Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bojonegoro Ajak Alumni SKPP Diskusi Pengawasan

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id – Bawaslu telah melaksanakan dua kali kegiatan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP). Diantaranya pada tahun 2019 yang dilaksanakan secara langsung dan tahun 2020 dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom. Dari SKPP tersebut Bawaslu Bojonegoro mempunyai lebih dari 100 kader yang telah selesai mengikuti tiap proses pembelajaran.

Dari jumlah kader yang didapatkan tersebut Bawaslu Bojonegoro menginginkan agar ilmu yang telah didapat dari pembelajaran yang telah diikuti dapat disalurkan kepada masyarakat. “Kami ingin merefresh ulang ilmu-ilmu yang telah didapat dalam pembelajaran kemarin,” ungkap Ketua Bawaslu Bojonegoro, Moh. Zaenuri.

Terkait hal tersebut, Selasa (18/08/2020) sekira pukul 14.00 WIB Bawaslu Bojonegoro melaksanakan kegiatan rapat diskusi pengawasan partisipatif pemilu bersama alumni SKPP. Karena keterbatasan tempat dan dalam situasi di tengah pandemi covid 19, Bawaslu Bojonegoro mengundang 20 orang. Mewakili dari seluruh Alumni SKPP yang belum bisa hadir dalam pertemuan hari ini, peserta yang hadir nantinya dapat menjadi representasi kader lainnya.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di kantor Bawaslu Kabupaten Bojonegoro jalan Pahlawan Nomor 7 tersebut diharapkan dapat menghasilkan rencana tindak lanjut kegiatan untuk menyongsong Pilkada/Pemilu kedepannya. “Kami harap dari Alumni SKPP khususya dari Bojonegoro dapat membantu dalam pengawasan partisipatif,” ungkap Koordinator Divisi Hukum Bawaslu Bojonegoro, Mujiono.

Koordinator Divisi Sengketa Bawaslu Bojonegoro, lilik Mustafidah menyampaikan bahwa pengawasan partisipatif ini merupakan tugas Bawaslu untuk mencegah terjadinya suatu pelanggaran dan proses sengketa Pemilu. Karena alumni SKPP merupakan bagian dari partisipasi masyarakat.

“Jadi alumni SKPP ini tidak hanya mentransfer ilmu saja melainkan nantinya dapat menjadi pengawas partisipatif mitra dari Bawaslu,” tambah Lilik Mustafidah.

Diharapkan alumni SKPP ini benar-benar dapat memberikan kontribusi bagi terselenggaranya Pemilu yang jujur dan adil. “Butuh waktu yang panjang untuk mengedukasi masyarakat agar melek regulasi diharapkan kita bisa menjadi influencer untuk lainnya,” pungkas Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Bojonegoro, Dian Widodo.

Tag
Berita
Galeri Foto