Tingkatkan Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Bojonegoro Lakukan MoU dengan PD Pemuda Muhammadiyah Bojonegoro
|
Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id – Sebagai upaya dalam pengembangan pengawasan partisipatif, Bawaslu Bojonegoro melaksanakan MoU bersama Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah Bojonegoro, Kamis (22/04/2021).
MoU dilakukan di kantor Bawaslu Bojonegoro Jl. Pahlawan No. 7 Bojonegoro yang diikuti oleh Pimpinan beserta Staf Bawaslu Bojonegoro dan perwakilan dari Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah Bojonegoro sejumlah enam orang.
Ketua Bawaslu Bojonegoro, Moch. Zaenuri menjelaskan perlunya dilakukan MoU dengan lembaga mitra strategis bawaslu tersebut karena di Bojonegoro saat pemilu 2019 kemarin tidak ada satupun lembaga yang mendaftar sebagai lembaga pemantau pemilu. “Selain itu dengan adanya MoU bersama bawaslu dan lembaga mitra, dapat ditindaklanjuti dengan melakukan kegiatan sosialisasi, pendidikan politik, advokasi dan penelitian pengawasan serta fasilitasi. Sehingga dapat meningkatkan peran dan pengetahuan tentang pengawasan partisipatif,” ungkap Ketua Bawaslu Bojonegoro.
Peran dari pengawasan partisipatif ini sangatlah penting untuk kesuksesan tahapan Pemilu. Dengan adanya peran pengawasan partisipatif masyarakat dapat memberikan informasi awal yaitu semisal ada dugaan pelanggaran di lapangan dapat melaporkan atau memberikan informasi awal kepada pengawas pemilu di semua tingkatan.
Kemudian dalam mengawasi dan memantau tahapan pemilu bisa melalui personal maupun kelembagaan mulai menjadi jajaran pengawas dan pribadi, namun jika secara kelambagaan dapat mendaftarkan lembaganya menjadi pemantau pemilu.
Selain itu dengan adanya peran pengawasan partisipatif harapannya masyarakat juga dapat ikut mencegah potensi pelanggaran pemilu baik itu di lingkungan sekitarnya dan minimal menyampaikan kepada keluarganya sendiri tentang aturan kepemiluan. Serta dapat melaporkan ketika mengetahui ada yang melakukan dugaan pelanggaran, tidak takut atau mau untuk melaporkan kepada pengawas. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Bawaslu Bojonegoro, Moch. Zaenuri sebelum penandatangan MoU.