Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bojonegoro Hadiri Rakor Evaluasi Pelaksanaan Perselisihan Hasil Pemilu di Jatim

LIA

Lia Andriyani dan Staf saat mengikuti rapat di Kota Batu

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Jawa Timur mengadakan rapat koordinasi penting untuk evaluasi pelaksanaan perselisihan hasil Pemilu 2024 di Kantor Bawaslu Kota Batu pada tanggal 3-4 Agustus 2024. Rapat ini bertujuan untuk menilai efektivitas penanganan perselisihan hasil pemilu yang telah berlangsung serta merumuskan langkah-langkah perbaikan guna memastikan proses pemilihan yang adil dan transparan.

Rapat ini dihadiri oleh Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono, Anggota Bawaslu Jatim Dewita Hayu Shinta. Agenda utama pertemuan adalah evaluasi kasus-kasus perselisihan yang telah ditangani dan identifikasi tantangan serta solusi untuk masalah yang mungkin timbul di masa mendatang.

Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono, dalam sambutannya menjelaskan pentingnya evaluasi ini untuk meningkatkan kualitas proses pemilihan. "Kita akan mengambil pelajaran untuk menghadapi pemilihan yang kasusnya sama, puncak demokrasi ditandai dengan adanya pemilu. Dulu stigma pemilu kotor dan penekanan, namun ditekan dengan materi. Mari kita merasa malu kalau nature kita tercabut sebagai pengawas pemilu. Ada fakta, data dan kata menjadi kunci dalamPHPU kemarin." ujar Totok Hariyono.

Anggota Bawaslu Jatim Dewita Hayu Shinta, memberikan tanggapannya terkait hasil evaluasi. "Evaluasi PHPU dimulai dari persiapan kita. Evaluasi akan kita mulai dari Bawaslu Kabupaten/Kota, kita akan mendengarkan 21 Kabupaten/Kota yang tersebut sebagai termohon. Kita berharap dapat ilmu dan pengalaman agar kita bisa lebih baik PHP Pilkada 2024, dari 21 ini akan di bagi setiap sesi dan masing-masing akan mempresentasikan dari penyusunan alat bukti sampai evaluasinya. Harapannya, diluar 21 Kabupaten/Kota dapat mengambil pelajaran, agar yang lain bisa tau dan merasakan apa yang akan dilakukan dengan membuat keterangan tertulis, dibalik tulisan yang sederhana ada kerja keras terkait tulisan tersebut agar pilkada dapat menyiapkan lebih baik. Bawaslu Jatim akan melakukan pendampingan akan tetapi panggung milik Kabupaten/Kota. Kita perlu berbangga karena berkat bimbingan Pak Totok kita mendapat pujian dari MK. Alat bukti Bawaslu lebih baik dari termohon. Alat bukti Bawaslu di puji rapi oleh MK. Form A menjadi senjata kita dibanding pihak lain." ungkap Dewita Hayu Shinta.

Dengan adanya evaluasi ini, Bawaslu berharap dapat memperbaiki dan menyempurnakan sistem penanganan perselisihan hasil pemilu, sehingga kepercayaan publik terhadap proses pemilihan dapat terus terjaga. Rapat ini merupakan langkah penting menuju penyelenggaraan pemilu yang lebih baik dan lebih adil di masa depan.