Apel Pagi Penuh Arti di Bawaslu Bojonegoro: Sambutan Hangat untuk Pegawai PPPK Baru, Filosofi Ilmu Padi Jadi Pengingat
|
Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Udara pagi di halaman kantor Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Senin (7/7), terasa lebih sejuk dari biasanya. Meski matahari belum tinggi, sinarnya sudah mulai menembus celah pepohonan yang menaungi halaman kantor. Suasana apel pagi, yang merupakan kegiatan rutin setiap pekan, hari itu terasa berbeda. Di tengah barisan para pegawai yang berdiri tegap dan rapi, hadir wajah-wajah baru yang mencerminkan semangat dan harapan: para pegawai non-PNS yang baru saja resmi dilantik sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Momen ini menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi mereka yang dilantik, tetapi juga bagi keluarga besar Bawaslu Bojonegoro. Dengan bergabungnya para pegawai PPPK, lembaga pengawas pemilu ini kembali memperkuat sumber daya manusianya dalam menjaga marwah demokrasi di Kabupaten Bojonegoro. Apel pagi menjadi medium simbolik untuk menyambut kehadiran mereka—sekaligus meneguhkan kembali nilai-nilai yang menjadi napas kerja pengawasan pemilu.
Kasubbag Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (PPPS), yang pagi itu bertindak sebagai pembina apel, menyampaikan amanat yang hangat dan menyentuh. Tidak ada kalimat yang rumit, tidak ada basa-basi birokratis. Justru dalam kesederhanaan ucapannya, terkandung makna yang dalam dan menyentuh hati.
“Selamat bergabung dan bertugas bagi kawan-kawan non-PNS yang baru saja dilantik sebagai PPPK. Kalian bukan hanya bagian dari struktur organisasi, tetapi bagian dari perjuangan kita bersama dalam menjaga integritas dan keadilan pemilu,” ucapnya dengan nada tulus dan penuh keyakinan.
Tepuk tangan pelan menyambut ucapan itu. Terlihat beberapa pegawai baru tersenyum haru, mungkin merasa dihargai dan diterima bukan hanya sebagai tenaga tambahan, tetapi sebagai keluarga. Namun amanat itu belum berhenti di sana. Di akhir sambutannya, Kasubbag PPPS menutup dengan petuah singkat namun kuat—sebuah pesan yang tak hanya relevan untuk pegawai baru, tetapi juga menjadi pengingat bagi semua yang hadir.
“Tetaplah seperti ilmu padi—semakin berisi, semakin merunduk,” katanya dengan suara tenang. Sebuah filosofi yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal bangsa Indonesia, namun tak pernah kehilangan relevansi. Bahwa semakin kita diberi kepercayaan, semakin kita harus bersikap rendah hati. Semakin banyak ilmu dan pengalaman yang kita miliki, semakin besar pula tanggung jawab moral untuk tidak meninggi, melainkan membumi.
Kalimat itu menebar kesunyian sesaat di tengah barisan apel. Bukan karena tidak dipahami, tetapi justru karena semua yang mendengar memahami betul maknanya. Dalam dunia birokrasi dan pelayanan publik, sering kali jabatan dan status bisa membuat seseorang lupa akar dan arah. Filosofi ilmu padi menjadi pengingat agar semua yang bekerja di Bawaslu Bojonegoro senantiasa menjunjung nilai kerendahan hati, tanggung jawab, dan keikhlasan dalam melayani.
Para pegawai PPPK yang baru dilantik berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang sudah lama mengabdi sebagai tenaga non-PNS di lingkungan Bawaslu, dan ada pula yang baru pertama kali masuk ke dalam sistem. Namun hari itu, semuanya disatukan dalam semangat yang sama: semangat pengabdian, semangat belajar, dan semangat menjaga proses demokrasi dengan integritas. Dengan status yang kini lebih pasti, mereka diharapkan mampu bekerja dengan lebih fokus, lebih profesional, namun tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dalam tugas-tugas teknis yang mereka emban.
Salah satu pegawai PPPK baru, yang sebelumnya telah bertahun-tahun bekerja sebagai tenaga non-PNS di Bawaslu, menyampaikan rasa syukurnya. Ia mengaku terharu atas sambutan yang begitu hangat dalam apel pagi tersebut.
“Saya merasa bangga dan bahagia. Setelah sekian lama mengabdi sebagai tenaga non-PNS, akhirnya hari ini resmi menjadi PPPK. Tapi yang membuat saya lebih terharu adalah penyambutan yang tidak sekadar formalitas. Ucapan Kasubbag tadi tentang ilmu padi benar-benar menyentuh. Saya merasa ini bukan hanya tentang status, tapi tentang kepercayaan dan tanggung jawab,” ujarnya sambil menahan haru.
Apel pagi itu mengingatkan semua yang hadir bahwa keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya bergantung pada struktur, regulasi, atau sistem. Lebih dari itu, keberhasilan lahir dari semangat kolektif, dari hubungan antarmanusia yang saling menghormati dan menguatkan. Dan itu dimulai dari hal-hal sederhana—seperti salam hangat, amanat yang tulus, dan filosofi bijak yang ditanamkan dari awal.
Dengan bergabungnya para pegawai PPPK baru, Bawaslu Bojonegoro memasuki babak baru dalam perjalanannya. Tantangan pengawasan pemilu ke depan tentu tidak ringan, terutama dengan dinamika politik yang semakin kompleks dan ekspektasi publik yang terus meningkat. Namun dengan sumber daya manusia yang semakin solid, ditopang oleh semangat rendah hati dan kesadaran akan tanggung jawab besar, Bawaslu Bojonegoro siap melangkah lebih jauh. Karena di sinilah demokrasi dijaga, bukan hanya dengan regulasi, tetapi juga dengan hati.
Penulis dan Foto : Victor dan Muhajirin
Editor : Humas Bawaslu Bojonegoro