Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bojonegoro Dorong SDM Multitalenta melalui Pelatihan Protokol dan MC Profesional

PIMPINAN

Pimpinan dan Jajaran Kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Bojonegoro setelah mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas SDM bertema “Tata Kelola Acara (Protokol) dan Keahlian MC yang Profesional”.

Bojonegoro, bojonegoro.bawaslu.go.id - Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia kembali ditegaskan Bawaslu Kabupaten Bojonegoro melalui penyelenggaraan kegiatan peningkatan kapasitas SDM bertema “Tata Kelola Acara (Protokol) dan Keahlian MC yang Profesional”, Rabu (6/5/2026), di Media Center Bawaslu Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Bawaslu Kabupaten Bojonegoro dalam membangun SDM yang tidak hanya kompeten secara substansi pengawasan, tetapi juga piawai dalam mendukung tata kelola kegiatan kelembagaan yang profesional.

Acara dimulai dengan khidmat melalui menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Pengawas Pemilu, yang semakin menegaskan semangat kebersamaan dan integritas seluruh peserta. Hadir dalam kegiatan ini Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M., Koordinator Divisi SDMO & Diklat H. Moch. Zaenuri, S.T., Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Muhammad Muchid, S.Pd.I., M.Sos., Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Lia Andriyani, S.Sos., Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Weni Andriani, S.Pd., Kepala Sekretariat Fallailasyah, S.STP., M.M., serta jajaran staf, Media Jagat Sembilan, dan mahasiswa magang Unugiri.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Ketua Bawaslu Bojonegoro, Dr. Handoko Sosro Hadi Wijoyo, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh jajaran untuk melihat pentingnya penguatan kapasitas SDM sebagai investasi jangka panjang bagi organisasi.

“Hari ini kita tidak sekadar mengikuti pelatihan, tetapi sedang membangun fondasi penting bagi kualitas kerja lembaga. SDM adalah kunci. Tanpa peningkatan kapasitas, kita akan tertinggal oleh dinamika yang terus berkembang,” ungkap Handoko dengan tegas.

Ia menekankan bahwa tantangan Bawaslu ke depan tidak hanya berkaitan dengan tahapan pemilu, tetapi juga bagaimana menjaga eksistensi dan profesionalitas lembaga di setiap momentum.

“Baik dalam masa tahapan maupun non tahapan, Bawaslu harus tetap hadir dengan kualitas terbaik. Dan itu hanya bisa dicapai jika SDM-nya terus belajar dan berkembang. SDM yang dikelola dan terus dikembangkan mempunyai dampak produktifitas kinerja bagi organisasi. Diluar tahapan Pemilu dan Pilkada, salah satu giat rutin adalah HRD (human resource development). Ini strategi kami dalam investasi bagi demokrasi, yaitu menyiapkan SDM yg terlatih,” lanjutnya.

Lebih jauh, Handoko menyoroti pentingnya kemampuan lintas peran yang harus dimiliki oleh seluruh jajaran.

“Hari ini kita belajar tentang protokol dan MC. Mungkin terlihat sederhana, tapi ini sangat menentukan wajah lembaga. Ketika acara berjalan rapi, tertib, dan profesional, publik akan menilai bahwa Bawaslu bekerja dengan sungguh-sungguh,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi materi yang akan disampaikan oleh narasumber, khususnya Kepala Sekretariat yang dinilai memiliki pengalaman langsung di bidang keprotokolan.

“Beliau bukan hanya memahami teori, tetapi juga praktik di lapangan. Ini kesempatan baik untuk menyerap ilmu secara langsung,” tambahnya.

Memasuki sesi keynote speech, Koordinator Divisi SDMO & Diklat, H. Moch. Zaenuri, S.T., menjelaskan latar belakang terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut bahwa pelatihan ini lahir dari kebutuhan nyata yang dirasakan di internal organisasi.

“Kegiatan ini berangkat dari usulan dan diskusi internal, termasuk dari Pak Muchid, bahwa kita membutuhkan penguatan kapasitas dalam memandu kegiatan, khususnya sosialisasi,” terang Zaenuri.

Menurutnya, dalam praktik di lapangan, sering kali pegawai dihadapkan pada situasi yang menuntut kesiapan untuk mengambil peran di luar tugas utamanya.

