Lompat ke isi utama

Berita

Tujuh Staf Bawaslu Bojonegoro Resmi Dilantik Sebagai PPPK, Ketua Bawaslu Bojonegoro: Kami Bangga dan Terharu

pelantikan

Fotor bersama Pimpinan dan Tujuh Staf Bawaslu Bojonegoro yang dilantik PPPK

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Siang itu, suasana kantor Bawaslu Kabupaten Bojonegoro terasa berbeda dari biasanya. Di balik layar laptop dan monitor, detak jantung para staf berdetak lebih cepat dari biasanya. Bukan karena ada pelanggaran pemilu atau sengketa politik, melainkan karena sebuah momen bersejarah tengah berlangsung: pelantikan tujuh staf Bawaslu Bojonegoro sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) secara daring oleh Sekretaris Jenderal Bawaslu RI.

Dalam upacara pelantikan nasional yang digelar secara virtual, ratusan peserta dari seluruh Indonesia menyimak dengan khidmat. Di Bojonegoro, ruang rapat kantor Bawaslu disulap menjadi tempat sakral nan sederhana, di mana wajah-wajah bahagia namun penuh haru terpancar dari para staf yang kini resmi menyandang status baru sebagai ASN PPPK Bawaslu.

Tujuh nama yang dilantik itu bukanlah sosok asing di tubuh Bawaslu Bojonegoro. Mereka adalah para staf yang selama ini telah menunjukkan dedikasi tinggi, mengawal kerja-kerja pengawasan pemilu dengan penuh tanggung jawab, mulai dari administrasi, pengolahan data, hingga dukungan teknis yang seringkali tak terlihat mata publik.

Pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Ichsan Fuady, dari kantor Bawaslu RI di Jakarta. Meskipun berlangsung secara daring, momen itu tak kehilangan nilai sakralnya. Dalam sambutannya, Sekjend Bawaslu RI menekankan bahwa pengangkatan ini bukan sekadar formalitas kepegawaian, tetapi pengakuan terhadap profesionalisme dan loyalitas para staf yang telah bekerja dalam senyap namun penuh makna.

"Menjadi ASN bukan hanya soal status, tetapi soal tanggung jawab terhadap publik. Integritas dan pelayanan adalah harga mati. Teruslah menjadi bagian dari penguatan demokrasi," pesan Sekjend Bawaslu RI kepada seluruh peserta pelantikan.

Ketua Bawaslu Bojonegoro, Dr.Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M, yang turut hadir mendampingi para staf saat pelantikan, tampak tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Dalam sambutannya usai pelantikan, Handoko menyampaikan ucapan selamat kepada ketujuh staf yang dilantik, sembari mengingat kembali perjuangan panjang mereka dalam membangun institusi pengawasan pemilu di tingkat daerah.

“Ini bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi kemenangan bersama. Saya bangga sekali melihat kawan-kawan hari ini dilantik sebagai PPPK. Kita tahu betul perjalanan ini tidak mudah. Keringat kalian selama ini adalah bukti nyata bahwa pengabdian itu ada nilainya,” ungkap Handoko dengan suara bergetar.

Handoko juga menekankan bahwa status sebagai ASN PPPK akan memperkuat profesionalitas kelembagaan Bawaslu di tingkat kabupaten. Ia berharap, dengan status baru ini, para staf dapat semakin solid dalam mendukung kerja pengawasan yang kini makin kompleks.

Bagi para staf, pelantikan ini adalah babak baru dalam perjalanan mereka. Beberapa dari mereka telah mengabdi selama lebih dari lima tahun, bahkan sejak masa-masa awal Bawaslu Bojonegoro berdiri sebagai lembaga permanent. Kini, mereka tak hanya diakui secara moral, tetapi juga secara administratif sebagai bagian dari ASN yang mendapatkan kepastian hukum dan hak yang setara.

“Dulu kami bekerja dengan cinta dan semangat. Sekarang, kami masih sama, tapi ada kelegaan karena kerja keras kami diakui negara. Terima kasih kepada pimpinan yang selalu mendukung,” ujar salah satu staf yang dilantik, tak kuasa menahan senyum dan air mata.

Bagi publik, pelantikan ini mungkin terdengar seperti berita biasa di tengah derasnya arus informasi nasional. Namun bagi Bawaslu Bojonegoro, ini adalah simbol kesetiaan, kerja keras, dan komitmen. Mereka yang selama ini berdiri di belakang meja, membidik layar komputer hingga larut malam, kini berdiri dengan kepala tegak sebagai abdi negara yang diakui.

Tak ada upacara mewah, tak ada panggung besar, hanya ruang kerja yang penuh makna dan layar Zoom yang menyatukan ribuan wajah dari berbagai daerah. Namun dari layar itulah lahir semangat baru untuk terus mengawal demokrasi Indonesia, dari Bojonegoro hingga ujung Nusantara.

Tujuh staf Bawaslu Bojonegoro kini melangkah dengan status baru, namun tetap dalam semangat lama: semangat pengabdian. Di pundak mereka tersemat tanggung jawab, dan di hati mereka menyala tekad untuk terus menjadi bagian dari demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat.

Dari balik layar komputer, dari balik meja administrasi, dari balik rapat-rapat yang jarang disorot media, mereka telah membuktikan satu hal: bahwa demokrasi dibangun oleh banyak tangan, termasuk tangan-tangan yang bekerja dalam diam.

Penulis dan Foto : Victor dan Ulfa

Editor:  Humas Bawaslu Bojonegoro