Pengawasan Partisipatif, Dian Widodo : Bawaslu Bertindak Sesuai dengan Aturan
|
Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id – Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Bawaslu sebagai salah satu penyelenggara Pemilu bertindak berdasarkan peraturan. Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Bojonegoro, Dian Widodo dalam kegiatan diskusi pengawasan partisipatif bersama alumni SKPP yang bertempat di Kantor Bawaslu Bojonegoro, Rabu (14/10/2020).
Diskusi tersebut membahas tentang landasan hukum yang dipakai oleh Penyelenggara Pemilu di dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan Pemilu. “Khususnya Bawaslu yaitu terkait dengan regulasi baik itu Undang-Undang maupun prodak-prodak hukum yang dikeluarkan oleh Bawaslu yaitu perBawaslu,” ungkap Dian Widodo selaku keynote speaker.
Ada banyak hal yang sudah menjadi produk Bawaslu, guna melakukan fungsi dan tugas Bawaslu. Jadi semua tindakan Bawaslu tidak berdasarkan mau, melainkan berdasarkan peraturan “Bawaslu akan melasanakan pengawasan ada peraturannya, mau melaksanakan penanganan pelanggaran ada peraturannya yang di Bawaslu sendiri bernama perBawaslu,” jelas Dian Widodo.
Lanjut Dian Widodo menyampaikan sedangkan peraturan untuk skala besar, Bawaslu menggunakan prodak hukum Undang-undang, baik itu undang-undang pemilihan umum maupun pemilihan. Karena ada perbedaan antara pemilihan umum dengan pemilihan sementara sampai saat ini masih ada perbedaan.
Pemilihan yang dimaksud disini yaitu pemilihan daerah baik itu Bupati dan Wakil Bupati, Gubernur dan Wakil Gubernur, Wali Kota dan Wakil Walikota itu diatur dalam undang-undang pemilihan bukan kategori undang-undang Pemilihan Umum.
Penting dalam hal memahamkan sebuah aturan menjadi sebuah pemahaman bersama itu menjadi penting. Salah satu tujuan dari kegiatan hari ini yaitu untuk menyamakan presepsi, pemahaman yang terpusat pada satu titik bahwa makna Undang-Undang dari pasal ini adalah A. “Jangan sampai yang satu bilang A yang lainnya bilang B dan ada yang bilang C sehingga timbul persoalan,” ungkapnya.
Sebelum mengawali materi ia memberikan semangat kepada peserta bahwasanya untuk menjadi orang baik itu gampang, cukup dengan diam maka kita akan terlihat baik. Tapi akan lebih bermanfaat apabila manusia itu tidak hanya sekedar diam, tapi bisa bermanfaat untuk orang lain.
Jadi harapannya semangat teman-teman untuk berdiskusi bisa kontinyu atau hiroh belajarnya tetap terjaga. “Belajar tidak hanya terpaku pada suatu tempat dan yang penting tidak perlu memandang siapa yang menyampaikan melainkan pilihlah apa yang disampaikan sehingga kita dapat menerima ilmu dari siapa saja,” pungkasnya.
