Bawaslu Bojonegoro Gelar Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif
|
Bojonegoro. bojonegoro.bawaslu.go.id Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Bojonegoro mengadakan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif yang dilaksanakan hari Kamis dan Jumat tanggal 28 hingga 29 November 2019. Bertempat di Griya Dharma Kusuma, Jalan Tronojoyo, Bojonegoro.
Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif ini diikuti oleh 50 pemuda-pemudi Bojonegoro berusia 20 hingga 30 tahun. “Pembatasan usia ini diberlakukan karena kami membutuhkan anak-anak muda yang energik dan tanggap tekhnolgi," jelas Moch. Zaenuri, Ketua Bawaslu Bojonegoro.
Selain mengenai usia Bawaslu Bojonegoro juga menegaskan bahwa kegiatan ini bukan ladang maupun jalan untuk nantinya bisa menjadi Pengawas Pemilihan Umum (Panwascam). Dalam hal ini M. Alfianto mengungkapkan peserta yang mengikuti Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif ini harapannya dapat menjadi duta di daerah masing-masing untuk dapat ikut berpartisipasi mengawasi jalannya Pemilihan Umum (Pemilu).
Suasana Kelas Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif
“Kami harapkan mereka nantinya menjadi influencer untuk menyampaikan pesan-pesan Bawaslu kepada masyarakat." Seperti halnya money politic, ini dianggap hal yang wajar oleh masyarakat padahal itu merupakan hal yang melanggar hukum. Maka kami membutuhkan bantuan teman-teman untuk menyampaikan bahwa dari segi apapun money politic itu tidak diperbolehkan lanjut Koordinator Divisi (Kordiv) Sumber Daya Manusia (SDM) dan Organisasi ini.
Sebelum membuka kegiatan tersebut, Ketua Bawaslu Bojonegoro Moch. Zaenuri juga mengungkapkan dalam mengikuti kegiatan tersebut peserta harus meluruskan niat dan tujuan. Bahwasannya dalam kegiatan ini sebagai wadah untuk menuntut ilmu, sebagai wadah untuk menambah wawasan dan juga nantinya bisa menjadi influencer untuk disampaikan kepada yang lain.