Lompat ke isi utama

Berita

Bukan Sekadar Bersama, Ketua Bawaslu Bojonegoro Tekankan Pentingnya Kohesivitas

handoko

Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., bertindak sebagai pembina apel

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Apel pagi Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Senin (14/9/2026), menjadi ruang bagi jajaran untuk kembali memperkuat kebersamaan dalam menjalankan tugas kelembagaan. Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., bertindak sebagai pembina apel dan menyampaikan amanat tentang pentingnya kohesivitas dalam organisasi.

Apel tersebut dihadiri Kasubbag PPPS Septian Eko Santoso, S.H., serta diikuti seluruh jajaran kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Bojonegoro.

Dalam amanatnya, Handoko menjelaskan bahwa kohesivitas tidak sekadar dimaknai sebagai kondisi ketika seluruh jajaran berkumpul atau bekerja di tempat yang sama. Lebih dari itu, kohesivitas merupakan daya rekat yang membuat setiap individu tetap terhubung, saling mendukung, dan memiliki komitmen terhadap tujuan organisasi.

“Kohesivitas adalah daya rekat atau kekuatan magnet yang membuat kita tetap bersatu, saling terikat, dan berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan satu pun rekan kerja kita berjuang sendirian,” ujar Handoko dalam amanatnya.

Menurutnya, kohesivitas menjadi penting karena dinamika pekerjaan organisasi di lapangan tidak selalu berjalan mudah. Berbagai tantangan dan tekanan dapat dihadapi dengan lebih baik apabila komunikasi, kebersamaan, dan rasa saling percaya tetap terjaga di antara seluruh jajaran.

Handoko juga mengingatkan adanya sejumlah hal yang dapat melemahkan kohesivitas organisasi. Salah satunya adalah komunikasi yang retak dan munculnya rasa saling curiga. Karena itu, keterbukaan informasi antara pimpinan dan staf perlu terus dijaga. Setiap persoalan yang muncul, kata dia, sebaiknya segera dikomunikasikan dan diselesaikan demi kepentingan lembaga.

“Kalau ada sumbatan komunikasi, segera selesaikan. Jangan dibiarkan menjadi prasangka yang akhirnya mengganggu hubungan dan pekerjaan kita,” pesannya.

Selain komunikasi, Handoko menyoroti potensi ego sektoral dalam pelaksanaan tugas. Perbedaan bidang dan tanggung jawab, menurutnya, tidak boleh membuat jajaran merasa bahwa tugas satu bagian lebih penting dibandingkan bagian lainnya.

“Organisasi adalah satu kesatuan kolektif kolegial. Jika ada satu divisi yang goyah, maka akan berpengaruh terhadap kualitas kerja organisasi secara keseluruhan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga komitmen individu. Kepentingan dan kenyamanan pribadi tidak boleh menggeser integritas serta tanggung jawab terhadap organisasi. Menurutnya, kohesivitas akan benar-benar terlihat ketika seluruh jajaran mampu menempatkan kepentingan lembaga di atas kepentingan masing-masing.

Penulis dan Foto: Victor

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro