasi, teman-teman bisa mengarahkan makalah atau tugasnya pada PPID. Jika ingin memahami lebih dalam, silakan berdiskusi dengan kami di Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi,” ungkapnya.

Kegiatan serah terima ini tidak hanya menjadi formalitas administratif, tetapi juga menjadi ruang awal kolaborasi antara dunia akademik dan lembaga pengawas pemilu. Dengan semangat sinergi, diharapkan mahasiswa magang UNUGIRI dapat memperoleh pengalaman praktis yang berharga sekaligus memberikan kontribusi positif bagi penguatan kelembagaan Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, khususnya dalam aspek literasi demokrasi dan transformasi digital.

Penulis dan Foto: Victor dan Farrel

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro