Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bojonegoro Hadiri Cangkrukan Demokrasi: Menyimak Strategi Humas dan Pengelolaan Data di Era Efisiensi

zoom

Materi zoom meeting Cangkrukan Demokrasi Humas Datin

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Suasana hangat penuh semangat kolaborasi menyelimuti ruang virtual Zoom Meeting pada Selasa (5/8), ketika Bawaslu Kabupaten Bojonegoro menghadiri forum Cangkrukan Demokrasi yang kali ini mengangkat tema “Strategi Kehumasan dan Pengelolaan Data Informasi dalam Suasana Efisiensi”. Acara yang digagas oleh Divisi Humas dan Data Informasi Bawaslu Provinsi Jawa Timur ini menghadirkan narasumber dari Bawaslu Kabupaten Sumenep, Situbondo, Trenggalek, dan Tuban.

Kegiatan ini menjadi ruang berbagi ide dan pengalaman antar-daerah, dengan nuansa santai namun sarat makna, layaknya “cangkrukan” dalam budaya Jawa Timur yang akrab dan bersahabat. Namun meski santai, topik yang dibahas sangat strategis: bagaimana membangun citra kelembagaan yang kuat melalui humas yang efektif dan pengelolaan data yang efisien, di tengah keterbatasan sumber daya yang kerap dihadapi.

Dalam forum tersebut, perwakilan dari Bawaslu Sumenep membuka diskusi dengan memaparkan strategi komunikasi publik yang mereka gunakan untuk memperkuat kepercayaan masyarakat. Salah satunya adalah pendekatan lokal dan partisipatif, yang dikemas melalui konten sosial media yang menyentuh sisi humanis pengawasan pemilu.

Sementara itu, Bawaslu Situbondo menyoroti pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam merespons isu-isu yang berkembang di media sosial. Menurut mereka, humas Bawaslu harus bersikap proaktif dan tidak hanya sekadar menjadi penerus informasi, melainkan pengelola persepsi publik yang andal.

Perwakilan dari Bawaslu Trenggalek memberikan insight menarik soal pengelolaan data internal yang ringkas dan sistematis. Mereka menekankan pentingnya membangun sistem dokumentasi yang tidak hanya rapi, tetapi juga mudah diakses oleh divisi lain, sehingga mendukung efisiensi kerja lintas bidang.

Sedangkan Bawaslu Tuban menyajikan pendekatan inovatif melalui pemanfaatan data visual dalam laporan dan media sosial. Mereka menunjukkan bahwa data yang ditampilkan secara menarik melalui infografis, video pendek, atau animasi lebih efektif menjangkau publik dan memperkuat pesan pengawasan.

Bawaslu Bojonegoro sendiri menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk penyegaran sekaligus pengayaan wawasan, terutama dalam menghadapi tantangan kehumasan yang semakin kompleks. Era digital menuntut kecepatan, kreativitas, serta keterampilan dalam mengolah data menjadi narasi publik yang bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

“Kegiatan ini sangat penting, bukan hanya sebagai ajang berbagi praktik baik, tetapi juga sebagai momen reflektif. Kita diingatkan kembali bahwa membangun kepercayaan publik tidak hanya melalui tindakan nyata, tapi juga dari bagaimana kita mengemas dan menyampaikan setiap langkah kita,” ujar Muhammad Muchid.

Tak hanya soal strategi eksternal, diskusi juga menyentuh peran internal humas sebagai simpul komunikasi antar-divisi. Di tengah efisiensi anggaran dan sumber daya, humas diharapkan menjadi jembatan yang mampu menyatukan irama kerja kelembagaan, sambil terus menyuarakan nilai-nilai demokrasi yang menjadi pijakan utama Bawaslu.

Cangkrukan Demokrasi edisi ini menjadi pengingat bahwa di balik layar pengawasan, ada kerja-kerja komunikasi dan pengelolaan data yang tak kalah penting. Bawaslu bukan hanya penjaga proses pemilu, tetapi juga komunikator demokrasi yang harus mampu menyampaikan pesan secara cerdas, santun, dan berdampak.

Dengan semangat gotong royong dan keterbukaan, Bawaslu Bojonegoro berkomitmen untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kualitas kehumasan serta manajemen data. Karena di tengah keterbatasan, justru lahirlah kreativitas dan dari kreativitas itulah, kepercayaan publik tumbuh.

Penulis dan Foto: Victor & Hana

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro