Lompat ke isi utama

Berita

Apel Pagi Bawaslu Bojonegoro, Muhammad Muchid: Tingkatkan Disiplin dan Komitmen Kerja

apel

Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos saat menjadi Pembina Apel

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id — Suasana apel pagi di lingkungan Bawaslu Bojonegoro pada Senin (13/10) berlangsung khidmat dan penuh semangat. Bertindak sebagai pembina apel, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Bojonegoro, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., menyampaikan sejumlah arahan penting kepada seluruh jajaran sekretariat. Dalam arahannya, Muchid menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggungjawab, dan komitmen dalam melaksanakan tugas-tugas kelembagaan.

Di awal sambutannya, Muchid menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran sekretariat yang telah melaksanakan uji petik Daftar Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan III dengan baik. Ia menegaskan bahwa hasil uji petik tersebut telah disampaikan dalam pleno PDPB bersama KPU Bojonegoro dan telah mendapatkan tindak lanjut yang konkret.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran sekretariat yang sudah bekerja keras melaksanakan uji petik PDPB triwulan tiga. Temuannya sudah kami sampaikan dalam pleno bersama KPU Bojonegoro dan sudah ditindaklanjuti. Ini membuktikan bahwa kerja kita berdampak dan dihargai,” ujar Muchid di hadapan peserta apel.

Muchid juga menyampaikan bahwa untuk uji petik PDPB Triwulan IV, anggaran telah tersedia dan pelaksanaannya akan segera dimulai. Ia mengingatkan agar pembagian tim dilakukan secara merata dan pelaksanaan di lapangan tetap mengedepankan profesionalisme dan tanggung jawab.

“Anggarannya sudah ada. Nantinya akan kita bagi rata untuk pembagian timnya, dan seperti biasa, kita laksanakan dengan penuh tanggung jawab,” tambahnya.

Selain menyampaikan evaluasi dan rencana kegiatan, Muchid juga memberikan penekanan khusus pada pentingnya disiplin mengikuti apel pagi. Menurutnya, apel pagi adalah bagian dari kedisiplinan organisasi dan wujud kesiapan pegawai dalam menjalankan tugas.

“Walaupun saat ini ada sistem Work From Anywhere (WFA), namun apabila dibutuhkan untuk masuk kantor, kita semua harus siap dan hadir. Jangan menjadikan WFA sebagai alasan untuk menghindari tugas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Muchid mengingatkan pentingnya mengikuti kegiatan "Jumat Sehati" dan "Jumpa Berlian" yang dilaksanakan setiap hari Jumat, sesuai Surat Edaran Bawaslu RI. Kegiatan ini bertujuan menjaga kebugaran jasmani dan meningkatkan semangat kerja pegawai. Ia menekankan bahwa seluruh jajaran wajib mengikuti kegiatan tersebut tanpa terkecuali, kecuali memang ada udzur yang sah dan disertai izin.

“Kegiatan ini bagus untuk kesehatan kita. Bisa berupa senam, lari pagi, badminton, atau futsal. Apapun bentuknya, harus kita laksanakan dan ikuti bersama-sama. Kecuali ada udzur yang sah, harus tetap ikut,” ujarnya.

Tak kalah penting, Muchid juga menyoroti rendahnya partisipasi penuh dalam Zoom Meeting yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI maupun Bawaslu Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa kegiatan daring tersebut harus diikuti dengan serius hingga selesai, bukan hanya untuk formalitas.

“Kita sering lihat hanya ikut Zoom untuk foto lalu pergi satu-satu. Itu tidak mencerminkan profesionalitas. Saya minta agar semua mengikuti kegiatan Zoom sampai selesai. Hargai narasumber dan materi yang disampaikan,” kata Muchid.

Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh pegawai untuk disiplin dalam mengenakan pakaian dinas harian sesuai ketentuan yang tertuang dalam Peraturan Bawaslu. Penampilan, menurutnya, merupakan bagian dari integritas kelembagaan.

“Pakaian dinas harian sudah ada aturannya dalam Perbawaslu. Mari kita disiplin dan taat terhadap ketentuan yang ada. Ini soal wibawa lembaga juga,” ujarnya mengingatkan.

Menutup arahannya, Muchid mengimbau agar setiap hari, tepat pukul 10.00 WIB, seluruh jajaran Bawaslu Bojonegoro mendengarkan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu nasional, atau Mars Bawaslu. Hal ini sebagai bentuk penanaman nilai-nilai kebangsaan dan penguatan identitas kelembagaan.

“Mari kita budayakan untuk mendengarkan atau menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu nasional, atau Mars Bawaslu setiap pukul 10 pagi. Ini bukan sekadar seremoni, tapi untuk menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat kerja,” tutupnya.

Apel pagi ini menjadi momentum pengingat bahwa tugas pengawasan pemilu bukan hanya soal teknis, tapi juga soal sikap, kedisiplinan, dan komitmen sebagai bagian dari institusi pengawal demokrasi. Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, Bawaslu Bojonegoro terus berbenah menuju lembaga yang semakin berintegritas.

Penulis dan Foto: Victor dan Alfan

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro