Lompat ke isi utama

Berita

Pimpinan Bawaslu Bojonegoro Sampaikan Ucapan Selamat Idul Fitri 1446 H: Momentum Kembali ke Hati, Menguatkan Integritas Demokrasi

idul fitri

Ucapan Idul Fitri Bawaslu Bojonegoro

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id Takbir menggema dari surau dan masjid-masjid di seluruh penjuru Bojonegoro. Langit tampak cerah, angin pagi berhembus pelan membawa harum bunga dan wangi tanah yang basah oleh embun. Hari itu, umat Islam di seluruh dunia merayakan kemenangan, hari dimana hati kembali jernih, jiwa kembali suci. Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah akhirnya tiba, menjadi penutup yang khusyuk bagi sebulan penuh perjuangan di bulan Ramadan.

Di tengah suasana penuh haru dan syukur itu, Pimpinan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masyarakat Bojonegoro dan jajaran pemangku kepentingan demokrasi di tingkat lokal maupun nasional. Ucapan tersebut tidak hanya menjadi bentuk tradisi dan formalitas, melainkan juga sarat makna dan refleksi mendalam tentang pentingnya kebersamaan, kejujuran, dan pengabdian.


"Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Kami segenap jajaran Pimpinan dan Keluarga Besar Bawaslu Bojonegoro mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga momen ini menjadi waktu yang penuh berkah untuk memperkuat nilai kejujuran, keadilan, dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa." ucap Handoko.

Ucapan tersebut datang bukan hanya sebagai bentuk penghormatan kepada tradisi umat, tetapi juga sebagai pengingat bahwa nilai-nilai spiritual di bulan suci dapat dan harus menjadi bagian dari sikap profesionalisme dalam pengawasan pemilu dan demokrasi.

Dalam penjelasan lanjut, Pimpinan Bawaslu Bojonegoro menekankan bahwa Idul Fitri harus menjadi momentum penyucian niat dan perbaikan tindakan, bukan hanya di lingkup pribadi, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan kerja-kerja kelembagaan.

“Sebagai pengawas pemilu, kami tidak hanya dituntut untuk menjalankan aturan, tetapi juga menjaga marwah moral demokrasi. Ramadan telah mengajarkan kita tentang disiplin, kesabaran, dan keikhlasan. Idul Fitri adalah waktu yang tepat untuk mengaktualisasikan itu semua dalam tugas kita sebagai penjaga keadilan pemilu,” ujar beliau.

Dalam konteks lokal Bojonegoro yang terus berkembang sebagai salah satu daerah penting di Jawa Timur, integritas penyelenggara dan pengawas pemilu memiliki dampak besar dalam menciptakan proses demokrasi yang bersih dan adil. Oleh karena itu, momen Idul Fitri menjadi sangat relevan dalam menyegarkan semangat kolektif untuk menjalankan amanah dengan hati bersih.

Dalam semangat Idul Fitri yang identik dengan silaturahmi dan saling memaafkan, Pimpinan Bawaslu Bojonegoro juga mengajak seluruh pemangku kepentingan partai politik, tokoh masyarakat, pemilih pemula, media, serta masyarakat sipil untuk saling membuka hati dan membangun komunikasi yang lebih sehat ke depan.

“Demokrasi tidak hanya tentang siapa menang atau kalah, tapi juga tentang bagaimana semua pihak menjaga prosesnya tetap beretika dan bermartabat. Kami percaya, hanya dengan silaturahmi yang baik dan komunikasi yang terbuka, kepercayaan publik terhadap proses demokrasi akan terus tumbuh,” lanjutnya.

Ucapan ini juga menyentuh para pegawai internal Bawaslu Bojonegoro, yang selama ini menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan tugas pengawasan pemilu hingga ke pelosok desa. Para staf diimbau untuk menjadikan Idul Fitri sebagai kesempatan merenung dan memperbaharui semangat pengabdian.

Menutup pesannya, Pimpinan Bawaslu Bojonegoro menyampaikan harapan agar suasana Idul Fitri membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Bojonegoro. Ia juga berharap agar masyarakat Bojonegoro semakin dewasa dalam berdemokrasi, aktif dalam pengawasan, dan kritis dalam menyikapi informasi politik.

“Kami percaya bahwa masyarakat Bojonegoro adalah masyarakat yang cerdas dan bijaksana. Mari kita jaga kedamaian, kita jaga kejujuran, dan kita kawal bersama demokrasi yang sehat,” pungkasnya.

Dengan Idul Fitri sebagai titik balik spiritual dan moral, Bawaslu Bojonegoro menunjukkan bahwa kerja-kerja kelembagaan juga perlu disemai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keimanan. Karena sejatinya, demokrasi yang kuat lahir dari hati yang bersih.

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1446 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin.

Penulis dan Foto : Victor

Editor : Humas Bawaslu Bojonegoro