Lompat ke isi utama

Berita

Dari Ruang Redaksi untuk Demokrasi, Bawaslu Bojonegoro Perkuat Sinergi dengan Jawa Pos Radar Bojonegoro

muchid

Foto bersama jajaran Bawaslu Kabupaten Bojonegoro dan Jawa Pos Radar Bojonegoro menjadi penanda komitmen bersama dalam membangun sinergi antara penyelenggara pengawasan pemilu dan media massa untuk menghadirkan informasi publik yang kredibel, transparan, serta mendukung penguatan demokrasi di Kabupaten Bojonegoro.

 Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Bawaslu Kabupaten Bojonegoro terus memperkuat kolaborasi dengan insan media sebagai bagian dari upaya membangun komunikasi publik yang berkualitas. Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Koordinasi dan Silaturahmi (Media Visit) ke kantor Jawa Pos Radar Bojonegoro pada Rabu (22/7/2026).

Rombongan Bawaslu Kabupaten Bojonegoro dipimpin oleh Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., didampingi Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Lia Andriyani, S.Sos., Kepala Sekretariat Fallailasyah, S.STP., M.M., Kasubbag PPPS Septian Eko Santoso, S.H., serta jajaran staf.

Kehadiran rombongan diterima langsung oleh Direktur Jawa Pos Radar Bojonegoro Bachtiar Febrianto, Pemimpin Redaksi Muhammad Suaeb, beserta jajaran redaksi.

Dalam sambutannya, Muhammad Muchid menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bukan sekadar silaturahmi, melainkan upaya membangun sinergi yang berkelanjutan antara Bawaslu dan media massa dalam menghadapi dinamika demokrasi ke depan.

"Kerja sama yang telah terjalin selama ini menjadi modal yang baik untuk terus dikembangkan. Kami berharap dapat terus berdiskusi dan saling berbagi pengalaman dengan Jawa Pos Radar Bojonegoro guna memperkuat kapasitas kehumasan dalam menghadirkan informasi yang akurat, dan edukatif bagi masyarakat," tambah Muchid.

Ia menambahkan, Bawaslu Kabupaten Bojonegoro berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan media melalui berbagai bentuk kerja sama yang lebih konkret, termasuk pengembangan kapasitas kehumasan melalui forum berbagi pengalaman, diskusi, dan pembelajaran bersama guna semakin meningkatkan kualitas komunikasi publik.

Direktur Jawa Pos Radar Bojonegoro, Bachtiar Febrianto, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, hubungan baik antara media dan Bawaslu selama penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan 2024 telah memberikan kontribusi positif terhadap penyebaran informasi kepada masyarakat.

"Terima kasih atas kunjungannya. Ini merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Selama ini kerja sama yang terjalin sangat baik karena kita sama-sama memiliki misi memberikan edukasi kepada masyarakat. Kesuksesan penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada kemarin tidak lepas dari sinergi semua pihak," ungkapnya.

Bachtiar Febrianto juga menyoroti tantangan yang dihadapi media saat ini, terutama derasnya arus informasi di media sosial yang sering kali beredar tanpa proses konfirmasi.

"Yang memprihatinkan saat ini adalah informasi di media sosial yang sering disampaikan sepotong-sepotong tanpa verifikasi. Padahal jurnalistik memiliki tanggung jawab untuk melakukan konfirmasi sehingga informasi yang diterima masyarakat benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini menjadi tantangan kita bersama," ujarnya.

Hal senada disampaikan Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Bojonegoro, Muhammad Suaeb. Ia menegaskan bahwa prinsip konfirmasi merupakan fondasi utama dalam dunia jurnalistik sehingga setiap informasi yang dipublikasikan harus melalui proses verifikasi.

"Setiap berita harus ada konfirmasi. Jangan sampai sebuah informasi dipublikasikan tanpa melakukan verifikasi kepada pihak terkait. Fungsi media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat," jelasnya.

Dalam diskusi tersebut, Muchid turut memaparkan beberapa agenda pengawasan yang saat ini menjadi fokus Bawaslu, salah satunya pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB).

Sementara itu, Koordinator Divisi Hukum & Penyelesaian Sengketa, Lia Andriyani menambahkan bahwa selain PDPB, terdapat pula pemutakhiran data partai politik yang dilakukan secara berkala sebagai bagian dari tugas pengawasan Bawaslu.

Muchid menilai, pengawasan kepemiluan tidak dapat dilakukan oleh Bawaslu seorang diri. Peran media dinilai sangat penting dalam membangun partisipasi masyarakat sekaligus memperluas jangkauan informasi pengawasan.

"Yang kami harapkan adalah kolaborasi. Pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tugas Bawaslu, tetapi juga membutuhkan dukungan media dan masyarakat agar demokrasi berjalan semakin berkualitas," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, jajaran Staf Humas dan Data Informasi Bawaslu Kabupaten Bojonegoro turut berdiskusi secara aktif mengenai strategi komunikasi publik di era digital. Diskusi tersebut mencakup penguatan praktik jurnalistik, pengelolaan informasi yang kredibel, penyajian berita yang memiliki nilai edukasi, hingga upaya menghadapi tantangan penyebaran informasi yang begitu cepat di media digital.

Menanggapi berbagai pandangan yang disampaikan, Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Bojonegoro, Muhammad Suaeb, menilai bahwa kehumasan memegang peran strategis sebagai representasi sebuah lembaga di hadapan publik. Menurutnya, masyarakat mengenal kinerja Bawaslu melalui informasi yang disampaikan kepada publik, sehingga setiap publikasi harus mampu menghadirkan informasi yang akurat, mudah dipahami, sekaligus memiliki nilai berita (news value) yang kuat.

Mengakhiri pertemuan, Muhammad Muchid berharap komunikasi yang telah terjalin dapat ditingkatkan menjadi kerja sama yang lebih erat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Menurutnya, kolaborasi antara Bawaslu dan media menjadi modal penting dalam memperkuat pendidikan politik dan pengawasan partisipatif masyarakat menjelang Pemilu 2029.

"Harapan kami, silaturahmi ini terus terjaga dan berkembang menjadi kerja sama yang lebih konkret. Semoga sinergi antara Bawaslu dan Jawa Pos Radar Bojonegoro semakin kuat dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta bersama-sama menyongsong Pemilu 2029 yang semakin berkualitas," pungkasnya.

Penulis dan Foto: Victor dan Hana

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro