Lompat ke isi utama

Berita

Pendaftaran SKPP Daring Ditutup, Bawaslu Bojonegoro Lakukan Screening

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id – Pasca diumumkannya calon peserta Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) daring oleh Bawaslu RI, Bawaslu Kabupaten/Kota se Indonesia diminta segera melakukan screening. Tidak terkecuali Bawaslu Bojonegoro, screening ini dilakukan kepada masyarakat yang sebelumnya telah mendaftar melalui website Bawaslu RI. "Screening ini dilakukan untuk memverifikasi berkas calon peserta SKPP daring sesuai dengan syarat, selanjutnya hasil screening akan dikirim kembali ke  Bawaslu Jatim," ungkap Moch. Zaenuri.

Keterpenuhan syarat tersebut terdiri dari umur minimal 17 tahun hingga 30 tahun, bersedia mengikuti SKPP daring sampai selesai, identifikasi peserta bukan sebagai bagian dari partai Politik dalam tiga tahun terakhir dan tidak sedang menjadi penyelenggara pemilu.

“Screaning ini dilakukan dalam jangka 14 hari, terhitung mulai dari tanggal 13 April 2020,” ujar Moch. Zaenuri.

Sebelum itu Bawaslu Bojonegoro juga mendata calon peserta yang telah mendaftar dari tiap kecamatan di Bojonegoro. Pendataan tersebut dilakukan guna mempermudah dalam mengidentifikasi calon peserta SKPP daring yang berada di tiap Kecamatan se Bojonegoro. Dari data yang ada, didapatkan pendaftar dari Bojonegoro sebanyak 107 pendaftar yang terdiri dari pendaftar terbanyak di Kecamatan Balen sebanyak 17 pendaftar.

Pesebaran lainnya yaitu dari Kecamatan Bojonegoro 12 pendaftar, Sumberrejo 9 pendaftar, Kedungadem 8 pendaftar, Bubulan dan Sukosewu masing-masing 7 pendaftar. Kapas 6 pendaftar, Baureno dan Trucuk masing-masing 4 pendaftar. Selanjutnya dari Kecamatan Bubulan, Gayam, Kalitidu, Kanor, Ngasem, Padangan dan Purwosari masing-masing 3 orang pendaftar. Serta dari Ngambon, Ngraho dan Tambakrejo masing-masing 2 orang pendafatar, dan maing-masing 1 pendaftar dari Kecamatan Gondang, Kasiman, Kepohbaru, Malo, Sugihwaras serta Temayang.

Ketua Bawaslu Bojonegoro juga berpesan kepada calon peserta SKPP daring untuk dapat berpartisipasi secara aktif saat pelaksanaan nantinya. “Kami berharap para peserta bisa menggunakan kesempatan dengan maksimal, sehingga nantinya bisa menjadi kader pengawasan partisipatif," pungkasnya.

Tag
Berita
Galeri Foto
Publikasi