Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bojonegoro Ikuti Cangkrukan Demokrasi Seri 12: Bahas Strategi Kehumasan dan Datin dalam Menangani Fenomena Buzzer Demokrasi

humas

Ketua, Kordiv Humas serta Kordiv Datin beserta Staf Divisi Humas Datin saat ikuti zoom meeting

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Koordinator Divisi Humas dan Koordinator Divisi Data dan Informasi (Datin) Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, beserta jajaran staf dari kedua divisi, mengikuti kegiatan Cangkrukan Demokrasi Seri 12 yang digelar oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur secara daring melalui Zoom Meeting. Tema diskusi kali ini adalah “Strategi Kehumasan dan Datin dalam Menangani Fenomena Buzzer Demokrasi.”

Kegiatan ini merupakan bagian dari forum diskusi rutin yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur sebagai upaya peningkatan kapasitas kelembagaan dan sinergi antardivisi dalam menghadapi tantangan pengawasan pemilu di era digital. Tema buzzer dipilih karena dianggap relevan dan krusial, mengingat pengaruhnya yang semakin besar terhadap opini publik dan dinamika demokrasi, terutama menjelang Pemilu dan Pilkada.

Dalam forum tersebut, para peserta diajak untuk memahami lebih dalam fenomena buzzer dari perspektif komunikasi politik, etika demokrasi, serta strategi komunikasi dan pengelolaan data yang efektif dalam merespons dinamika tersebut.

Koordinator Divisi Humas Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Muhammad Muchid, S.Pd.i., M.Sos., menyampaikan pentingnya membangun narasi kelembagaan yang kuat dan kredibel sebagai bentuk antisipasi terhadap penyebaran informasi yang bersifat manipulatif oleh akun-akun buzzer.

“Divisi Humas harus hadir sebagai pengelola informasi resmi yang aktif dan responsif. Dalam menghadapi buzzer, kita tidak bisa hanya bersifat reaktif, tetapi harus mampu membangun komunikasi publik yang positif, terbuka, dan berbasis data,” ungkapnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Data dan Informasi, Weni Andriani, S.Pd., menekankan pentingnya kolaborasi antara Divisi Datin dan Humas dalam melakukan pemetaan digital, identifikasi pola sebaran narasi, serta penguatan sistem pelaporan berbasis teknologi.

“Buzzer tidak bisa dilawan dengan asumsi. Kita butuh data, analisis tren, dan pemahaman atas algoritma media sosial. Oleh karena itu, sinergi antara pengelolaan data dan strategi komunikasi harus diperkuat,” ujarnya.

Kegiatan ini ditutup dengan ajakan kepada seluruh jajaran Bawaslu se-Jawa Timur untuk terus meningkatkan kemampuan adaptasi dan inovasi dalam menghadapi tantangan demokrasi digital yang semakin kompleks.

Dengan mengikuti Cangkrukan Demokrasi Seri 12 ini, Bawaslu Kabupaten Bojonegoro berkomitmen untuk terus meningkatkan efektivitas pengawasan pemilu yang tidak hanya berbasis aturan, tetapi juga responsif terhadap perkembangan zaman, terutama di ruang digital yang penuh dinamika dan tantangan baru.

Penulis dan Foto: Victor & Fitri

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro