Bawaslu Bojonegoro Hadir Sebagai Narasumber Di Lokakarya Pendidikan Pemilih Pengarusutamaan Isu GEDSI
|
Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bojonegoro turut ambil bagian sebagai narasumber dalam kegiatan Lokakarya Pendidikan Pemilih yang mengangkat tema "Pengarusutamaan Isu Gender, Disabilitas, dan Sumber Daya Alam (GEDSI)" yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Bojonegoro. Lokakarya ini berlangsung pada 14 November 2024 di SGedung Dakwah Muhammadiyah Bojonegoro dan diikuti oleh berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap peningkatan partisipasi pemilih di Pemilukada mendatang.
Lokakarya ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya memasukkan perspektif gender, disabilitas, dan isu sumber daya alam (GEDSI) dalam pendidikan pemilih, khususnya dalam rangka menciptakan pemilu yang inklusif dan merata. Isu-isu ini menjadi sangat relevan mengingat pemilu yang demokratis harus mampu mengakomodasi hak semua warga negara, tanpa terkecuali kelompok marginal seperti perempuan, penyandang disabilitas, serta kelompok yang terdampak langsung oleh masalah lingkungan dan sumber daya alam.
Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Bojonegoro, Muhammad Muchid, yang menyampaikan materi terkait pentingnya pengawasan Pemilukada yang inklusif dan berbasis pada prinsip kesetaraan gender. Dalam presentasinya, Muchid menekankan pentingnya partisipasi seluruh lapisan masyarakat dalam proses demokrasi, termasuk perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya.
“Pendidikan pemilih bukan hanya soal bagaimana memilih dengan baik, tetapi juga bagaimana kita memastikan bahwa seluruh warga negara, tanpa terkecuali, mendapatkan hak dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam pemilu. Pengarusutamaan isu GEDSI sangat penting, karena keberagaman ini adalah cerminan dari masyarakat kita yang sesungguhnya,” ujarnya dalam sesi diskusi.
Lebih lanjut, Muchid mengungkapkan bahwa Bawaslu Bojonegoro telah melaksanakan berbagai upaya untuk memastikan penyandang disabilitas dan perempuan bisa berpartisipasi aktif dalam Pemilukada dengan cara yang lebih mudah dan aman. “Kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan TPS yang ramah disabilitas dan pelaksanaan sosialisasi yang menyasar perempuan di berbagai komunitas. Keterlibatan aktif mereka dalam pengawasan sangat kami harapkan,” tambahnya.
Dalam lokakarya ini, peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya merancang kebijakan dan program pendidikan pemilih yang sensitif terhadap isu-isu GEDSI, serta bagaimana meningkatkan kapasitas pengawas pemilu dalam menyikapi isu-isu tersebut secara lebih inklusif.
Beberapa pembicara lain dalam lokakarya ini Calon Bupati Bojonegoro No 1 Teguh Haryono dan Calon Wakil Bupati Bojonegoro No 2 Nurul Azizah hadir dalam kegiatan ini.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya pemilih di Bojonegoro Jawa Timur, tentang pentingnya kesetaraan dan inklusivitas dalam setiap tahapan Pemilukada. Lokakarya juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara lembaga pengawas pemilu, masyarakat sipil, dan media dalam mendorong partisipasi aktif semua kelompok dalam demokrasi.
Dengan adanya keterlibatan aktif Bawaslu Bojonegoro sebagai narasumber, diharapkan kedepannya pemilu yang akan datang dapat lebih representatif dan memberikan ruang yang adil bagi seluruh warga negara, tanpa terkecuali.
Penulis dan Foto : Victor
Editor : Humas Bawaslu Bojonegoro