Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Bawaslu RI : Ketua dan Anggota Bawaslu Bojonegoro menjadi Fasilitator
|
Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - 13-15 Agustus 2025 Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., bersama Anggota Bawaslu Bojonegoro, Weni Andriani, S.Pd., berperan sebagai fasilitator dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif yang diselenggarakan oleh Bawaslu Republik Indonesia di Fave Hotel Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis Bawaslu Republik Indonesia untuk memperkuat partisipasi publik dalam pengawasan pemilu serta meningkatkan literasi Politik dan Demokrasi masyarakat dalam ikut serta mewujudkan pemilu yang adil.
Dalam sesi pemaparan materi, Weni Andriani menyampaikan materi mengenai Teknis Penanganan Pelanggaran oleh Aparatur Negara, yang mencakup netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri dalam setiap tahapan penyelenggaraan pemilu dan pilkada. Ia menekankan pentingnya pemahaman teknis dan hukum bagi para pengawas partisipatif agar dapat berperan aktif dan tepat dalam mengidentifikasi serta melaporkan pelanggaran yang melibatkan aparatur negara.
"Pelanggaran oleh aparatur negara tidak hanya merusak proses pemilu, tetapi juga mencederai kepercayaan publik. Oleh karena itu, pengawas partisipatif perlu memahami prosedur pelaporan yang benar, sekaligus memiliki keberanian untuk bertindak sesuai ketentuan," tegas Weni.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Bojonegoro, Handoko, memfokuskan paparannya pada Penguatan Jaringan dan Pemberdayaan Komunitas. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pengawasan pemilu tidak lepas dari peran serta masyarakat akar rumput yang terorganisir dan berdaya.
"Komunitas dengan keresahan yang sama dengan bawaslu, bahwa ketidakadilan, kecurangan yg menciderai demokrasi harus kita lawan bersama sama, sesama anak bangsa yang menginginkan pemimpin lahir dari proses kejujuran dan keadilan, jadikan Bawaslu sebagai mitra/jejaring panjenengan, sampaikan pula semangat kita menjaga demokrasi pada anggota dan sekitar bapak ibu berada," ujar Handoko.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari peserta yang terdiri dari elemen masyarakat, pegiat demokrasi, dan mahasiswa. lintas komunitas, Para peserta menyambut antusias materi yang disampaikan dan menyatakan komitmennya untuk turut aktif dalam pengawasan Pemilu dan Pemilihan mendatang.
Menutup sesi diskusi, Handoko mengutip sebuah pesan mendalam sebagai refleksi bagi generasi muda yang terlibat dalam proses demokrasi dan pembangunan bangsa: "Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali."
Pesan ini menjadi pengingat bahwa pendidikan dan kecakapan intelektual seharusnya menjadikan seseorang lebih rendah hati dan dekat dengan masyarakat, bukan justru menjauhkan diri dari realitas sosial tempat ia tumbuh dan berkarya.
Penulis dan Foto: Victor & Tim
Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro