Bawaslu Bojonegoro Hadiri Peluncuran Buku “Perempuan Yang”
|
Sidoarjo, bojonegoro.bawaslu.go.id. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro hadiri acara launching buku bersamaan dengan Penandatanganan Kerja Sama antara Bawaslu Jawa Timur dengan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, dan sosialisasi pengawasan partisipatif untuk kelompok perempuan.
Peluncuran buku tersebut merupakan bukti bahwa Srikandi Pengawas Pemilu se-Jawa Timur tak pernah mati gaya. Kali ini Srikandi membuktikan dengan penulisan bersama buku berjudul Perempuan Yang. Adapun isi dari buku tersebut tentang pengalaman dan harapan dari para perempuan pinggiran.
Sebelumya iIstilah Srikandi ini merupakan pengawas pemilu perempuan di Bawaslu. Di Jawa Timur sendiri, jumlah pengawas perempuan di tingkat kabupaten/kota sampai provinsi berjumlah 25 orang. Dalam kesempatan ini Bawaslu Kabupaten Bojonegoro dihadiri oleh Lilik Mustafidah yang juga merupakan salah satu perempuan yang ikut andil dalam penulisan buku tersebut.
Srikandi Bawaslu Kabupaaten Bojonegoro, Lilik Mustafidah (Tengah Berjilbab Abu-Abu)
Dalam kesempatan ini hadir Koordinator Divisi Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga, Nur Elya Anggraini yang menyampaikan bahwa buku yang di launching merupakan kumpulan tulisan dari Srikandi Pengawas Pemilu se-Jawa Timur yang memotret para perempuan pinggiran di Jawa Timur. Rabu (11/03/2020).
“Selama ini para perempuan yang menjadi nelayan, buruh pabrik, driver ojek online, kuli panggul, dan para perempuan yang terpinggirkan secara ekonomi nyaris tak tersentuh dalam advokasi. Kami mengangkat cerita tentang mereka dalam buku tersebut. Sudah saatnya mereka bicara dan kita yang mulai diam” ungkapnya.
Anggota Komisioner Bawaslu Provinsi Jawa Timur tersebut berharap agar suara, harapan dan mimpi para perempuan pinggiran dapat didengar dan diperhatikan.
” Suara mereka tentang demokrasi, pemilu dan politik uang dari buku tersebut adalah murni suara dari rakyat. Sudah seyogianya dapat terus kita dengar, perhatikan, advokasi hingga muncul kebijakan yang menguntungkan para perempuan pinggiran, ” imbuhnya lagi.