Bawaslu Bojonegoro Lakukan Koordinasi ke KPU, Bahas Persiapan Rapat Pleno PDPB Triwulan III
|
Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id – Dalam rangka memperkuat sinergi kelembagaan dan memastikan proses pemutakhiran data pemilih berkelanjutan berjalan sesuai regulasi, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro melaksanakan kunjungan koordinasi ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bojonegoro pada Senin (29/9/2025).
Kunjungan ini dilakukan menjelang pelaksanaan Rapat Pleno Penetapan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) untuk Triwulan III Tahun 2025. Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M, didampingi oleh jajaran anggota, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., Lia Andriyani, S.Sos,. dan Weni Andriani, S.Pd., beserta staf teknis. Kunjungan Bawaslu Bojonegoro disambut hangat oleh Ketua KPU Bojonegoro beserta jajarannya.
Dalam agenda koordinasi tersebut, Bawaslu Kabupaten Bojonegoro menyampaikan sejumlah catatan penting hasil pengawasan selama proses uji petik data pemilih yang telah dilakukan selama tiga bulan terakhir. Berdasarkan hasil pengawasan tersebut, ditemukan pemilih baru dan pemilih tidak memenuhi syarat (TMS). Temuan ini menjadi bahan masukan penting bagi KPU Bojonegoro untuk ditindaklanjuti secara cermat. Bawaslu Kabupaten Bojonegoro menegaskan pentingnya setiap pemilih yang teridentifikasi melalui uji petik diperlakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, dalam pertemuan tersebut, Bawaslu Bojonegoro juga memberikan perhatian khusus terhadap pemilih-pemilih yang tidak memiliki dokumen pendukung yang sah. Untuk memastikan akurasi data, Bawaslu Bojonegoro mendorong KPU Bojonegoro agar mempertimbangkan pelaksanaan sampling Coklit Terbatas terhadap pemilih dalam kategori tersebut. Langkah ini dinilai sebagai bentuk verifikasi lapangan yang dapat memperkuat validitas data sekaligus mencegah potensi permasalahan pada tahap penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) nantinya.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., menegaskan bahwa kualitas PDPB harus menjadi perhatian utama semua pihak yang terlibat dalam tahapan penyelenggaraan pemilu.
“Bawaslu menjadikan kualitas Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) sebagai hal yang harus diperhatikan secara serius, agar ke depan persoalan DPT dapat lebih mudah ditangani dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat,” ungkap Handoko.
Senada dengan itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., menyampaikan bahwa kegiatan koordinasi seperti ini merupakan bagian dari upaya pencegahan yang dilakukan secara aktif oleh Bawaslu Bojonegoro untuk memastikan seluruh tahapan berjalan secara akuntabel dan transparan.
“Koordinasi yang dilakukan hari ini adalah bagian dari komitmen pencegahan dini terhadap potensi masalah pada tahapan pemilu. Kami berharap KPU Bojonegoro dapat menindaklanjuti setiap catatan yang kami sampaikan, agar penyusunan data pemilih lebih valid dan partisipasi masyarakat dapat meningkat karena adanya kepercayaan terhadap prosesnya,” tutur Muchid.
Dengan adanya koordinasi yang konstruktif antara Bawaslu Bojonegoro dan KPU Kabupaten Bojonegoro ini, diharapkan proses penetapan PDPB Triwulan III berjalan lancar dan menghasilkan data pemilih yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penulis dan Foto: Victor dan Fikri
Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro