Ratna Dewi Pettalolo : Perempuan Menjadi Penentu Demokrasi
|
Sidoarjo, bojonegoro.bawaslu.go.id. Dalam rangka meningkatkan Partisipatif Pengawasan pada pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020 di Jawa Timur, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur gelar Penandatangan Memorandum of Agreement (MoA) dan Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Kelompok Perempuan.
Kegiatan yang bertempat di Mini Teater GKB 2 Lantai 5 Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) ini dihadiri oleh Anggota Bawaslu Republik Indonesia Ratna Dewi Pettalolo, Ketua dan Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Ketua dan Srikandi Bawaaslu Kabupaten/Kota beserta perwakilan perempuan dari berbagai profesi.
Perwakilan Perempuan dari latar profesi tersebut, mulai dari santri, driver ojek online, nelayan, buruh pabrik, kuli panggul, penjual jamu, penyelenggara, disabilitas dan waranggana.
Dalam kesempatan ini, Dewi Pettalolo memberikan apresiasi kepada Bawaslu Jawa Timur yang telah menginisiasi untuk mengumpulkan para perempuan dengan latar profesi yang beragam tersebut
“Saya sering hadir dalam acara sosialisasi perempuan. Tetapi baru kali ini yang para perempuannya dari latar belakang yang beragam. Ini tentu berkat Bu Ely (Nur Elya Anggraini, Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga; Red) dan Bu Eka (Eka Rahmawati, Koordinator Divisi Organisasi dan Data Informasi), dua aktivis perempuan di Jawa Timur,” Tuturnya.
Selain itu dalam kesempatan ini Anggota Bawaslu Republik Indonesia, Ratna Dewi Pettalolo juga mengajak para perempuan di Jawa Timur untuk memerangi politik uang. Karena dalam perhelatan Pilkada yang secara serencak akan digelar pada 23 September 2020, kelompok perempuan menjadi salah satu sasaran dari politik uang.
“Perempuan kerap menjadi sasaran dari politik uang. Untuk itu, ayo terlibat dalam perangi politik uang. Perempuan menjadi penentu demokrasi,” ungkapnya dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif kelompok perempuan Se-Jawa Timur.
Jumlah pemilih perempuan secara nasional menurut Dewi lebih banyak dari jumlah pemilih laki laki. Untuk itu, peran aktif dan keterlibatan perempuan akan menentukan demokrasi. Dewi mengajak para perempuan yang ada di Jawa Timur untuk menyukseskan jalannya demokrasi.
Menurut Dewi ada 4 peran yang bisa dilakukan perempuan untuk mewujudkan Pilkada yang berintegritas. Yakni terlibat dalam regulasi, menjadi pemilih yang cerdas, peserta Pilkada yang berintegritas dan menjadi penyelenggara pemilu yang berintegritas.
“ Ketua DPR kita adalah perempuan. Jadi bisa terlibat dalam membuat regulasi yang peduli terhadap perempuan. Kita yang menjadi pemilih juga harus cerdas untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas,” tambahnya.