Alfian: Kecakapan SDM Menjadi Faktor Penting Keberhasilan Pemilu
|
Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id – Kualitas penyelenggaraan Pemilu suatu negara sangat ditentukan oleh sejauh mana peran Pengawas Pemilu dalam menjalankan kerja-kerja pengawasan. Hal tersebut disampaikan Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu Bojonegoro, M. Alfianto dalam kegiatan diskusi pengawasan ke 2 bersama Kader pengawasan partisipatif Bawaslu Bojonegoro. Diskusi yang dilakukan di Komplek Kantor Bakorwil Bojonegoro tersebut fokus membahas SDM Pengawas dengan tema Mencetak SDM Pemilu Melalui SKPP, Selasa (25/08/2020).
Dari kegiatan tersebut dijelaskan bahwa kecakapan Sumber Daya Manusia Pengawas Pemilu menjadi faktor penting keberhasilan penyelenggaraan Pemilu/Pilkada. Ia menjadi titik tumpu yang tidak bisa ditawar. SKPP sebagai instrumen penting dalam usaha pelibatan masyarakat dalam pengawasan Pemilu maupun Pilkada, nyatanya juga mempunyai dimensi konstruktif lainnya.
“SKPP sebagai wadah menyiapkan generasi pengawas,” ungkap M. Alfianto. Karena untuk menunjang kerja pengawasan yang berkualitas, tentu dibutuhkan sumberdaya Pengawas Pemilu yang berkualitas pula.
Harapannya dari kegiatan yang dilakukan, kader SKPP dapat terlibat dan berpartisipasi dalam pengawasan di setiap tahapannya. Karena penyelenggaraan pengawasan Pemilu dan Pilkada membutuhkan dukungan banyak pihak. Salah satunya dibangun dengan melibatkan segenap kelompok masyarakat dalam bentuk SKPP.
Sebagai pembuka diskusi dalam kesempatan tersebut M. Alfianto selaku pemateri mengajak alumni SKPP untuk selalu mengingat tugas dan kewajiban sebagai pengawas, yaitu dimulai dengan kegiatan mengisi pertanyaan-pertanyaan yang sudah disiapkan sebagai bahan diskusi.
Terkait jawaban yang sudah ada M. Alfianto kemudian menjelaskan satu persatu kepada kader pengawasan partisipatif. Dalam kesempatan tersebut terlihat antusias mereka yang selalu menanyakan rasa penasaran mereka kepada pemateri tentang jawaban yang tak sama dengan pendapat masing-masing sehingga diskusi berjalan sebagaimana mestinya. Dari situ Bawaslu Bojonegoro mempunyai tolak ukur tentang seberapa besar ilmu yang telah didapat oleh kader SKPP tersebut.
M. Alfianto juga mengingatkan, bahwa menjadi pengawas pemilu itu harus mempunyai sifat yang berani selain dari syarat-syarat wajib lainnya seperti usia yang harus memenuhi dan lain sebagainya. Karena pengawas sendiri harus mempunyai sifat dewasa daripada yang diawasi. Oleh sebab itu pengawas sendiri harus mempunyai sifat yang meyakinkan.
Selain itu pengawas juga harus mempunyai integritras. “Dimana demokrasi yang diawali dari Pemilu, harus menghasilkan pemimpin yang berintegritas, diawali dari penyelenggara Pemilu yang berintegritas pula,” ungkapnya.
Integritas sendiri merupakan hal yang penting bagi Pengawas Pemilu. Hal tersebut agar dapat menjaga pikiran, perasaan dan tindakannya dalam berbagai situasi. “Integritas merupakan jaminan dari keberhasilan dan kualitas tindakan yang baik,” ungkap Kordiv OSDM.