“Semua pegawai harus siap. Tidak hanya memahami tugas pokoknya, tetapi juga memiliki kemampuan dasar seperti menjadi MC dan mengelola jalannya acara,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kualitas penyelenggaraan kegiatan sangat berpengaruh terhadap citra lembaga di mata publik.

“Ketika acara tertata dengan baik, audiens nyaman, alur jelas, maka itu mencerminkan profesionalitas kita. Sebaliknya, jika tidak tertata, pesan yang ingin disampaikan bisa tidak maksimal,” katanya.

Dalam penyampaiannya, Zaenuri juga menegaskan bahwa Bawaslu Bojonegoro tetap berkomitmen untuk produktif di tengah berbagai tantangan.

“Tidak ada istilah kantor longgar tanpa kegiatan. Kita harus tetap aktif, produktif, dan menunjukkan bahwa Bawaslu selalu hadir menjalankan tugas dan fungsi kelembagaan,” tegasnya.

Menutup sesi tersebut, ia memberikan motivasi kepada seluruh peserta.

“Teruslah belajar. Jangan pernah merasa cukup. Kompetensi adalah hal yang harus diasah terus-menerus,” pesannya.

Memasuki sesi inti, Kepala Sekretariat Bawaslu Bojonegoro, Fallailasyah, S.STP., M.M., menyampaikan materi tentang manajemen keprotokolan secara sistematis dan aplikatif. Ia memulai dengan menjelaskan konsep dasar hingga perkembangan paradigma protokol yang semakin dinamis.

“Keprotokolan bukan hanya soal tata tempat duduk atau susunan acara. Ini tentang bagaimana kita menghormati aturan, menjaga etika, dan memastikan kegiatan berjalan sesuai rambu-rambu,” jelasnya.

Ia menekankan pentingnya persiapan yang matang sebelum kegiatan berlangsung.

“Petugas protokol harus sudah bekerja jauh hari. Minimal satu hari sebelum kegiatan, semua harus clear, tamu undangan siapa saja yang hadir, bagaimana susunan acara, hingga detail teknis lainnya,” tegasnya.

Fallailasyah juga membagikan pengalaman lapangan terkait dinamika yang kerap terjadi.

“Seringkali ada perubahan mendadak saat acara berlangsung. Disinilah peran protokol diuji, bagaimana tetap tenang, adaptif, dan mampu mengendalikan situasi,” ungkapnya.

Di tengah pemaparan, ia menyisipkan pesan sederhana namun bermakna.

“Rapikan diri sendiri sebelum merapikan orang lain,” ujarnya, yang langsung disambut anggukan peserta.

Sesi berikutnya menghadirkan Umi Ma’rifah, S.Pd., M.M., selaku Staf Divisi SDMO & Diklat yang membawakan materi tentang teknik menjadi Master of Ceremony (MC). Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, ia mengajak peserta memahami esensi public speaking.

“MC bukan hanya membaca teks. MC adalah pengendali suasana. Ia harus mampu membangun energi, menjaga ritme acara, dan berinteraksi dengan audiens,” jelas Umi.

Ia kemudian membedah karakteristik MC formal, semi formal, dan non formal, lengkap dengan contoh dan praktik langsung.

Suasana semakin hidup ketika jajaran staf diminta untuk mencoba tampil di depan. Peserta lain pun ikut terlibat, menciptakan suasana pelatihan yang interaktif dan penuh semangat.

“Ingat, MC itu bukan sekadar berbicara, tapi menghadirkan rasa. Ketika kita sebagai MC bisa percaya diri, audiens akan ikut percaya,” tambahnya.

Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga pengalaman praktik yang relevan dengan kebutuhan kerja sehari-hari. Seluruh peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pemaparan hingga simulasi.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya dalam membangun SDM yang adaptif, multitalenta, dan profesional, guna mendukung pelaksanaan tugas pengawasan pemilu yang semakin kompleks.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun citra kelembagaan yang kuat dan terpercaya di mata publik. Di akhir kegiatan, semangat belajar kembali ditegaskan sebagai kunci utama.

“Tidak ada batas untuk belajar. Di mana pun kita berada, terus tingkatkan kapasitas diri. Karena dari situlah kualitas lembaga akan terbentuk,” menjadi pesan penutup H. Moch Zaenuri yang menggema di ruang kegiatan.

Penulis dan Foto: Hana dan Tim

Editor: Humas Bawaslu Bojonegoro