Apel Pagi Jadi Alarm Bawaslu Bojonegoro: Laporan, Kompetensi, dan Kesiapan Tak Boleh Terlambat
|
Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Mengawali aktivitas kerja pada Senin pagi, 5 Oktober 2026, jajaran Bawaslu Kabupaten Bojonegoro melaksanakan apel pagi di lingkungan kantor Bawaslu Kabupaten Bojonegoro. Apel dipimpin oleh Kordiv SDMO dan Diklat Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, H. Moch. Zaenuri, S.T., selaku pembina apel, dan diikuti seluruh staf sekretariat, baik ASN maupun non-ASN.
Apel tersebut turut dihadiri Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., Kordiv Pencegahan, Parmas dan Humas, Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., serta Kasubbag PPPS, Septian Eko Santoso, S.H. Kehadiran jajaran pimpinan dan sekretariat menjadi bagian dari upaya menjaga koordinasi sekaligus membangun kedisiplinan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Dalam amanatnya, Zaenuri mengingatkan jajaran agar setiap pekerjaan yang telah dilaksanakan disertai dengan dokumentasi dan laporan yang tertata. Menurutnya, kelengkapan dokumen perlu disiapkan sejak awal sehingga ketika memasuki penyusunan laporan akhir pada Desember mendatang, masing-masing divisi tidak lagi mengalami kesulitan dalam mengumpulkan data pendukung.
“Setiap pekerjaan yang teman-teman lakukan, harus ada laporannya. Mohon disiapkan seluruh dokumen laporannya, baik berupa foto maupun dokumen-dokumen lainnya,” ujar Zaenuri dalam amanatnya.
Ia menekankan bahwa dokumentasi bukan sekadar pelengkap administrasi, tetapi menjadi bagian penting dalam mempertanggungjawabkan setiap pelaksanaan tugas. Karena itu, seluruh jajaran diminta tidak menunda pengarsipan maupun penyusunan dokumen pendukung kegiatan, terutama yang nantinya dibutuhkan dalam laporan kepada Bawaslu RI maupun Bawaslu Provinsi Jawa Timur.
Selain aspek administrasi, Zaenuri juga mengingatkan pentingnya mempertahankan budaya kerja yang selama ini telah dibangun di lingkungan Bawaslu Kabupaten Bojonegoro. Prinsip saling asah, asih, dan asuh diharapkan tetap menjadi bagian dari keseharian jajaran, sehingga lingkungan kerja tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tugas, tetapi juga mendorong terciptanya kerja sama dan saling mendukung.
“Budaya kerja kita yang saling asah, asih, asuh agar terus tetap dipertahankan,” katanya.
Lebih lanjut, ia meminta seluruh jajaran terus meningkatkan kemampuan dan kompetensi sebagai bekal menghadapi tahapan Pemilu yang akan datang. Peningkatan kapasitas dinilai penting agar setiap personel memiliki kesiapan ketika memasuki tahapan Pemilu pada 2027.
Dalam kesempatan tersebut, Zaenuri juga membuka ruang komunikasi bagi jajaran apabila terdapat pekerjaan yang membutuhkan arahan atau kebijakan dari pimpinan. Ia meminta agar persoalan yang ditemui dalam pelaksanaan tugas disampaikan secara terbuka sehingga dapat segera dicarikan solusi bersama.
“Kalau ada pekerjaan-pekerjaan yang mungkin dirasa perlu ada kebijakan dari pimpinan, tolong disampaikan saja, tidak perlu sungkan,” tegasnya.
Apel pagi tersebut menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten Bojonegoro bahwa kesiapan menghadapi tahapan Pemilu tidak hanya dibangun melalui pemahaman tugas, tetapi juga melalui tertib administrasi, peningkatan kapasitas, komunikasi yang terbuka, serta budaya kerja yang saling mendukung. Dengan fondasi tersebut, setiap jajaran diharapkan semakin siap menjalankan tugas pengawasan secara profesional dan bertanggung jawab.
Penulis dan Foto: Victor dan Alfan
Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro