Lompat ke isi utama

Berita

Optimalkan Peran Dan Fungsi Kehumasan Panwaslucam, Bawaslu Bojonegoro Gelar Rakor

humas

Foto bersama komisioner Bawaslu Bojonegoro dengan peserta rapat

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Untuk mempersiapkan pengawasan yang lebih efektif dalam Pemilihan Serentak 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) mengenai Optimalisasi Kehumasan dan Pemberitaan Panwaslu Kecamatan pada Sabtu (16/11/2024). Rapat ini diadakan di Eastern Hotel Bojonegoro dan dihadiri oleh Koordiv SDMO Datin, Koordiv HPPHM dan Staf Panwaslu Kecamatan Se-Bojonegoro.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan Panwaslu kecamatan dalam mengelola kehumasan serta pemberitaan terkait tahapan dan proses pemilukada. Mengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam Pemilukada, kegiatan ini juga menjadi langkah strategis untuk memastikan informasi yang diterima oleh masyarakat terkait pemilukada dapat dipahami dengan jelas, akurat, dan tepat waktu.

Koordinator Divisi Pencegaha, Parmas dan Hubungan Masyarakat, Muhammad Muchid yang membuka rapat, menekankan peran penting kehumasan dalam menjaga citra Pemilukada yang jujur dan adil.

"Kehumasan bukan hanya soal menyampaikan informasi, tetapi bagaimana kita menyampaikan informasi yang benar, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat. Ini sangat penting untuk mengedukasi publik, mencegah berita hoaks, dan mendukung kelancaran proses Pemilukada," ujarnya.

Muhammad Muchid, juga menambahkan bahwa setiap Panwaslu kecamatan memiliki peran strategis dalam memastikan komunikasi yang efektif dengan masyarakat dan media, serta memberikan informasi yang dibutuhkan terkait tahapan pemilu, prosedur pemungutan suara, hingga pengawasan terhadap potensi pelanggaran.

Materi yang dibahas dalam rapat antara lain mencakup teknik penyusunan dan distribusi rilis berita, pemanfaatan media sosial sebagai saluran komunikasi yang cepat dan tepat, serta cara-cara efektif dalam menangani aduan publik terkait Pemilukada. Selain itu, peserta juga diberikan pelatihan mengenai cara merespons isu-isu yang beredar di masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pelanggaran pemilukada atau penyebaran informasi yang salah oleh pemateri dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro.

Anggota Bawaslu Bojonegoro, Muhammad Muchid, yang turut menjadi narasumber, menjelaskan pentingnya pemberitaan yang berbasis pada fakta dan data.

"Masyarakat sering kali mengandalkan informasi dari media dalam memahami Pemilukada. Oleh karena itu, Panwaslu kecamatan harus dapat menyaring dan menyebarkan informasi yang benar, serta menghindari penyebaran berita yang bisa meresahkan publik atau menciptakan kebingungan," ujarnya.

Rakor ini juga membahas peran penting Panwaslu kecamatan dalam menyosialisasikan mekanisme pengawasan kepada masyarakat, serta upaya pencegahan terhadap potensi kecurangan yang dapat terjadi di tingkat bawah. Dengan komunikasi yang baik dan terbuka, diharapkan masyarakat akan lebih aktif berpartisipasi dalam mengawasi Pemilu, serta lebih percaya pada integritas proses pemilu yang berjalan.

Selain itu, Bawaslu Bojonegoro juga menekankan pentingnya sinergi antara Panwaslu kecamatan dan media massa, baik media cetak, elektronik, maupun digital. Media diharapkan dapat membantu dalam menyebarluaskan informasi terkait pengawasan pemilu, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya partisipasi dalam menjaga kualitas Pemilukada.

Penutupan rapat diwarnai dengan sesi evaluasi dan sesi tanya jawab, di mana peserta memberikan masukan dan berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi dalam mengelola kehumasan di tingkat kecamatan, serta strategi terbaik untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Bojonegoro.

Dengan adanya rapat koordinasi ini, Bawaslu Bojonegoro berharap Panwaslu kecamatan dapat lebih optimal dalam menjalankan perannya, terutama dalam memastikan komunikasi yang efektif dan menyebarluaskan informasi yang akurat dan terpercaya kepada publik. Pemberitaan yang baik diharapkan dapat menciptakan Pemilukada yang lebih transparan, jujur, dan akuntabel pada Pemilihan Serentak 2024.

Penulis dan Foto : Victor & Joko

Editor : Humas Bawaslu Bojonegoro